dua anak kecil berlarian di sebuah taman yang cukup luas yang berada di halaman sebuah mansion.
Dua anak itu bernama Justin Park dan Jeremyno Park. Seekor Husky dan seekor alaskan malamute jantan itu menngjampiri anak kembar berusia 1 tahun tersebut.
sementara seekor Samoyed sedang pasrah karena badannya yg sedari tadi di gelayuti oleh Jeremyno. Puppy eyes Samoyed itu terlihat jelas.
"eh astaga adek, kok si Ciko di tiban in sih" omel ibu mereka dengan berkacak pinggang.
sementara Justin hanya menatap datar adik kembarnya itu dan sibuk dengan mengusap usap husky kesayangan nya. Ayah mereka hanya tersenyum saja, pria itu menggenggam sebuah ikat leher seekor Doberman.
"udah jangan ngomel mulu deh sayang, namanya juga anak anak" ucap sang ayah dari anak kembar itu.
"emang kamu gak lihat wajah Ciko udah tertekan gitu? Jeongwoo kamu itu ada ada aja deh, lihat anak mu itu" omel wanita itu.
"sayang, jangan panggil nama." ucap pria itu dengan menatap tajam sang istri.
rora terkekeh, "iya iya, maaf papa" ucap wanita itu.
Doberman itu menghampiri rora dan menduselkan kepalanya pada kaki wanita itu. Jangan salah, wanita itu sudah memelihara Doberman tersebut dari semenjak kelas 11 dan masih bertahan hingga sekarang, gadis itu memeliharanya dari bayi hingga dewasa.
meskipun Doberman identik dengan tampangnya yg seram dan sangar, tak ada yg mungkin untuk rora yg membuat seorang Doberman menjadi imut.
memakaikan baju berwarna pink, jepit lucu, bahkan di beri nama Love. Ya, sama nama nya seperti anjing milik Lisa blackpink, karena rora mengikuti hal itu.
sementara Samoyed itu adalah milik Jeongwoo, hadiah dari Haruto ketika ulang tahun nya yg ke 20 tahun. Jeongwoo memberikannya nama Ciko karena menurutnya lucu sana meskipun badannya begitu besar.
jika Husky dan alaskan malamute, itu adalah milik si kembar, itu hadiah ulang tahun pertama mereka. Husky adalah milik Justin karena Husky begitu mirip dengan serigala, karena hal itu Jeongwoo memilih Husky karena mata Justin juga begitu mirip dengan serigala.
dan Husky tersebut di beri nama Jax. Sebelumnya Jeongwoo menulis kan sebuah nama di kertas kecil yaitu Joseph, Jax, dan Gerald, dan tangan kecil Justin mengambil kertas yg bertuliskan nama Jax, itu lah nama Husky tersebut di pilih.
sementara jika si alaskan malamute, tidak ada alasan tertentu, tapi anjing tersebut dari Alaska, terbiasa dengan tempat dingin, dan bulunya begitu putih, sama seperti Jeremony. Jeremony cukup di bilang mempunyai kulit putih karena keturunan dari rora, jika Justin menuruni kulit Tan dari Jeongwoo.
Jeongwoo memberikan itu karena badan Jeremony selalu dingin, Jeongwoo dan Rora sempat panik dengan badan Jeremony yg selalu dingin, bahkan dokter tidak tau itu karena hal apa, dan bayi itu tergolong sehat tanpa adanya penyakit apapun, tapi tidak selalu juga, terkadang juga hangat jika terlalu banyak bergerak.
"papa papa~~" celoteh Jeremony dengan menatap papanya.
"iya apa adek?" jawab Jeongwoo dengan beralih menggendong Jeremony.
berbeda dengan Justin, anak itu hanya fokus bermain dengan Lego kesayangannya yg rora berikan dari umur 8 bulan, ntah lah, wanita itu hanya membelinya dari seorang ibu ibu pinggir jalan, karena kasihan, rora pun membeli mainan tersebut dan di berikan oleh Justin dan Jeremony.
Justin ini type yg memang lebih cuek pada sekitarnya. Sudah tertebak bahwa anak itu akan menuruni 100% dari ayahnya, sementara rora hanya mendapatkan hikmah.
jika Jeremony, anak itu 70% Jeongwoo dan 30% rora, rora hanya menuruni kulit putih dan sifat sifat ekstrovert.
