Aku mengocok cepat dan ahhhhh, kok cepat sekali keluarnya padahal ini belum selesai.
Aku menarik nafas dan deg deg an
" stop dulu dong lanjut nanti " gumam ku
" Apa lagi yang masih kurang " tanya Pak Warno.
" Kaki Pak Warno ini paha masih belum lho tadi " pinta Rani manja
" Ya berbalik duduknya " perintah Pak Warno berdiri sambil kedua tangannya masih saling mengusap karena sudah dituang minyak
Rani berbalik sambil masih memeluk bantal , Pay****daranya hanya ditutup oleh bantal sofa.
Pemandangan yang menggoda, Pen***sku perlahan mulai berdiri walau belum maksimal.
Awalnya pijatan dari paha bawah sampai paha atas sebatas celana pendek.
" Kakinya kaku sekali, abis jalan seharian yaa " tanya Pak Warno
" Iya pak makanya cape banget nie Pak , nanti bagian belakang lagi ya Pak " balas Rani manja
" Bolehhh nanti aku pijat lagi, ini pijat mau sampai atas sini ? " Tanya pak Warno menunjuk ke paha atas yang tertutup celana
" Iya pak cape nya pakai banget, pasti dipijat pak Warno jadi enak deh " kata Rani tersenyum.
" Celana pendeknya di lepas aja gimana, pijat nya susah dan celananya kena minyak juga " pinta Warno
" Hahhhhhh " aku kaget , jantungku berdebar kencang , ya Pen***sku ikut tegak berdiri keras sekarang.
Rani mengangguk
Aku mengocok Pen***sku kembali.
Kedua tangan Pak Warno menuju kedua pinggang Rani, pelan pelan menurunkan celana pendek Rani
Rani sedikit mengangkat tubuhnya untuk memudahkan celana pendeknya turun melalui pinggulnya lalu paha.
Sekarang terpampang gundukan kemaluan Rani yang hanya ditutupi kain putih segitiga berupa g string.
Rani sepertinya mencukur rapi bulu bulu kemaluannya sehingga tidak keluar keluar dari kain g string nya tapi bulu bulu kemaluannya sam
Pak Warno menaruh celana pendek Rani di meja kaca sebelah Rani menaruh minuman untuk pak Warno
Pak Warno kelihatan tenang tidak kaget tangannya menuang minyak di telapak tangan kirinya lalu diusap ke dua belah telapak tangannya dilanjut mulai memijat paha atas kanan Rani
Jantungku berdetak kencang dan aku mengocok kencang Pen***sku
Rani menengok ke arah ku
Aku menahan nafas sambil terus mengocok.
Pak Warno menekuk kaki kanan Rani ke samping lalu memijat paha kanan Rani mulai bagian bawah
Pelan pelan makin naik ke paha atas mendekati kain segitiga penutup kemaluan Rani.
Bikin spot jantung tapi Pak Warno tidak melebihi batas kain, kok bisa tahan pikirku, aku sendiri tidak tahan, kalau aku sendiri tanganku akan masuk ke dalam g string Rani.
Berulang naik turun akhirnya kaki Rani dikembalikan ke bawah
Sekarang pak Warno memijat paha kiri Rani.
Kedua tangan memijat paha kiri Rani naik lalu ditekuk seperti tadi.
Aku masih mengocok Pen***sku.
Kembali Pak Warno menuang minyak lalu diusap langsung ke paha kiri Rani
" Jangan dikerasin gini kakinya " kata Pak Warno
" Oh iya " jawab Rani
Tangan pak Warno merayap naik ke paha kiri terus mendekati tali g string lalu kembali kebawah
Aku terus mengocok Pen***sku yang sudah basah
Pak Warno mengembalikan kaki kiri Rani ke bawah.
