003 - Hierarcy.

1.3K 197 28
                                        

Bloodline.

━━━ 003 : Hierarchy.










































.

.

.








































Nirnyata; khalayan; bualan semata.

Nama tokoh juga muse yang dipakai tak serta merta memiliki hubungan selaras dengan bagaimana kehidupan nyata, ini adalah fiksi.
























































.

.

.


































































Sebelum memulai dan segalanya, mari tinggalkan jejak serta tanggapan untuk membuat apresiasi.

Anyway. Happy reading, sayangie!
































































...

Bloodline,

003 : Hierarchy.

...

AXEL memilih untuk duduk santai didepan para kawannya yang sibuk dengan sparring mereka.

Bukan santai sebenarnya, ia hanya tak punya lawan.

Addison lebih memilih Girriam sebagai pasangan atau lawannya dan dua yang lainnya juga tengah sibuk sendiri, makanya, ia cuma duduk bersila meski pakaiannya masih lengkap beserta épée mask yang ada pada pangkuannya.

"Axe,"

Suara baritone yang khas itu membuat sosok satu ini tak langsung mendongak.

Atau menjawabnya, "Bisa ngomong berdua gak?" Tanyanya dengan kedua tangan yang masuk ke dalam saku celana.

Manik matanya Axel masih mengarah dengan bagaimana Addison yang selalu menyentuh Girriam dengan mudah, itu membuat sosok yang berusaha mengajaknya bicara ini agak gatal untuk menepuk bahunya.

"Ax—"

"Duduk." Potong Axel sebelum akhirnya menengok ke samping kirinya, dan menaruh tangannya disebelah, "Mereka gak bakal nguping lagian."

Perkataan itu membuat sosok satu ini jadi bergerak ragu untuk duduk disebelahnya.

Gestur dan gaya bicaranya Axel terkesan tak ingin diganggu, tapi dirinya, tak bisa menahan diri karna percakapan semalam dimana keluarganya itu mendapatkan kabar.

Ia jadi mengarahkan pandangannya ke apa yang tengah Axel tonton meski dirinya sudah ingin bicara.

Tapi dirinya menahan, meski lebih tua dari sosok satu ini—siswa yang masih junior dengan pakaian lengkap fencing tersebut; ia tetap harus mengikuti peraturan.

Axel merupakan nomer satu.

Baik dari segi akademis, non-akademis, dan juga dengan tahtanya sebagai seorang Gelael.

BLOODLINETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang