30

344 16 5
                                        

Dirumah Sakit

Bersamaan dengan itu semua dirumah sakit Yaya terduduk di atas kasurnya dan masih setia melihat keluar jendela entah tak tahu apa yang dirinya tengah pandang.

Di ruangan ini dirinya hanya seorang diri. Mengingat ayah sambungnya menempatkan Yaya di kamar VIP agar Yaya dapat istirahat dengan lebih tenang. Ditambah kamar ini terdapat kedap suara sama seperti di kamar rumah miliknya.

Mungkin ini terdengar aneh, tapi kini Yaya percaya bahwa kalimat tentang "jika seseorang memiliki kekurangan justru terdapat kelebihan yang akan muncul".

Dan kini Yaya merasakannya, sejak dirinya memberikan matanya kepada "anak itu" Yaya mulai merasakan bahwa ada yang salah dengan pendengarannya.

Sejak dirinya mengalami kebutaan, telinga Yaya seolah olah mendapatkan peningkatan pendengaran yang sangat tajam. Sangat tajam hingga membuat dirinya dapat mendengar suara detak jantung miliknya sendiri.

Benar

Kalian tidak salah baca "detak jantung". Itulah cara Yaya untuk mengetahui dimana dan berapa banyak orang yang berada di sekeliling nya.

Seketika walau samar samar tapi Yaya dapat mendengar suara adzan subuh.
Yaya mulai beranjak dari kasur nya menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.

Tapi saat dipertengahan wudhu, Yaya merasa darah mengalir kembali dari luka di pergelangan tangannya yang membuat wudhu nya batal sekarang.

Bertepatan saat Yaya keluar dari kamar mandi. Dirinya mendengar suara terbukanya pintu dan mendapati kedua orang tuanya berdiri disana terkejut melihat putri kesayangan mereka berlumur darah di pergelangan tangannya.

Wawa yang melihat itu langsung berlari menuju ke Yaya

Wawa: Ya allah Yaya kenapa dengan tangan mu ini? Kenapa berdarah banyak macam ini?

Yaya: umm maaf Mak Yaya nak ambil wudhu untuk sembahyang subuh, tapi masa terkena air tetiba je keluar darah lagi.

Bram yang mendengar dan melihat itu langsung berlari keluar untuk mencari siapapun itu. Hingga akhirnya dia menemukan suster di resepsionis dan dirinya langsung memberitahu bahwa lengan Yaya berdarah lagi

Setelah itu kini suster dan Bram sudah masuk ke kamar Yaya lagi dan suster pun langsung bekerja. Dirinya mengganti perban yang lama itu dan mencoba menghentikan pendarahannya.

Setelah selesai perban baru sudah terpasangkan. Dan sekalian suster itu mengganti perban di leher Yaya juga.

Suster: perbannya sudah saya ganti. Dan nona Yaya, dikarenakan luka anda sangat dalam dan banyak di leher dan juga pergelangan tangan anda. Saya peringatkan untuk tidak terkena air untuk beberapa saat kemungkinan kurang dari 1 bulan.

Yaya: baik sus maaf dah repotkan suster

Suster tersebut hanya tersenyum walaupun tidak terlalu terlihat oleh Yaya. Tapi Yaya masih dapat melihatnya walau samar

Suster: tak pe ini dah menjadi pekerjaan saya. Untuk sekarang nona Yaya kena tenangkan pikiran nona. Terapi hari ini akan dimula pukul 8

Yaya: baik sus, terima kasih

Setelahnya suster itu pun meninggalkan ruangan dan meninggalkan Yaya beserta kedua orang tuanya.
Yaya menatap kedua orang tuanya

Yaya: umm Yaya kena tayamum kat mana Mak?

Wawa: untuk masa ni baik kau jangan ibadah dulu Yaya atau luka kau akan berdarah lagi

Yaya: tapi...

why me? (Belum revisi) HIATUSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang