Next Part!!
Walaupun belum 500 votenya, tapi GPP deh buat kali ini, aku juga nggak tega buat kalian nunggu lama hehe....
Sebelum baca part ini, ada baiknya kalian baca ulang part Darren yg pertama, karena nyambung ceritanya!!
So, wajib vote dan follow author ya
Bisa juga follow akun Ig khusus untuk WP ini, link ada di bio!
Happy reading!
________
Biasanya saat orangtuaku pergi ke luar negeri untuk mengurus pekerjaan mereka, aku akan sendiri di meja makan panjang ini. Kakakku sudah lama tinggal di rumah miliknya, tidak lagi tinggal di mansion ini. Kecuali untuk beberapa kesempatan, ia akan pulang. Saat ini, aku justru duduk berdua bersama Darren. Cowok yang dulu sangat ingin aku hindari.
Bukan apa, dia tampan bahkan sangat tampan. Dia seperti sosok pangeran kuda putih. Hanya saja, satu yang aku tidak suka adalah karena ia memiliki banyak mantan pacar. Entah bagaimana dengan pacarnya.
Tapi karena pertemanan orangtua kami, jadilah kami berada di satu waktu dan tempat yang sama saat ini. Mansion The Varsha Family.
Karena kegiatan panas kami sebelumnya di dalam mobil, aku benar-benar tidak bisa lagi menolak pesonanya. Bahkan aku seolah menutup mata dengan fakta yang membuatku tidak menyukainya.
Flashback!
Aku terus mengelus dan sedikit meremas juniornya dari luar celana yang ia gunakan. Ia terus mengerang nikmat, sampai wajahnya terlihat begitu merah. Bisa kukatakan, dia menggemaskan.
"Ahhh Audy! Gila tangan Luh..."
Aku membuka resleting celananya dan mengeluarkan juniornya. Dia sedikit tersentak dengan sentuhan secara langsung antara tanganku dengan miliknya. Aku mengelus lembut juniornya yang ternyata sesuai dengan ekspektasiku. Panjang, sedang, dan berurat.
Aku mengocok batang kemaluannya naik turun dengan tempo pelan dan sesekali cepat, membuat Darren kelimpungan karena ulah tanganku. Tangannya yang bebas sudah sejak tadi meremas payudaraku, meskipun terasa tidak bisa fokus karena kenikmatan yang aku berikan.
"Audyhh.... faster byy.... aku mau sampai!" Aku mulai merasa batang kemaluannya kian membesar dan panas. Dengan gemas aku terus mengocok batang itu. Hingga cairan putih kental benar-benar muncrat dan mengenai tangan dan baju kami.
"Ahhhh......" Erangnya puas.
Kepalanya bangkit dari ceruk leherku, menatap sayu mataku. Ia mendekatkan bibirnya dan kami kembali berciuman dengan penuh gairah. Tangannya terus meremas buah dadaku tanpa membuka pakaianku.
"Darren, ayo pulang. Gue beneran laper...." Sejak tadi kami memang belum melajukan mobil, masih berada di parkiran tempat pemotretan.
"Ekhem.... Nanggung, Gani udah tegang lagi." Ia menciumi dadaku tanpa membuka bajuku. Memberikan sensasi geli.
"Gani?"
"Iya, gagah dan berani."
Aku tertawa pelan, menarik kepalanya dari depan dadaku. Matanya masih dengan kabut gairah. Aku mengecup pelan bibirnya.
"Nanti lanjutin di mansion." Aku berbicara sambil mengusap bibirnya yang terlihat basah.
Akhirnya ia melajukan mobilnya tanpa menyingkirkanku dari pangkuannya. Ini sudah pukul delapan malam, seharusnya mansion akan sepi jadi aku tidak masalah.
Flashback off!
Kembali ke meja makan. Kami saling diam menghabiskan makanan masing-masing. Darren justru terlihat sangat kelaparan di bandingkan aku yang sebelumnya merengek lapar.
KAMU SEDANG MEMBACA
One/Two Shoot [END]
RomanceJangan cuma baca, wajib Vote! Pastikan untuk follow terlebih dahulu! Lebih bagus kalo ngasih komentar atau request cerita bisa langsung DM yaww! Cerpen dewasa, bocil dilarang mampir. hanya untuk 21+ dosa tanggung sendiri. Diusahakan update setiap ha...
![One/Two Shoot [END]](https://img.wattpad.com/cover/363969115-64-k366972.jpg)