"YEAYY..! THE QUEEN IS BACK!!"

139 2 0
                                        

"AIRA!!" teriak Evellyn dan Samuel kompak mengejutkan Aira,

"Dasar nggak waras Lo berdua yaa!" Aira bersungut, sedangkan dua sejoli itu masih terpingkal.

"Iseng banget sih Lo berdua!" seru Ziva tak habis pikir dengan kelakuan keduanya yang senang sekali mengejutkan Aira.

"Abisnya muka Aira tuh lucu banget tau pas kaget." jelas Evellyn masih terkekeh.

"Pagi-pagi udah ngilang kirain kemana Lo, ternyata diculik kucing." lirik Aira pada Evellyn dan Samuel bergantian.

Sang gadis lantas menyeringai. "Ya sorry Ra, tadi pagi-pagi banget Sam udah jemput. Dia bilang mau ngajakin gue sarapan di luar sekalian jalan-jalan sebentar." Jelas Evellyn sembari mengatur tempat duduk didepan Aira dan Ziva agar menghadap ke belakang lalu duduk bersama Samuel disampingnya.

"Seenggaknya tuh kalau udah bangun Lo bangunin gue juga dong, untung gue nggak telat bangun."

"Yaudah sih, jangan marah-marah mulu napa. Entar cepet tua lohh!" Evellyn masih berusaha membujuk Aira agar tidak kesal lagi padanya.

"Oh iya, kalian udah denger berita terbaru tentang Arfa belum? Sumpah semalem rame banget di sosmed." tanya Ziva penuh semangat.

"Berita apaan?" tanya Evellyn mengernyitkan dahi.

"Ada video Arfa berdua sama cewek di gala dinner pesta ulang tahun nya anak konglomerat gitu di Singapura, video nya diambil tiga hari yang lalu."

"Oh ya? Terus?" Aira nampak tak mau ambil pusing.

"Kok terus sih?" sebal Ziva. "ya Lo nggak kepo apa, dia itu siapa? Anaknya siapa? Orang mana? Hubungannya sama Arfa apa?"

"Buat apa?"

"Emangnya Lo nggak cemburu?"

"Aduh Ziva, capek kalau mikirin itu. Mending gue ngerjain soal latihan yang dikasih pak Ardi. Toh lagian gue sama Arfa juga nggak ada hubungan apa-apa, jadi ngapain harus cemburu."

Ziva, Samuel, dan Evellyn pun terdiam menganga mendengar ucapan Aira itu.

"Udah ah, gue mau ke tempat latihan dulu. Nitip absen sampe jam ketiga ya!" Aira meletakkan beberapa buku di tangannya lalu melenggang pergi meninggalkan ketiga temannya yang saling menatap satu sama lain itu.

Aira berjalan sendirian di lorong, melewati kelas demi kelas yang dipenuhi para siswa.

Ia bingung dengan perasaannya sendiri, ia sering membayangkan hal-hal tentang Arfa, ia rindu jika tak ada Arfa, hatinya juga tak nyaman saat teman-temannya menceritakan Arfa dengan perempuan itu. Namun Aira selalu kesal dan tak suka jika bersama Arfa, ia juga menolak mengakui bahwa ia mencintai Arfa.

"Aduh Ziva, capek kalau mikirin itu. Mending gue ngerjain soal latihan yang dikasih pak Ardi. Toh lagian gue sama Arfa juga nggak ada hubungan apa-apa, jadi ngapain harus cemburu." 

Kalimat itu terus berputar tak karuan dalam benaknya. Hingga tiba-tiba saja sebuah tangan menariknya menyingkir dari jalan yang ia lewati demi menghindari sebuah bola.

"AKHHH!!" pekik Aira.

"Are you okay?" tanya seorang anak laki-laki yang juga masih sama terkejutnya dengan Aira.

"Arfa?!" Aira mengernyitkan dahi.

"Sumpah ini mimpi nggak sih? Ini beneran Arfa? Di sekolah? Dia udah balik?" batin Aira langsung dengan pertanyaan beruntun di kepalanya.

"Udah gila ya, ngapain jalan ditengah lapangan kayak gitu?!" geram Arfa pada gadis dihadapannya itu.

Aira terdiam.

ZATARFA (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang