MH 22

3.2K 216 3
                                        

Tidak terasa hari itu tiba, dimana haechan dan johnny pulang ke Korea.

Namun bagi chenle dan Mark itu terasa sekali,  setiap malam ketika hendak tidur mereka selalu berharap bahwa haechan akan pulang besok, dan setiap hari selalu seperti itu dan terus berulang.

"Semoga bear pulang besok" batin Mark

Mark tidak tahu bahwa haechan akan pulang besok berbeda dengan chenle yang mengetahuinya.

Tetapi kondisi chenle saat ini tidak sehat, badannya menggigil dan muka nya pucat, ia akhirnya tumbang juga.

Chenle tidur sendiri malam ini, karna kasur dan kamar sudah ia bersihkan untuk menyambut haechan kembali.

"G-apapa shh b-besok j-ug-ga pa-sti b-bakal sem-mbuh" ucapnya sambil menggigil

Chenle memaksakan matanya untuk terpejam dengan niat untuk mengistirahatkan tubuh nya.

Hingga pagi pun tiba, chenle bangun pagi sekali dan bergegas mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang penuh keringat, dengan rasa yang tidak sabar ia selalu melihat ke arah jendela berharap mobil yang haechan naikin datang.

Chenle menunggu itu sampai langit berganti warna, ia akhirnya menanyakannya pada haechan Dnegan mengirimi pesan padanya.

/Room chat

"Hyungg sudah sampai mana?"

"Chenle?"

"Iya kenapa Hyung?"

"Hyung tidak pernah bilang ke chenle kalau hari ini Hyung akan pulang"

"A-aku tahu dari Johnny Hyung"

"Bukannya kamu takut pada Johnny Hyung?"

Dengan badan chenle yang mungil tentu saja akan takut saat melihat Johnny yang badannya seperti gapura kabupaten dan terlebih juga tinggi nya yang benar-benar tinggi sekali, untuk melihat Johnny saja chenle harus menenggakan kepalanya ke atas. "Johnny hyung seperti Titan" ucap chenle

"T-tidak, yang takut mah Ji-Sung Hyung bukan aku"

"perasaan kamu pernah bilang waktu itu"

"Hyungg aku nanya.. Hyung sudah sampai?"

"Sudahh bayii.. ini Hyung sudah perjalanan ingin ke drom"

"Oke baiklah aku tunggu hyungggg"

sampai dimana haechan tiba di drom grup sebelah, dan bermalam di drom ini, memutuskan untuk besok saja ke drom grup dream nya.

Rasanya badanya remuk saat ini.

Mark akhirnya bertemu lagi dengan haechan dengan perasaannya seperti ia di bawa terbang, Mark dengan gembira membantu haechan membawakan barangnya, tapi aksinnya itu di tolak mentah-mentah oleh haechan.

Dengan bingung Mark berhenti sejenak hingga aksinya akhirnya di hentikan oleh jaehyun.

"Mark.."

"Dad kenapa hae-"

"Haechan lelah Mark, kamu jangan mengganggunya dulu"

"Aku ga ganggu dad aku hanya membant-"

Jaehyun menatap Mark dengan mengisyaratkan untuk menuruti perintah nya saja, kemudian melihat Johnny dengan muka yang sudah sangat lelah.

"Kenapa bear selalu mengabaikan ku kalo tidak ada kamera? Pernyataan itu saja aku belum tahu jawabannya"

"Tapi rasanya ada yang janggal, bear kenapa?"

Dengan berat hati Mark hanya melihat haechan yang perlahan menjauh darinya.

Kemudian Mark mencoba untuk ke kamar haechan dengan niat untuk meminta maaf, namun sama sekali tidak ada jawaban, sampai air mata nya keluar pun tetap saja tidak ada pergerakan dari dalam.

Different [Markhyuck] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang