EPILOG

302 16 0
                                        


"Papa... Mama nakall!" seorang putri kecil tengah berlari kecil menghampiri sang ayah. Dia sedang dikejar oleh ibunya yang sejak tadi ingin memberinya makan.

"sayang, Mama capek. Makan yah. " dengan wajah lesu Key mengiba agar sang putri kecilnya luluh, namun nyatanya tidak. Putri kecilnya masih saja tetep tidak mau makan.

"Kenapa? Kenapa gamau makan. Makan sayang, udah waktunya lohh,"

Karena sejak tadi sang putri kecil tidak ingin makan, Ryder memberanikan diri ingin menyuapi sang buah hati.

"kalo sama ayah mau gak?" tawar Ryder pada putri kecilnya. Namun entah kenapa, putri kecil nya langsung tertawa dan menghampiri dirinya.

"Ouhh, dengerin tuh Ma, putri kecil kita mau di suapin sama ayahnya," tutur Ryder, menyakinkan sang Mama agar semuanya tenang.

Key terlihat pasrah saja, ia pun memberikan makanan yang ia pegang ke suaminya, Ryder.

"Sini putri kecil ayah yang cantik, duduk yang tenang. Ayah suapin, buka mulutnya, aaaa." Ryder memperagakan agar sang putri bisa cepat makan, susah banget soalnya.

Kehidupan rumah tangga Ryder dan Key  sudah hampir dua tahun, di dua tahun ini semuanya berjalan lancar saja, hanya beberapa kendala namun bisa terselesaikan dengan cepat. Mungkin karena sering di rumah, Key kepikiran berencana untuk jalan-jalan ke lombok nusa Tenggara Barat.

Nama putri mereka adalah Calista Aurora Grace. Indah bukan. Sangat indah, seperti kisah orang tuanya. Namun entah nasib apa yang akan terjadi selanjutnya.

Setelah Aurora tertidur, orang tua mereka memanggilnya dengan nama Aurora, karena Keynara suka dengan salah satu tokoh fiksi yang bernama Aurora dengan judul Dia Aurora.

Ryder sekarang tengah menonton TV, melihat berita di akhir pekan tentang gus yang sedang menghina seorang penjual es teh dengan kata goblok.

"Sayang," Keynara dengan nadanya yang lucu sedang bersandar di bahu Ryder..

"Kenapa sayang, hmm?"

"Akuu mau ngomong, sebenarnya aku mau liburan ke lombok. Rencananya kita berdua aja, anggap aja kita mau honeymoon. Untuk Aurora kita titip aja ke Kak Aruna sama bang Jevan." Jelas Key, karena itu menurutnya tiba-tiba kepengen banget ke lombok.

"Tapi sayang, harusnya kita gak ke sana dulu, lagian Aurora masih kecil banget," Bukan tanpa sebab Ryder, berkata seperti itu. Ia hanya takut jika Aurora tidak nyaman dengan kakaknya, Aruna.

Keynara tak habis fikir, ia mencari cara lain agar keinginannya terwujud, contohnya menelpon ibu agar membujuk Ryder ikut, dan juga papanya, Vincent. Kompak bukan.

"Iyaa deh, daritadi ibu sama ayah nelpon mulu katanya harus ikut ke lombok, yaudah iyaaa dehh. Sayangku cintaku, duniakuu. Aku mau!"

Keynara tersenyum kemenangan, akhirnya yang sejak tadi ia tunggu sudah berhasil. Misi selesai waktunya untuk ke lombok, tidak sia-sia rencananya untuk itu.

"Okey sayang, makin cinta deh," ucapnya sambil mencium pipii Ryder lalu pergi begitu sayang.

"Sayang adek ku berdiri nih," gumam Ryder menatap kepergian istrinya.

****

Beberapa minggu setelah pembicaraan, akhirnya tiba juga dimana mereka akan berangkat ke pulau lombok. Yang terkenal dengan pantai nya yang begitu indah dan juga sunset nya.

Mereka tak lupa datang ke rumah untuk menitipkan ke Mama Salma. Menitipkan cucu kesayangan.

"Selamat pagi, cucu kesayangan nenek."

"Ayo bawa masuk cucu nenek nanti kepanasan," peperintah Salma pada anak dan menantunya.

"Hedeh, baru datang bukannya nanyain kabar kita malah langsung ke Aurora aja, kita di anggap apa sih," sebel Keynara membawa tas yang berisi baju dan keperluan sang anak. Sedang Aurora lagi di timang oleh neneknya,  Salma.

"Ma, kami ijin pamit yahh mau ke lombok, ttip Aurora yah. Aku mau Aurora di jaga baik-baik." pesan Key lalu menyalimi tangan ibunya. Bersama Ryder. Setelah itu mereka masuk ke dalam mobil perjalanan ke bandara soetta.

****

"Gimana pak, apa yang terjadi ke depan nya," seorang pramugara dari maskapai Nia Airlines sedang memberikan arahan agar memakai masker oksigen. Suasana pesawat makin mencekam.

"Ya allah sayang, aku takut." Keynara memengang tangan suaminya dengan erat, seraya berdo'a kepada Tuhan yang maha Kuasa.

"Berdoa ya sayang semoga pesawat nya baik-baik saja, soalnya pesawat ini Nia Airlines sangat teruji ketahanannya."

Terdengar suara bel pesawat berbunyi, beberapa koper jatuh dari tempatnya, semua orang panik bahkan ada yang pingsan.

Semua pramugari dan pramugara datang untuk menenangkan semuanya. "Mohon tenang bapak bapak, ibu-ibu."

Petir di luar sana terdengar begitu dahsyat hingga mengenai sayap pesawat. Dorrrr, suara gemuruh.

BREAKING NEWS...

"Berita hari ini dari News TV, berita duka penerbangan kembali terjadi setelah pesawat Nia Airlines jatuh di perairan laut bali dengan kedalaman 110 km. Saat ini tim SAR sudah turun tangan untuk mencari puing-puing pesawat dan juga korban jiwa. Belum di ketahuan korban yang selamat saat ini."

Salma langsung mematikan TV nya, benar. Beberapa saat tadi firasatnya tidak enak-enak saja.

"Ma, Mama udah liat berita di TV." Jevan menghampiri sang ibu.

"Iya sayang, pesawat yang ditumpangi kakak kamu."

Deggg... Seluruh tubuhnya seketika tidak bergerak. Entah kenapaa saat mengetahui jika pesawat itu adalah pesawat yang dipakai oleh kakak dan juga kakak iparnya.

"Ya allah bu, kita harus ke kantor polisi sekarang. Melaporkan ini. Kita gatau gimana nantinya."

"Yaudah nak... "

Di lautan yang begitu luas, terlihat jari tengah mengambang bersama dengan seorang laki-laki. Entah apa yang terjadi selanjutnya.

Inilah akhirnya, tidak ada yang tahu apa yang terjadi selanjutnya. Entah apa yang kita lakukan kedepannya akan berdampak buruk atau tidak. Jangan gegabah karena sesuatu hal karena keinginan nafsu semata kita belajar dari hal ini. Jangan terlalu berlebihan kepada seseorang trutama Nia kurnia sari.

Kisah SMA ditutup dengan ketidakpastian. Seperti kisahku dengan diri-Nya. Apa yang terjadi dengan Aurora, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab?

Ahmad Fitrah | 11 Desember 2024.

Ahmad Fitrah | 11 Desember 2024

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
S.M.A [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang