Enemies to lovers kind of trope (cinta karna terbiasa(?)); bagaimana kalau dua orang yang bermusuhan harus terpaksa menjalin kasih karna persepakatan keluarga yang menguntungkan kedua belah pihak?
Start on September 2024
Ended -
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
.
.
Nirnyata,
Kesalahan pada penulisan terjadi karna kurangnya waktu editing dan LIBOOOR—AKU BUTUH LIBURRRR.
.
.
.
Selamat membaca, selamat natal bagi yang merayakan.
…
BLOODLINE, Chapter 028 — Bruised Ego.
…
MEIRISHA ingat bagaimana pertemuan pertamanya dengan Axel, dulu.
Diantara semua anak kecil, yang memiliki banyak energi dan lainnya—atau mungkin berbaur dengan segala macam mainan mahal mereka.
Cuma sosok Axel yang tenang dan tampak sibuk sendiri, tidak berlarian kesana kemari.
Gelael satu itu tampak memperhatikan semuanya.
Namun, kelihatan tak ada niatan mendekati atau berbaur—entah karna apa dan saat ia berusaha mendekati sosoknya pun.
Axel cuma menatapnya lurus.
Tak ada sapaan hangat, tak ada senyuman, hanya ada ekspresi datar dengan manik mata yang kelihatan begitu mendalami apa yang sosok tersebut tatap seolah-olah dirinya adalah bagian darinya atau bukan.
Pun juga—saat ia mencoba berkenalan dengannya.
Sosok itu tak sama sekali menyebutkan nama, dan hanya menatap tangannya dengan enggan.
Itu membuat salah satu pengasuhnya Axel memberikannya tisu basah, sembari meminta maaf kepadanya kalau sosok yang cuma menatapnya tak tertarik dengan orang lain yang penuh keringat atau bekas menyentuh sesuatu secara sembarangan.
Meski begitu.
Dirinya, Meirisha, tetap membersihkan tangannya dengan sodoran tisu basah tersebut.
Pada akhirnya membuat Axel menjabat sekilas tangannya, “Axella.”
Hanya itu.
Tak ada informasi tambahan mengenai nama keluarga, atau kenapa dirinya begitu tak menginginkan bocah sebayanya mendekati.