10 tahun yang lalu~
"Aaaaa.. Mommy there's a monster, run Kak Arka, run!!"
"Roarrr!! Come here, kids! Roaarrr..!!"
Terlihat sebuah keluarga kecil tengah bermain di area taman belakang rumahnya. Dua bocah laki-laki itu tengah berlarian dikejar oleh sang ayah yang sedang berpura-pura menjadi makhluk menyeramkan dengan topeng di wajahnya.
Sedangkan sang ibu hanya duduk manis di kursi taman sembari memangku putra bungsunya yang saat itu baru menginjak usia tiga tahun.
"Zatarfa be careful not to get caught!"
"Aaaaa... Mommy help me!!"
"Sayang udahan dulu yuk mainnya, kayaknya kita harus cepet masuk deh. Langitnya mulai gelap!" Seru Nayla pada suami dan kedua putranya.
"Yaahhh... Kok udah masuk aja sih, aku belum puas main." keluh Zatarfa kecil terlihat murung.
"It's okay, kita bisa main di dalem. Nanti kakak temenin di kamar kamu ya?" ucap Arka tersenyum menenangkan sang adik.
Seketika raut wajah Arfa pun berubah menjadi tersenyum lagi. "Yeaayyy!!!" tambahnya bersorak.
Eigar kembali ke ruang kerjanya, Arka mengikuti sang adik yang pergi ke kamarnya, sedangkan Nayla pergi ke kamar untuk meletakkan sang putra bungsu yang sedang tidur pulas itu di box bayinya.
Baru saja akan memeriksa kedua putranya yang lain, Nayla dikejutkan dengan suara Eigar yang nampak sedang mengobrol dengan seseorang terdengar dari ruang kerja suaminya saat ia lewat.
"Bali? Kapan ke Bali?" terdengar pertanyaan Eigar yang membuat Nayla semakin penasaran.
Dengan bermodalkan pintu yang sedikit terbuka, Nayla memberanikan diri untuk menguping pembicaraan suaminya dengan entah siapa itu.
"Nanti mampir yaa, awas aja kalau nggak nyamperin aku. Aku bakal ngambek nggak mau ketemu kamu lagi."
Mendengar suara wanita membuat Nayla bagai disambar petir, ia sangat terkejut mendengar itu hingga membuatnya mematung. Otaknya terus saja bertanya-tanya siapa yang sedang berbicara dengan suaminya, karena kelihatan dari cara mereka mengobrol sepertinya mereka dekat. Sedangkan ia tak pernah tau ada wanita yang menjalin pertemanan sedekat itu dengan Eigar.
"Ya jangan dong! Iya iyaa, tenang aja aku bakal mampir ke tempatmu nanti di Bali." jawab Eigar spontan.
Memang benar, besok suaminya akan pergi ke Bali untuk rapat dengan koleganya disana. Tapi siapa sangka ternyata suaminya berencana menghampiri wanita lain saat disana.
Dengan segera ia berlari kembali ke dalam kamarnya sebelum ada yang melihatnya menangis.
Keesokan harinya, saat Eigar baru saja keluar dari bandara Bali, tanpa disadari rupanya seseorang telah mengikuti dirinya.
Dengan gerakan cepat seseorang dengan setelan serba hitam memakai masker dan topi itu mengikuti semua pergerakan Eigar. Mulai dari mencatat lokasi, waktu, memotret, merekam beberapa kegiatan, bahkan ia sampai memesan kamar hotel disamping kamar Eigar.
Hari pertama masih aman karena Eigar hanya menghabiskan waktunya di hotel untuk makan, dan bersantai.
Hari kedua juga tidak ada yang mencurigakan sama sekali, karena tiga rapat sekaligus dilaksanakan pada hari itu dan memakan waktu cukup lama sehingga saat kembali ke hotel Eigar hanya beristirahat.
Namun di hari berikutnya pukul 07.30 Eigar sudah pergi keluar, mendatangi sebuah pusat perbelanjaan. Membeli beberapa oleh-oleh, bingkisan, dan mainan anak-anak disana. Setelahnya ia pergi ke sebuah penginapan di area pesisir pantai.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZATARFA (Tamat)
Ficțiune adolescenți"perihal masa putih abu-abu yang tak akan pernah terlupakan" ••••• Zunaira Linka Alivia. "Gue? Suka sama salah satu dari mereka? No way!!" ~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~• Zatarfa Cadfael Adijaya. "Gue bakal dapetin apapun yang gue mau, termasu...
