1 bulan telah berlalu. Jeongwoo dan rora sudah dalam masa pemulihan, mereka sudah bisa sekolah karena proses penyembuhan mereka begitu cepat.
namun, semenjak kecelakaan, rora sering merasakan sakit di kaki nya.
seperti biasanya, rora kembali menjalani kebiasaannya yaitu menaruh bekal di loker jeongwoo. gadis itu tetap saja belum mengetahui jika Jeongwoo sudah tau siapa sender di balik semua ini.
ketika rora menutup pintu loker tersebut, rora di kejutkan dengan adanya Jeongwoo yg bersender di dinding dekat loker miliknya.
"j-jeongwoo.." ucap rora dengan terkejutnya.
"apanih? gw ketahuan kah?" batin gadis itu.
"sebenernya kalo di kasih langsung tuh gw gak bakal nolak, ngapain harus belajn pagi pagi ke sekolah cuma buat di taro di loker gw selama ini?" ucap Jeongwoo dengan santai nya.
di tangan lelaki tersebut ada sebuah rokok yg bertengger. ah, pemuda tersebut memang sering merokok, ntah kenapa, memang sudah kecanduan.
lelaki tersebut menginjak Putung rokok tersebut dan membuka bungkus permen dari saku nya. kemudian dengan perlahan menghampiri gadis itu dengan tersenyum jahil.
"gw selama ini udah tau" ucap Jeongwoo.
rora membulatkan matanya, wajah gadis itu kini menjadi merah padam karena menahan malu.
"bener kan kalo lu yg ngirimin gw bekal selama ini?" ucap Jeongwoo dengan santai nya.
rora menunduk dan memainkan jari nya, "i-iya woo.." ucap gadis itu dengan pelan.
Jeongwoo tersenyum miring, "oke, sekarang hubungan ada di tangan gw, biarin gw yg gantian berjuang buat dapetin lo, Let me handle this relationship so that there is clarity" jelas Jeongwoo.
"Lo gamau kan berharap sama yg gak pasti? sekarang bakalan gw pastiin hubungan kita" ucap pemuda itu dengan dengan memegang dagu rora dan menaikkan wajah gadis itu untuk menatapnya.
"Lo mau kan jadi pacar gw? ah enggak, harus mau sih, di hari ulang tahun gw kayak gini, gw gamau ada penolakan" ucap Jeongwoo dan mencium sekilas pipi gadis itu.
Jeongwoo mengambil tas bekal yg ada di lokernya dan beralih menggandeng tangan rora, "ayo gw anter ke kelas lo"
sedangkan rora masih berusaha mencerna apapun yg terjadi saat ini.
★
istirahat pun tiba, rora saat ini sedang berjalan sendirian di lorong sekolah yg begitu sepi. suara ketukan sepatu pantofel miliknya terdengar begitu jelas memenuhi ruangan.
"RORA!" suara teriakan tiba tiba terdengar di telinganya, gadis itu menoleh dan mendapati adanya Jeongwoo yg berlari menghampiri dirinya.
"eh kenapa woo? sampe lari lari gitu?" ucap rora.
Jeongwoo menunjukkan wajah kesalnya, "nyamperin pacar sendiri emangnya ga boleh??" ucap Jeongwoo.
"pacar pacar, kapan nembak" ucap gadis itu dengan heran.
"amnesia? gw udah nembak lo tadi pagi ya" ucap Jeongwoo.
ah, seketika wajah gadis itu kembali me merah salah tingkah karena teringat hal tersebut.
"ke kantin yuk" ajak Jeongwoo. rora mengangguk menyetujui ajakan pemuda tersebut.
Jeongwoo mengulurkan tangannya, dengan ragu gadis itu menerima uluran Jeongwoo dan kedua anak itu berjalan bersamaan.
jam 7 malam telah tiba. Saat ini rora sedang berdandan di cermin kamarnya dan beberapa kali memeriksa pakaian miliknya.
setelah pulang tadi, Jeongwoo mengajaknya untuk makan malam bersama di sebuah restoran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Admirer | Chocopanda END!
FanficJust the story of bigboy and big baby panda sharing their teenage years together. Basketball captain and beauty blogger model, What about their visuals?