"udah mending kita masuk ke dalem, udah makin panas ini" ucap rora.
1 keluarga itu mulanya hanya berjemur sebentar di pagi hari, dan kini matahari semakin terik, mereka memutuskan untuk masuk ke dalam rumah mereka.
★
setelah selesai menidurkan is kembar, rora pun bergegas menuju dapur dan mengambil beberapa camilan dan membawanya menuju ruang keluarga.
disana ada Jeongwoo yg fokus dengan laptopnya. rora tersenyum dan duduk di sebelah suaminya tersebut.
"nanti sore belanja yuk, terus jalan jalan juga sama anak anak" ajak rora dengan meletakkan sebuah kopi susu di meja.
Jeongwoo, laki laki itu tidak terlalu suka dengan kopi hitam, Jeongwoo meminum itu jika dia ada lembur di malam hari saja.
maka karena itu, rora lebih memilih membuatkan kopi susu saja daripada kopi hitam.
"boleh, oh ya, uang yg aku transfer kemarin udah habis belum?" tanya Jeongwoo dengan menoleh dan menatap istrinya.
rora menggeleng, "belum, uang yg kamu tf itu belum ada yg pernah habis tau" jawab rora dengan perasaan kesal.
Jeongwoo terkekeh, "kenapa sayang?"
"ya gimana mau habis, sekalinya tf sampe ratusan juta, belum abis udah di tf lagi" jawab wanita itu.
bagaimana tidak? pekerjaan Jeongwoo sedang berada di puncak suksesnya, yg menyebabkan bisa menghasilkan milyaran uang. itu semua berkat dukungan sang istri, dan laki laki itu juga cukup gila kerja jika sudah di kantor. apalagi penghasilan rora sendiri sebagai model.
job pemotretan berhasil memasuki ratusan juta dan itu belum endorse dan usaha milik rora sendiri.
ya mau bagaimana? mereka bahkan sudah kaya dari kecil, sama sama membangun usahanya sendiri sejak sekolah.
"ya aku bingung mau habisin uang ku pake cara apa, ya mending di kasih ke kamu semua aja" jawab Jeongwoo dengan santai.
"Nanti aku mau shopping juga, mau coba porotin dompet kamu" jawab wanita itu dengan memakan anggurnya.
"loh? emang yg kamu porotin biasanya juga siapa kalo bukan aku" jawab jeongwoo dengan jahil.
"oh gitu?!" kesal rora dengan menggeplak lengan suaminya.
Jeongwoo pun tertawa, "oh waw? kuras aja harta ku sayang" jawab Jeongwoo dengan menyerahkan sebuah kartu American Express.
rora pun menunjukkan wajah terkejutnya, "kadang aku heran deh, kamu itu suami aku atau sugar daddy sih sebenernya?" asbun rora dengan menerima kartu tersebut.
"hm? dua dua nya bener kan itu sayang?" jawab Jeongwoo dengan mengacak acak rambut rora gemas.
rora hanya menunjukkan gummy smile miliknya. "kalo gini aku jadi inget kita pas masih SMA deh" celetuk gadis itu tiba tiba.
"keinget di bagian apa?" tanya Jeongwoo balik.
"di sekolah aku selalu diem diem kasih bekal di loker kamu, terus rela lewatin lapangan kalo gak ke kelas kamu biar bisa lihat kamu dulu tuh.." cerita rora dengan mencebikkan bibirnya.
"tapi gak nyangka sekarang bisa masakin langsung, bisa lihat setiap hari, jadi suami aku sekarang" ucap rora dengan menahan senyumnya.
"dan setiap malem bisa ngerasain aku juga" jawab Jeongwoo jahil. Laki laki itu menunjukkan senyuman miringnya kepada rora.
"BODOAMAT PARK JEONGWO!!!!" jawab rora dengan kesal.
Jeongwoo pun tertawa dengan keras karena berhasil menjahili istri nya.
★
selesai, 2 chapter bonus buat kalian semua ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Admirer | Chocopanda END!
FanfictionJust the story of bigboy and big baby panda sharing their teenage years together. Basketball captain and beauty blogger model, What about their visuals?
