Jangan cuma baca, wajib Vote!
Pastikan untuk follow terlebih dahulu! Lebih bagus kalo ngasih komentar atau request cerita bisa langsung DM yaww!
Cerpen dewasa, bocil dilarang mampir. hanya untuk 21+ dosa tanggung sendiri.
Diusahakan update setiap ha...
Wajib Vote! Kalo perlu follow + masukin ke perpus Kelen! Bantu dukung author biar semangat nulisnya! Thanks ...
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seminggu berlalu setelah kejadian bersama Areta di atap gedung fakultas. Sejak saat itu, Areta tidak pernah terlihat keberadaannya. Sikap orang-orang yang sebelumnya memasang wajah jijik, kini seakan tidak peduli. Sepertinya mereka menyerah karena tidak ada bukti kuat dari rumor itu.
"Dion! Weekend ini lu mau kemana? Hangout bareng mau nggak?" Tanya Tio, salah satu teman gue.
"Sorry, gue ada acara keluarga."
"Oh kapan lu pulang?"
"Malam ini, sore gue masih ada kelas."
"Acara keluarga 2 hari?"
"Iya, soalnya ke luar kota."
"Oke deh, have fun ya ..."
Sorenya, gue mengikuti kelas seperti biasanya. Seharusnya, saat ini gue satu kelas bersama Areta. Sepertinya ia tidak hadir juga. Entah sebenarnya ada apa dengannya.
Setelah kelas, gue segera pulang menuju kosan yang biasa gue tinggali. Gue membereskan kamar sebentar, menyiapkan makanan untuk dimakan sebelum pulang. Setelahnya gue bergegas mengunci pintu dan meninggalkan kosan.
Hanya butuh satu jam perjalanan sebelum akhirnya gue sampai di sebuah rumah yang cukup besar berisikan dua lantai. Gue segera memasuki rumah yang sudah terdengar obrolan dari luar.
"Dion, kamu udah nyampe sayang." Mama gue menyambut kedatangan. Padahal gue berusaha tidak menggangu obrolan mereka.
"Duduk sini sebentar, Dion. Ada yang mau papa omongin."
"Kenapa pa?"
"Malam ini juga kita bakal berangkat ke vila yang ada di Bogor. Nanti di sana, kita bakal ketemu sama calon keluarga kakak kamu. Sengaja pertemuan diambil pas weekend biar semuanya bisa ikut."
Gue mengangguk, lagipula kehadiran gue hanya sebagai salah satu saksi. Sisanya gue habisin buat bersantai, nyari inspirasi untuk tulisan. Kakak gue yang bernama Alex memang sudah memasuki usia menikah. Lagipula dia sudah banyak menghasilkan uang.
***
Di Vila keluarga, Bogor.
"Ma, Dion keliling sekitaran vila dulu ya ...."
Gue memutuskan untuk pergi menuju ke area lapang yang tidak jauh dari perkebunan. Saat perjalanan kemari, gue nggak sengaja melihat ada rumah pohon. Mungkin lebih enak kalo istirahat di sana.
Saat menaiki rumah pohon, gue pikir tidak ada orang lain di sana. Ternyata ada seseorang yang lebih dulu datang. Dan orang itu adalah orang yang sangat gue kenal.
"Areta?"
Areta yang tadi memejamkan mata sambil berbaring, seketika bangkit dengan terkejut. . . .
Note: Link lengkap cerita di karyakarsa, author taro di kolom komentar yaa! Jangan lupa bantu dukung tulisan author di sana❤️