Atar: huh?!
Woooooosh!!!
Angin berputar dahsyat, menekan medan pertempuran dengan aura yang begitu berat. Atar mundur selangkah, matanya membelalak saat merasakan energi yang tak dikenalnya melesat ke arahnya.
Tangan Atar gemetar sejenak, tubuhnya tegang.
Atar: gh! (apa apaan kekuatan ini... aku tidak bisa menganalisis kekuatan seperti apa itu! bagaimana bisa dia...)
Di hadapannya, Izaki berdiri tegap. Sorot matanya penuh kepastian, seperti pilar tak tergoyahkan di tengah badai.
Izaki: ...
Izaki diam, tatapannya tajam menembus Atar seperti pedang yang siap menebas.
Atar: gh...!? *attack
Atar melesat ke depan, mengayunkan serangannya dengan segenap kekuatan!
Izaki: *withstand.
Izaki hanya berdiri di tempatnya.
Dampak serangan itu menghantam tubuhnya, namun tidak ada reaksi. Izaki tetap tegak, tak bergeming sedikit pun.
Atar: ?!
Matanya membelalak, terkejut melihat serangannya tak berpengaruh.
Izaki: sekarang aku tidak akan kalah.
...
Di sisi lain medan pertempuran.
Vania terengah-engah, tubuhnya penuh luka dan darah, tetapi senyumnya penuh kemenangan.
Vania: huhh... huhh... berhasil... musuh kita telah dikalahkan!
Teriakan kemenangan bergema di antara pasukan yang tersisa.
"woooo!!"
"kau hebat!"
"luar biasa!"
Vania mengusap darah di pipinya, lalu menoleh ke arah rekan-rekannya dengan seringai penuh percaya diri.
Vania: huff.... lihat kan? tidak hanya kau yang bisa membunuh Dewa...
...
Di tempat lain.
Ulfric: haaa!
craat!
Darah muncrat ke udara, musuh terakhirnya roboh dengan suara berdebum berat.
Ulfric menghela napas panjang, mengangkat kepalanya, menatap medan perang yang kini sunyi.
Ulfric: hufh... keras sekali... tapi untungnya itu sudah yang terakhir
Angin dingin berembus di antara tubuh-tubuh yang bergelimpangan, menandai akhir dari pertarungan yang brutal.
...
Pasukan musuh perlahan mulai tumbang. Dengan kematian Kaiser, pemanggil utama pasukan, ancaman mereka pun akhirnya mereda. Namun, pertempuran utama masih berlangsung di tengah medan perang yang telah hancur.
Izaki: *blitz-
Atar: huh?!
Izaki: *stab... aku harus secepatnya mengakhiri ini...
Atar: ghk...!!
Izaki: pertarungan ini sudah mencapai puncaknya
Atar: sial...
...
Atar: kau pikir akan semudah itu?!
Tiba-tiba, Atar melepaskan energi dahsyat yang membuat seluruh area bergetar hebat.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Elder Scroll V: Skyrim [Ragnarok] (Improved ending)
Acción[Season 3] • Akhir dari cerita Izaki... kali ini Ia akan memimpin perang besar dimana Dewa melawan Manusia. 『Disclaimer❗ Cerita ini adalah karya penggemar dan tidak berafiliasi dengan Bethesda Softworks.』
![The Elder Scroll V: Skyrim [Ragnarok] (Improved ending)](https://img.wattpad.com/cover/371927874-64-k535370.jpg)