Tugas Kelompok

11.1K 21 1
                                        

Happy reading!
Untuk lengkapnya buka link Karyakarsa melalui kolom komentar yaa...

*
*
*

"Lynn, nggak masalah kan kalo ngerjainnya di rumah lu?" Rere mendekat ke kursi Lynn bersama dengan Bagas.

"Iya, rumah gue selalu sepi kalo sore. Baru pada pulang pas malem." Lynn masih sibuk membereskan alat tulisnya. "Jam 3 langsung Dateng aja ke rumah gue."

Rere dan Bagas mengangguk, kemudian keduanya meninggalkan ruangan kelas. Reza juga bersiap untuk meninggalkan ruang kelas, namun tangannya di tahan oleh Lynn.

"Kenapa?" tanya Reza bingung.

"Nanti, mau Dateng lebih awal nggak? Kita main dulu?" Lynn berbicara sedikit tersipu.

Reza yang mendengar itu dan melihat ekspresi Lynn juga tidak bisa menahan semburat merah di pipinya. Ia tahu apa maksud Lynn. Mungkin akan mendapatkan lebih dari kegiatan mereka saat jam istirahat.

"Nggak bisa janji, takutnya gue ketiduran ...."

"Oke deh ...." Lynn melepaskan tangannya yang tadi ia gunakan untuk menahan Reza.

Sebelum pergi, Reza sempat mengelus lembut rambut kepala Lynn. Kegiatan itu sangat singkat hingga tidak ada yang menyadarinya.

Lynn segera meninggalkan kelas dan menghubungi supirnya. Ternyata Pak Joko sudah menunggu di parkiran sekolah. Tanpa menunggu lama, Lynn bergegas menaiki mobilnya.

***

"Non, Tuan katanya nggak bisa pulang 2 hari ke depan."

"Oh iya, makasih pak."

Lynn segera memasuki rumah, rasanya ia ingin segera membersihkan tubuhnya. Saat hendak menaiki tangga, Lynn mendapatkan notifikasi dari handphonenya. Dari grup keluarga, Topan -kakaknya- menyampaikan bahwa tidak bisa pulang karena harus tinggal di kos temannya untuk menuntaskan tugas.

"Jadi, malam ini Lynn sendirian di rumah?" Lynn mengirim pesan dengan disertai emoji sedih.

Kemudian ia bergegas menuju kamarnya. Masih ada waktu dua jam sebelum akhirnya teman-temannya datang untuk tugas kelompok.

Setelah membersihkan tubuhnya, Lynn memilih untuk rebahan di kasurnya. Ia masih mengingat dengan jelas saat ayah tirinya menyetubuhinya di kamar ini. Mengingat itu membuat pikiran jahil Lynn tiba-tiba muncul.

Ia kemudian memotret tubuhnya yang menggunakan pakaian cukup seksi. Dikirimnya foto itu ke Reza, tanpa caption hanya foto. Kemudian, Lynn memutuskan untuk memejamkan matanya. Ia mulai merasa mengantuk.

 Ia mulai merasa mengantuk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ting Nung!
Ting Nung!

Seseorang memencet bel di luar gerbang rumah Lynn, Pak Joko yang sedang berjaga segera mendekati gerbang.

"Temennya non Lynn, ya?"

"Iya betul, pak."

"Katanya langsung masuk aja ke kamarnya di lantai 2, pintu warna putih. Udah ditunggin daritadi."

"Baik, terimakasih, pak."

Kriett!

Reza membuka pintu kamar Lynn setelah menaiki lantai dua. Ia bisa langsung melihat letak kamar Lynn karena satu-satunya pintu yang berwarna putih di sana.

Terlihat Lynn yang tertidur pulas di kasurnya. Atasannya sedikit tersingkap. Reza sempat menelan ludah menyaksikan keindahan lekuk tubuh Lynn yang tertutup pakaian ketat itu.

Reza segera melepaskan Hoodie yang dipakainya, meletakkannya sembarangan di kursi yang ada di sana. Dengan bertelanjang dada, ia mendekati Lynn dan ikut berbaring di kasur itu. Ia menarik tubuh Lynn agar nyaman diperlukannya. Sejenak kemudian, ia sudah ikut terlelap.

***

"Mmm..." Lynn mulai terbangun dari tidurnya, ia merasa ada yang melingkari perutnya dan menghalangi ruang geraknya. Detik berikutnya ia mengetahui ada orang yang sedang memeluknya dari belakang.

Lynn merasa bagian tubuhnya yang bersentuhan langsung dengan kulit Reza itu terasa hangat. Ia bisa tahu bahwa Reza hanya mengenakan celana pendek selutut.

"Reza?" Lynn mengelus lembut tangan yang melingkar di perutnya.

"Hmm? Udah bangun?" Reza melonggarkan pelukannya, memberi ruang bagi Lynn untuk merubah posisinya. Sedetik kemudian Lynn sudah memutar tubuhnya menghadap Reza.

Tangan Lynn mulai sibuk meraba dada bidang Reza. Sentuhan lembut itu seperti menari-nari dan membuat Reza sedikit terbuai. Tatapan keduanya bertemu, mulai menyelami alam pikiran masing-masing.

Cup!

Satu kecupan berhasil mendarat di bibir Lynn yang sejak tadi terlihat menggoda di mata Reza. Merasa tidak ada penolakan, Reza kembali mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Lynn.

"Emmm .... Mmmhhhh..."

Kecupan itu berubah menjadi kuluman dan hisapan lembut yang memabukkan. Keduanya mulai terbuai, ciuman mulai memanas, saling menyesap lidah satu sama lain. Terdengar suara air liur dan decakan halus di kamar itu.

***
Jangan lupa buka link di kolom komentar untuk cerita lengkapnya!

One/Two Shoot [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang