BAB 36. PERMINTAAN MAAF LAURA

81 16 2
                                        

“Terkadang seseorang pandai berbuat salah namun susah untuk meminta maaf. ”
— KEYNARA FLORENCIA.

Baru beberapa menit yang lalu suasana tenang menghampiri namun sejak bunyi bel berbunyi, ketenangan itu berganti dengan hiruk pikuk warga sekolah yang sedang keluar kelas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Baru beberapa menit yang lalu suasana tenang menghampiri namun sejak bunyi bel berbunyi, ketenangan itu berganti dengan hiruk pikuk warga sekolah yang sedang keluar kelas.

Keynara, gadis itu masih berada di bangkunya sambil menulis beberapa materi yang belum sempat ia selesaikan. Sementara itu Geby sedang berbicara dengan beberapa temanya.

"Nomor ini kan udah, berarti ini lagi donh? Hufttt."

Terdengar suara langkah mendekati arahnya, namun gadis itu masih saja menulis tanpa menghiraukan langkah kaki itu yang sepertinya sedang berada di dekatnya.

"Key... " terdengar suara dari sampingnya. Key dengan cepat berbalik, menoleh melihat siapa di sampingnya.

"Laura?"

"Key, gue minta maaf karena waktu itu. Gue gak bermaksud kunciin lo dari dalam, dan gue juga udah buka kuncinya pas lo dah pingsan tapi tiba-tiba ada yang manggil gue. Dan pas gue datang lagi gue ngeliat kuncinya udah gak ada dan pintunya juga udah terbuka, jadi gue pulang deh. Bukan bermaksud gue ngunci lo sampai segitunya. " jelas Laura ingin menceritakan semuanya.

Dari belakang, Geby bisa mendengar apa yang dikatakan Laura barusan namun ia memilih engan untuk ikut campur dan lebih memilih diam saja daripada harus terbongkar semuanya.

Key yang mendengar penjelasan Laura menjadi curiga dengan siapa yang menguncinya kembali setelah waktu itu, padahal ia tidak pernah merasa ada yang datang.

"Jadi lo maafin gue kan? Key." katanya gugup dengan wajah menunduk.

Key tersenyum, lalu mengangkat dahi Laura yang menunduk. "Gapapa gue udah maafin lo kok, jadi lo santay aja. Tapi pesan gue lo jangan ulangin kesalahan lo lagi."

"Karena maaf tidak datang dua kali," balasnya lagi. Laura mengangguk cepat, terlihat beberapa tetes air matanya keluar, terharu melihatnya.

"Makasih yah Key, lo udah maafin gue," Tiba-tiba Key mendapat pelukan dari Laura dengan keadaan tegang, entah kenapa ia merasa Laura benar-benar tulus meminga maaf kepadanya tanpa ada embel-embel pencitraan.

Dengan setulus hati Key sudah memaafkan kesalahan Laura. Tangannya mengelus punggung Laura yang spertinya Sefa terisak menangis.

"Gausah nangis, entar cantiknya ilang," goda Key, sedikit bercanda.

Laura yang mendengarnya hanya tertawa serta menghapuskan air matanya.

"Jadi gue boleh jadi temen lo kan? Key," reflek gadis di depannya sekarang berkata begitu, apa benar ini Laura yang dulu yang sering melakukan ulah padanya dan sekarang mau berteman dengannya.

Tanpa berpikir panjang, Key mengangguki permintaan Laura, toh memiliki banyak teman lebih baik daripada memiliki banyak musuh.

Terlihat sempurna senyum Laura sekarang, begitu terpancar setelah mendengar Key menyetujuinya.

S.M.A [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang