BAB 44. LULUS VS LAMARAN!

124 14 2
                                        

“Aku bersungguh-sungguh menjadikan dirimu, satu-satunya wanita dalam hidupku.”
— RYDER VALENTINO VINCET.

"Geby ayoo!" ucap Key, menarik lengan Geby yang masih tidak ingin beranjak dari tempat duduknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Geby ayoo!" ucap Key, menarik lengan Geby yang masih tidak ingin beranjak dari tempat duduknya. Hari ini di mading sekolah sudah di umumkan daftar siswa yang lulus dan juga tidak lulus.

"Key, gue males gerak. Lo aja sana sama Oliv," desah Geby, ia lebih memilih duduk di bangkunya tanpa ingin bergerak sedikitpun. Entah ada apa dengan dirinya.

"Ayolah..."

Namun Geby tak mengubris Key sama sekali dan memilih pergi tiba-tiba, Oliv yang baru masuk ke dalam kelas, terheran melihat Geby.

"Lohh, Geb. Lo mau kemana?" teriak Oliv menoleh kebelakang, namun Geby sepertinya sudah pergi.

"Key, Geby kenapa?" Oliv balik bertanya, tidak seperti biasanya. Ia lalu meletakkan minuman pesanan Key di atas meja.

Key menggeleng. Ia juga tidak tahu tentang Geby, setelah ujian nasional. Sifatnya tiba-tiba berubah, sudah tidak se eksaited biasanya.

Apa karena mereka bentar lagi lulus? Atau gimana. Key duduk sejenak, untuk melepaskan penat, tangannya mengambil minuman yang baru Oliv beli di kantin.

"Hmmm, seger." Key merasakan dingin setelah meminum minumannya, dahaga yang sejak tadi koar-koar sudah hilang setelah minum. Begitupun dengan Oliv. Mereka berdua akan ke mading sekolah untuk melihat nilai mereka.

Di depan kelas, Ryder sedang menatap pujaan hatiku, siapa lagi jika bukan, si cantik Key. Wanita yang membuatnya tergila-gila dan juga membuatnya berubah.

"Sayang... Ngapain di situ, sini!" Key baru menyadari jika sejak tadi Ryder berdiri di depan kelasnya. Oliv berbalik melihat  Ryder.

"Ouhhh Ryder, yaudah deh gue keluar cari Geby dulu, siapa tau anak itu lola atau gimana. Tau sendiri kan?" alasan Oliv, karena tidak ingin menggangu kebucinan sahabatnya ini.

"Ehh tapi...?" Key merasa tidak enak.

"Udah, gapapa. Gue tinggal yah." Oliv lalu pergi, keluar dari dalam kelas. Sekejap menatap Ryder.

Dengan senang hati, Ryder masuk kedalam kelas Key. "Hai sayang, gimana kabarnya. Maaf yah sering gak on di Wa soalnya fokus belajar."

Key tersenyum mendengarnya, kemudian mengangguk tanda paham. "Iya, aku ngerti kok."

"Kamu udah liat mading sekolah?" tanya Key.

"Belum, ini aku mau ngajakin kamu ke sana," balas Ryder.

"Yaudah kita ke sana sekarang," timpal Key. Mereka berdua langsung berjala ke meding sekolah untuk melihat apakah mereka lulus atau tidak. Diantara keduanya, tampak Key sedikit degdegan karena takut jika nilainya tidak sesuai harapan.

****

"Hikss... "

"Gue gak bisa, gue gak bisa pisah sama kalian."

S.M.A [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang