Keynara Florencia, seorang siswi SMA, harus menghadapi kenyataan pahit setelah melakukan kesalahan fatal bersama pacarnya, Ryder Valentine Vincent, ia hamil.
Saat Keynara mengusulkan untuk menggugurkan kandungannya, Ryder menolak dan berjanji akan m...
“Kalo lo mau cerita ada gue kok, yang bisa jadi teman curhat lo Key.” — KIERAN ATLAS SHADOW.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bel pulang sudah berbunyi sejak tadi, Key hanya bisa berdiri di depan gerbang, sambil menunggu sopir pribadinya yang tak kunjung datang. Teman-temannya Oliv dan Geby sudah pulang sejak tadi karena ada keperluan mendadak.
Sudah sepuluh menit dirinya menunggu di depan gerbang, namun tidak ada tanda-tanda sopirnya akan datang. Di sekolah juga sudah tidak seramai tadi. Hanya beberapa orang di parkiran yang juga sedang menunggu juga.
Key juga sudah menelpon sopir pribadinya namun tidak di angkat-angkat sejak tadi. "Kok nggak datang sih daritadi, gue mau pulang sama siapa coba, perut gue juga udah sakit!" keluh Key, sambari memegangi perutnya.
Atlas, laki-laki yang juga sekelas dengan Key melihat Key dari parkiran, sepertinya ia tahu jika Key belum juga pulang dan sedang menunggu jemputan.
Atlas naik ke atas motornya, tak lupa menyalakan mesin dan menjalankan motornya sampai di depan Key di depan. Key yang sedang berdiri itu kaget melihat Atlas yang belum pulang.
"Hai Key, kok belum pulang?" sebenarnya Atlas tau tapi namanya juga basa-basi, yakan?
Key sebenarnya kaget sih. "Ohh ini lagi nunggu sopir tapi kok belum datang yah, mana udah mau jam lima lagi," balas Key melirik jam tangannya.
"Hmm gimana kalo ikut sama gue aja, daripada nunggu di sini terus."
Atlas mengajaknya Key untuk ikut dengannya pulang bersama daripada lebih lama nunggu sopirnya. Key tampak berpikir terlebih dahulu.
"Yaudah deh gue ikut," final Key, ingin ikut dengan Atlas.
"Nah gitu dong," senyum Atlas, lalu memberikan Key helm yang sudah ia bawa, jaga-jaga aja kalo ada orang yang ia bonceng pulang.
Key mengambil helm yang di kasih Atlas, memakainya setelah itu mulai naik ke jok belakang motor Atlas.
"Ayo jalan," ucap Key dari balik helmnya.
"Let's go!" seru Atlas, mulai menjalankan motornya.
Sepanjang perjalanan, terdengar percakapan di antara mereka. Banyak hal yang ditanyakan Atlas tentang Key yang selama ini ia ingin ketahui, begitupun dengan Key yang ingin tahu banyak tentang Atlas yang menurutnya cukup dingin, agak cool gitu seperti Ryder sih.
"Key, lo langsung mau pulang, gamau singgah gitu atau apa?" Tiba-tiba Atlas bertanya.
"Hmm... Gimana kalo kita singgah di situ aja, di penjual seblak, kebetulan pengen makan seblak," balas Key begitu antusias.
"Boleh, yaudah aku punya tempat rekomendasi tempat seblak yang enak."
"Wihh, boleh tuh, yaudah gue udah nggak sabar nihh," kata Key tidak sabaran, ekspresi wajahnya yang semula terlihat biasa aja mulai yakin ingin mencicipi seblak tempat rekomendasi Atlas.
Sesampainya di sana, sudah banyak orang yang terlihat sedang makan dan juga yang baru datang dan sedang mengantri. Sepertinya sangat terkenal yann.
"Benar-benar ramai tempatnya," Key takjub dengan tempatnya yang emang dingin sihh.
"Iya kan, dijamin deh di sini seblak nya enak, percaya sama gue," Atlas mengajak Key langsung masuk ke dalam.
****
"Udah kenyang yah?" Atlas melihat Key sudah kekenyangan gara-gara sudah lima kali memesan seblak yang tampak membuatnya ketagihan.
"Iya nih tlas, gue keknya kenyanh banget dehh, perut gue udah penuh nihh," sahut Key, mengelus perutnya.
"Eh mau langsung pulang? siapa tau mau pergi ke suatu tempat," tanya Atlas kembali, siapa tau yah Key ingin pergi ke suatu tempat.
"Gimana kalo kita ke taman dekat rumah aku aja, kebetulan di sana aku mau pingin ke sana," usul Key tiba-tiba kepikiran untuk ke sana.
"Okey, kita ke sana sekarang," balas Atlas, mulai memasang tasnya begitupun Key.
Setelah berkendara selama beberapa menit, sekitar setengah jam. Mereka akhirnya berhenti di salah satu taman yang cukup untuk mereka tempati, luas namun indah dengan pepohonan dan juga bunga.
"Sejuk kan di sini?" tanya nya.
Atlas mengangguk. "Iya sejuk, tapi kok lo mau ke sini, tumben aja?"
"Hmm... Gue tapi ga jadi deh," dari wajahnya Key seperti ingin mengatakan sesuatu.
"Kalo lo mau cerita ada gue kok, yang bisa jadi teman curhat lo Key," ujar Atlas, ingin tahu apa yang sedang ingin Key bicarakan.
Key memerhatikan Atlas terlebih dahulu, ia tahu Atlas cocok untuk menjadi teman curhat nya sekarang, selain Geby dan Oliv. Namun apakah Atlas ingin mendengarkan suara hatinya.
"Tapi lo janji yah nggak tanya orang-orang?" ucap Key penuh harap. Atlas menggeleng cepat, mengiyakan apa yang dikatakan Key. Setelah setuju Key akhirnya berbicara.
"Sebenarnya gue kangen sama Ryder, dia pergi setelah gue hamil. Tau nggak sih Atlas, perasaan gue pas tahu Ryder udah pergi ke Inggris, rasanya sakit. Udah kek ninggalin gue gitu aja. Nggak tanggungjawab sama gue dan janin yang sekarang gue kandung."
"Menurut lo Ryder itu laki-laki pengecut atau gimana? Gue butuh saran lo Atlas!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ahmad fitrah | 14 Oktober 2024.
Gak nyangka bakal ada di bab ini, sungguh di real life gue banyak cobaan banget terutama di sekolah.
Makasih yah udah nyempetin baca walaupun nggak di vote sm komen. Makasih yah udah baca walaupun gak tahu yang baca siapa aja atau cuma penasaran doang?