Thanks buat yg masih setia ...
Untuk lengkapnya, klik link yang ada di kolom komentar yaa ...
(*Walaupun nggak lengkap, tetap bisa nemenin fantasi kamu!)
*
*
*
Namaku Cia, aku bekerja di sebuah perusahaan yang berkecimpung di dunia bioteknologi. Maka yang terjadi adalah hampir banyak waktu aku habiskan di laboratorium.
Hingga kemarin, aku dipercaya untuk mewakili perusahaan dalam rangka kerjasama bersama perusahaan lain mengenai inovasi terbaru dalam bidang pertanian. Karena hal tersebut, aku harus berangkat menuju kota Jakarta.
Aku berangkat bersama satu rekanku yang lain, namanya Naya. Dia adalah junior yang baru bekerja sekitar sebulan. Dia diminta ikut agar bisa menjadi asisten dan menambah pengalaman dan pengetahuan.
Sampai tibalah kami di sebuah hotel yang akan menjadi tempat tinggal sementara kami, sebelum akhirnya pertemuan perdana bersama beberapa perwakilan perusahaan lain diadakan.
"Kak, handphonenya bunyi." Teriak Naya. Saat itu aku sedang berada di toilet.
"Oh, iya."
Segera aku menyelesaikan urusanku dan mengangkat panggilan dari Pak Raka selaku pemimpin dalam penelitian nantinya.
"Mohon maaf Bu Cia karena saya mengganggu waktu istirahatnya. Maaf tidak bisa basa-basi terlalu banyak, untuk besok rapat di adakan dalam gedung perusahaan X jam 09.00."
"Tidak jadi di tempat sebelumnya, pak?"
"Iya, kami mohon maaf karena tempat yang dijanjikan sebelumnya siang tadi mengalami insiden dan tempat tersebut tidak bisa dipakai untuk sementara."
"Baik, Pak."
"Nanti akan ada seseorang yang menjemput ke hotel Bu Cia, kebetulan dia juga manajer perusahaan X yang juga akan turut andil dalam penelitian. Karena jalannya searah, jadi beliau bersedia menjemput sebagai bentuk permohonan maaf juga."
"Oh, saya bisa naik taxi saja, Pak."
"Mohon maaf Bu, Cia. Ini Pak Haris yang memaksa dan saya tidak bisa menolak. Kalau begitu saya tutup teleponnya, selamat malam."
"Eh, tunggu, Pak ...."
Tut ... Tut ... Tut ...
Haris? Mungkin hanya namanya yang mirip ....
Batinku sedikit terkejut mendengar nama dari manajer perusahaan X tersebut.
"Ada apa, Kak?"
"Oh, besok tempat rapatnya pindah dan kita harus sudah siap sebelum jam 9 karena dari perusahaan X akan mengirim jemputan."
Kami pun memutuskan untuk segera beristirahat lantaran tubuh kami terlalu lelah karena perjalanan sebelumnya. Naya terlelap lebih dulu dan disusul aku.
***
Ting ... Tong ....
Ceklek!
"Eh ..."
"Selamat pagi, Bu Cia. Saya Andre, supir yang akan menjemput anda dan rekan anda."
"Oh, iya. Baik ..."
"Pak Haris meminta saya untuk membawa koper milik Bu Cia dan Bu Naya."
"Koper?" Aku merasa heran, karena hanya untuk rapat tidak perlu membawa koper. Kami juga memesan hotel untuk dua malam.
"Iya, Bu."
Akhirnya aku dan Naya segera mengeluarkan koper kami dan tidak lama muncul staf hotel yang biasanya memberikan layanan membawakan barang bawaan customer.
KAMU SEDANG MEMBACA
One/Two Shoot [END]
RomanceJangan cuma baca, wajib Vote! Pastikan untuk follow terlebih dahulu! Lebih bagus kalo ngasih komentar atau request cerita bisa langsung DM yaww! Cerpen dewasa, bocil dilarang mampir. hanya untuk 21+ dosa tanggung sendiri. Diusahakan update setiap ha...
![One/Two Shoot [END]](https://img.wattpad.com/cover/363969115-64-k366972.jpg)