" Mau dipijat lagi tidak belakangnya " tanya Pak Warno
" Mauuu, pak " pinta manja Rani langsung berbalik masih tetap memeluk bantal
Pak menuang minyak ke telapak tangan kirinya lalu mengusap ke telapak tangan kanan mulai memijat bahu Rani lagi , leher dan kedua lengan Rani
Pijatan beralih ke punggung lalu agak ke samping , sehingga ujung ujung jari Pak Warno sedikit menyentuh pinggiran Pay****dara Rani.
Pijatan kembali ke punggung tengah.
Pak Warno berlutut kemudian menuang minyak dilanjut memijat pinggang Rani.
" Depan mau dipijat lagi engga ? " Tanya pak Warno pelan sambil memijat pinggang Rani bagian samping dekat paha atas
" Boleh pak, tadi enak " balas Rani sambil mengangguk
" Nggak papa dipijat perut bawahnya ? " Bisik pak Warno terdengar samar
Aku mengocok Pen***sku yang mulai basah kembali
Rani mengangguk
" Bantal Yg ditaruh dulu " kata Pak Warno lalu mengambil bantal yang dipeluk Rani dari belakang
Rani tidak complain tangannya langsung menutupi Pay****daranya
Pak Warno menaruh bantal sekaligus kaos Rani di atas celana Rani.
" Tangannya di sofa atau di kaki boleh Rani biar bapak mijatnya gampang " kata pak Warno sambil menuang minyak ke dua tangannya.
Rani menarik nafas Pelan pelan tangan Rani ditaruh di kedua kaki nya
Mula mula Pak Warno memijat kedua pinggang Rani perlahan ke depan ke perut Rani tapi hanya remasan ringan
Rani memejamkan mata
Tangan pak Warno bergerak memutar di sekitar perut Rani lalu agak turun kebawah perut saling mengosok dari kiri dan kanan.
Perlahan tangan pak Warno bergerak meremas pinggang Rani tapi jari jarinya sudah masuk ke dalam tali g string Rani yang di atas paha dan makin ke tengah walau hanya jari jari tangannya
" Lho perutnya kok di kerasin , lemaskan ya " kata pak Warno
Sedikit jari Pak Warno masuk ke g string Rani
Pasti jari jari Pak mengenai bulu bulu kemaluan Rani, saya hampir mendekati klimaks terus mengocok
Tapi hanya sekali masuk jari Pak Warno ke dalam g string Rani lalu balik memijat perut Rani lalu kembali memijat pinggang dan terakhir pinggul bagian atas jempolnya masuk ke g string Rani bagian pinggul
Rani langsung duduk tegak.
Dan aku klimaks untuk kedua kali
" Cukup sudah show kali ini dong ,aku sudah lemas " bisikku dalam hati
Tapi belum
Pak Warno kembali memijat pinggang anis lalu naik ke punggung terus ke pundak sampai dekat kedua tangan kembali ke pundak berlanjut ke leher
" Kepalanya mau ? " Tanya Pak Warno
" Mau Pak " jawab Rani
Tangan Pak Warno awalnya memijat leher lalu kepala
Tangan Rani kembali di tekuk untuk menutupi kedua Pay****daranya
Pak Warno membantu memberikan bantal ke Rani
Rani langsung menutupi dengan bantal
" Wah Pak Warno betul betul pemijat sejati menurutku.
"Ya sudah sudah enak belum semua " tanya Pak Warno
" Sudah Pak, enak banget lhoo, terima kasih Pak " jawab Rani
Pak Warno membantu Rani mengambil kaos dan celana
Rani langsung buru buru menerima dan pergi ke kamar tamu
Aku langsung mengelap tissue, hahaa

KAMU SEDANG MEMBACA
Rani Istriku Ketagihan Dipijat
RomanceKarena novel 18+ memiliki konten yang bisa mengandung tema dewasa, penting untuk membaca dengan bijak dan mempertimbangkan preferensi pribadi. Tetap pastikan bahwa apa yang Anda baca sesuai dengan batasan dan nilai yang Anda pegang. Jika Anda merasa...