BABAK 3 FINAL

134 2 0
                                        

"SELAMAT PAGI SEMUANYAAA!!" seru seorang gadis yang baru saja naik keatas panggung bersama seorang wanita.

Suasana riuh di gedung olimpiade pagi itu menyambut hangat kedua pembawa acara mereka.

"Kembali lagi bersama saya, Vanessa."

"Dan saya Maudy Ayunda."

"DI OLIMPIADE SCHOOL OF THE YEAR TAHUN 2022!!"

Seruan dan tepuk tangan kembali dihadiahkan pada mereka oleh para penonton yang hadir kala itu.

"Hai Kak Maudy, apa kabar?" tanya Vanessa tersenyum lebar menatap wanita disebelahnya.

"Alhamdulillah baik, Vanessa sendiri gimana kabarnya?"

"Aku juga baik, terimakasih."

"Nggak terasa ya, kayaknya baru aja kemarin kita buka acara olimpiade tahun ini, sekarang udah final aja."

"Iya nih kak, padahal lagi seru banget nontonin mereka para peserta berlomba-lomba memperebutkan piala kejuaraan." ucap gadis itu penuh ekspresi.

"Oh iya, ngomong-ngomong kemaren tuh para penonton request spesial untuk final MC nya ada tiga. Nah maka dari itu kita udah siapin special guest MC final Olimpiade School Of The Year!" seru Maudy yang mendapat tepuk tangan kembali dari seluruh penonton.

"Wahh.. siapa tuh?" tambah Vanessa yang menaikkan atensi penonton agar semakin penasaran.

"Tanpa berlama-lama lagi, mari kita sambut dengan tepuk tangan yang meriah!"

"CHELLSEA ADINE YORAFFA!!" akhir keduanya bersamaan.

Gadis yang disebutkan namanya itu berjalan melenggang ke atas panggung diiringi suara riuh dan tepuk tangan yang tak bosan-bosannya diberikan oleh para penonton. Sedangkan telah ada sebuah tim dibarisan para peserta yang menatapnya heran namun tersenyum kala melihat wajahnya yang berbinar.

Dyo membelalakkan matanya lebar, masih tak percaya bahwa adiknya yang berada diatas sana. "Chell-sea?" tanyanya lirih, lidahnya seakan kelu ingin menyebutkan nama adiknya itu.

"Ngapain dia disana??"

"Ya Lo pikir aja, ngapain dia disana? Nyari belalang." jawab Aira lalu tersenyum menatap Chellsea lagi.

"She is truly amazing." puji Bara sengaja ia tunjukkan pada Dyo yang saat ini wajahnya sudah seperti kepiting rebus.

"Exactly!" tambah Revan membuat yang lain terkejut. Biasanya Revan tak pernah ikut campur dalam kejahilan yang dilakukan bara namun kali ini sepertinya ia meluncurkan bom yang membuat Dyo semakin tak karuan.

Arfa, Aira, Bara, dan Revan tertawa melihat ekspresi wajah Dyo yang tak bisa ia kendalikan itu.

"HAII!!" seru Chellsea dengan senyum yang berbinar. Tak lupa pelukan hangat ia berikan pada Vanessa dan juga Maudy bergantian.

"Hai Chellsea apa kabar?" tanya Vanessa.

"Alhamdulillah baik." jawab Chellsea tersenyum manis.

"Sekarang Chellsea kesibukannya apa?" tanya Maudy bergantian.

"Sekarang lagi persiapan ujian, kan bentar lagi kenaikan kelas. Sama kemaren sempet ikut olimpiade MIPA juga di Singapura."

"Oh iya?" tanya Maudy mendadak penasaran.

"Iya, dan alhamdulillah kemaren dapet medali perak." Chellsea menyeringai lebar.

"Chellsea emang suka ikutan kompetisi gitu atau karena sekolah yang kirim aja?"

"Emang suka ikut kompetisi." jawab gadis itu disertai anggukan kepala.

"Oh, biasanya apa aja sih kompetisi yang kamu ikuti?"

ZATARFA (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang