BAB 10. KEBABLASAN 🔞

719 34 1
                                        

“Gue yang salah, gue bakal tanggung jawab kalo lo hamil nanti.”

— RYDER VALENTINO VINCENT.

Setelah menunggu beberapa menit di depan pintu gerbang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah menunggu beberapa menit di depan pintu gerbang. Ryder sudah datang dan berhenti tepat di depan Key. "Ayo naik," perintah Ryder memberi helm untuk Key pakai.

Setelah itu Key langsung duduk di jok belakang Ryder dengan tangan yang melingkar di perut Ryder. Ryder hanya tersenyum saat melihat tangan Key menyentuh perutnya.

"Ayo jalan, gue mau pulang nihh."

Setelah mendapat perintah, Ryder langsung menyalakan mesin motornya lalu pergi dari sekolah menuju rumahnya sekarang. Bukan rumah Key namun rumah Ryder.

Di tengah jalanan yang cukup sepi, tidak ada percakapan diantara mereka berdua. Hanya suara motor yang menemani mereka. Sesekali Ryder membuka obrolan namun itu tidak berlangsung lama hingga akhirnya mereka sudah sampai di depan rumah Ryder yang disambut hangat oleh satpam.

Setelah sampai, Ryder mematikan mesin motornya lalu turun. Key yang belum turun membuat tanda tanya untuk Ryder. "Lo kenapa belum turun, hmm?" Key membalikkan wajah, enggan melihat muka Ryder.

"Ayo turun atau gue turunin lo sekarang!" ancamannya tentu tidak main-main. Key akhirnya turun walaupun dibantu oleh Ryder.

Key tetap tidak ingin melihatnya. Ia lebih memilih berjalan duluan ingin masuk ke dalam rumah Ryder yang memang cukup besar. Rumah Ryder memang megah dan tidak kalah bagus dengan rumah Key. Dengan gaya ala-ala eropa.

Ryder tersenyum dari belakang, melihat Key yang masih memakai helm yang belum juga ia lepas. "Buru-buru banget yah, sampai helmnya nggak di lepas dulu?" suara Ryder mampu langkah Key terhenti.

'Mampus, gue bego banget jadi orang!' buru buru Key membalik dengan cengiran yang khas. "Sorry gue lupa, nih helmnya."

Key memberikan helmnya pada Ryder kemudian berbalik masuk ke dalam rumah Ryder padahal Ryder masih ada di depan. Benar-benar tak tahu malu.

Keynara senyum-senyum sendiri sambil melihat sekeliling rumah yang begitu mewah dan juga artistik. Key langsung duduk di sofa dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Mulai dari ruang tamu hingga foto-foto yang ada di dinding itu.

"Liatin apa?" tanya Ryder tiba-tiba duduk di samping Key. Key melihat Ryder yang tengah memandangnya. "Apasih liat-liat, nggak usah kegatelan!" sinis Key yang langsung pindah dari dekat Ryder.

Ryder yang melihat Key pindah tempat langsung ikutann pindah. "Nggak usah ikut-ikutan, yang ikutin gue pacarnya monyet!" seru Key agar Ryder tidak mengikutinya terus. Namun Ryder tetap mengikuti Key.

"Cepet katanya mau ngerjain tugas, gue nggak mau buang-buang waktu hanya di rumah lo," kata Key mulai serius, karena memang ia tidak ingin lama-lama di rumah Ryder takut menimbulkan fitnah.

Ryder yang mengerti kemudian mengajak Key ke kamarnya. Karena di sana buku-buku pelajarannya berada. Lagian cuaca yang sedang dingin dan mulai gerimis dari luar.

Mereka menaiki tangga yang jumlahnya ada tiga puluh anak tangga hingga sampai di lantai dua, melewati satu lorong panjang hingga sampai di kamar Ryder yang ada di ujung, tidak terlalu jauhh namun tidak dekat juga rasanya.

"Ayo masuk, nggak usah malu-malu gue nggak makan orang," Ryder tahu jika Key tampak takut dengan dirinya.

Key sedikit percaya dengan omongan Ryder, setidaknya ia bisa tahu karakter Ryder sejauh ini. "Oke gue percaya sama lo,"

Key tanpa rasa takut kemudian masuk ke dalam kamar Ryder yang cukup nyaman menurutnya. "Kamarnya bagus, rapi dan bersih," Review Key untuk kamar Ryder yang memang dikenali pintar di sekolah.

Key tak langsung duduk, ia melihat beberapa buku yang tergeletak di bawah meja belajar Ryder. Karena penasaran Key langsung mengambil buku itu dan sunggu di luar nurul Key begitu kaget melihat isi bukunya.

"Astaghfirullahalazim, lo baca cerita nganu?" tentu Key kaget pada Ryder yang notabene alim tapi kenapa bisa seperti ini. Apakah ini sifat aslinya yang memang ia rahasiakan.

Ryder cuek-cuek saja saat melihat ekspresi Key. Tidak ada rasa takut dalam dirinya. "Kenapa ngeliatin gue?" Ryder duduk selonjoran di atas kasur.

"Gue nggak nyangka aja gitu loh, kok lu bis-" Ryder menutup mulut Key menggunakan tangannya. Ryder kesal karena Key terus menerus mencampuri urusan nya.

"Nggak usah berisik, gue juga tau kalo lo pengen kan?" entah kenapa Ryder tiba-tiba bilang seperti itu.

"Maksud lo apa bangsat, gue bukan perempuan murahan," kata Key langsung menendang selangkangan Ryder.

"Arghh!" Ryder mengerang kesakitan.

"Sialan lo Key," Ryder langsung menerkam Key hingga tidak bisa berkata-kata lagi.

"RYDER SETAN!"

***

18.00 wib.

Mereka berdua hanya diam-diam tanpa ada perbicaraan sedikitpun. Key hanya menggunakan selimut tanpa sehelei benang begitupun dengan Ryder yang hanya mematung di samping Key.

"Lo manusia bajingan, gue benci sama lo Ryder!" air mata Key mulai mengalir. Ia tak percaya jika hari ini keperawanannya direnggut oleh Ryder. Siswa berprestasi yang membanggakan SMA CAKRAWALA.

"Nggak usah sedih, lo juga menikmatinya bukan?" tanya Ryder menaikan alisnya dengan senyuman yang begitu menjijikkan dimata Key.

"SETAN LO ANJING!" Key ingin bangun tapi tubuhnya seperti sedang lumpuh apalagi selangkangannya yang benar-benar sakit.

"Gue yang salah, gue bakal tanggungjawab kalo lo hamil nanti."

Satu kalimat yang benar-benar membuat amaraha Key memuncak. Ia benar-benar sudah kehilangan akal dengan manusia di samping nya ini. Ia lebih pantas disebut binatang daripada manusia.

"Maaf gue kebablasan, sebenarnya gue nggak mau buat lo kek gini, tapi!"

"Tapi apa, hmm?" serang Key.

"Tapi lo udah hancurin mental gue anjing, lo adalah manusia tolol yang sok pintar lo bajingan Ryder, lo anjing!"

Degh...

Key benar-benar melampiaskan amarahnya, Ryder? Dia hanya diam karena ini memang salahnya. Salah besar karena telah merengut keperawanan Key. Apakah dirinya harus menikah Key.

Apakah ini sebuah solusi atau sebua masalah yang membuat keduanya semakin terombang-ambing?

Apakah ini sebuah solusi atau sebua masalah yang membuat keduanya semakin terombang-ambing?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ahmad fitrah | 30 Agustus 2024.

HALO GAES GIMANA CERITANYA?
BAB INI MENGURAS EMOSI NGGAK SIH?

Yuk vote dan komen dulu setelah baca, awas yang nggak komen sama vote ku sumpahin kaya mendadak.

S.M.A [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang