23

268 17 0
                                        

CKLEK

Disaat Yaya hampir akan menjawab pertanyaan boboiboy pintu pun mulai terbuka dan menampakkan kedua orang tuanya beserta amato dan istrinya mulai memasuki ruangan tersebut.

Wawa yang melihat putri nya sudah terbangun langsung berlari dan mendekap erat sang buah hati enggan untuk melepaskannya walau sedetik.

Boboiboy yang melihat itu mau tidak mau harus mengurung pertanyaannya dan mulai mundur menjauh dari tempat tidur itu. Dirinya langsung mendekati Luna diikuti oleh ke-7 elemental nya.

Boboiboy melirik ke arah ibunya dan ia sadar bahwa terdapat bekas air mata yang telah diseka disana. Bukan hanya pada ibunya, ayahnya pun memiliki juga di wajahnya.

Kini di benak Boboiboy seolah terdapat kepingan puzzle akan kehidupan. Rasa ingin tahunya benar benar besar, sebenarnya apa yang di sembunyikan oleh pujaan hatinya itu dan alasan dibalik kenapa kedua orang tuanya selalu meminta maaf kepada orang tuanya Yaya.

Salah satu ingatan pun mulai mengganjal dan saat dirinya ingat memang kalimat itu sangat mengganjal bagi dirinya.

(Luna: tak, saya mohon jangan cakap macam tu. Apa yang dah dilakukan ning Yaya pada saya dan suami saya jauh lebih berarti. Ini bukan apa apa.)

Apa yang sudah Yaya berikan pada orang tuanya hingga membuat diri mereka seperti itu.

Dan "jauh lebih berarti" apa maksudnya?

Memikirkan hal itu semua benar benar membuat kepala Boboiboy serasa mau pecah berkeping keping.

Sampai sebuah tangan mulai menyentuh pundaknya.

Amato: oboi?

Boboiboy: Hah? Eee Iyah ayah?

Amato: kau kenapa?

Boboiboy: umm itu... eee tak De apa apa ayah.

Amato: kau pasti?

Boboiboy: ha'ah oboi hanya senang je Yaya dah bangun😅😅

Amato: ooo iyah alhamdulilah Ning yaya dah terbangun

Wawa akhirnya melepaskan pelukannya dan mulai menciumi seluruh wajah Yaya hingga terakhir ciuman itu berada di kening Yaya.

Setelahnya wawa mengelus rambut indah Yaya dengan lembut. Hingga tangan lembut itu turun menuju pipinya Yaya.

Wawa masih merasakan bekas luka di pipi kirinya dan menatap lekat putri kesangannya itu, hingga dirinya sadar.

Wawa: astaghfirullah Yaya mata kau

Yaya: mata Yaya?

Tangan yang awalnya berada di pipi kini wawa arahkan ke mata kiri Yaya. otomatis Yaya langsung menutup mata kirinya dan Wawa pun mulai mengelus nya.

Dengan sentuhan halus sang ibu itu. Yaya mulai menatap mata wawa yang masih berkaca kaca.

Tangan itu kini berhenti mengelus mata sang putri dan mulai berpindah ke kedua tangannya. Wawa menatap banyak nya garis merah disana dan mulai mengelus nya lembut.

Dirinya tidak pernah menyangka putri kesayangannya yang ia kenal sangat taat pada agama, rajin beribadah dan seorang penjaga al Quran ternyata memendam sebuah trauma yang sangat mendalam.

why me? (Belum revisi) HIATUSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang