MIMPI BURUK DATANG

146 3 0
                                        

21 Oktober 2022,

Merupakan hari paling menyedihkan dan tak dapat Arfa lupakan ke dua setelah kematian ibunya dulu.

Seolah juga turut berduka atas apa yang menimpanya, langit tak lagi menunjukkan cuaca cerahnya. Sejak pagi rasanya suasana lembab karena awan mendung yang tak kunjung menurunkan tetesan hujannya.

Perlahan semua tamu berdatangan sejak jam 09.30 tadi. Mulai dari keluarga, kerabat, sahabat, teman, rekan bisnis, hingga para pengusaha kelas atas yang tersohor pun turut hadir di kediaman Adijaya.

Jangan tanya Aira, ia dan tiga pemuda lainnya pulang untuk mengganti baju sebelum kembali lagi ke sana bersama keluarga mereka.

Pukul 09.35 Aira datang bersama orang tua dan adiknya, lalu disusul Evellyn dengan ayahnya. Mereka merupakan dua keluarga pebisnis yang baru saja memasuki circle '1001 berlian' yang diciptakan oleh Adijaya group beserta jajaran pengusaha kelas atas lainnya.

Kemudian di pukul 09.50 Bara datang bersama ayah dan beberapa bodyguard dibelakangnya. Sama halnya dengan Bara, Richard Alexander -ayah Bara memiliki tipe aura yang tak tersentuh juga sedikit mengintimidasi. Kedua ayah dan anak berparas tampan itu memiliki beberapa kesamaan yakni pada rahang yang kokoh, hidung mancung, serta netra berwarna hitam legam. Juga penampilan mereka yang sangat mengagumkan membuat semua pasang mata perempuan yang melihat pasti tergiur akan posisi dua nyonya Alexander yang tak kunjung ada yang menempati itu.

Tak lama pukul 09.55 Dyo datang bersama Chellsea dan kedua orang tuanya serta beberapa bodyguard dibelakangnya. Aira ingat terakhir kali melihat Tiffany dan Alfin  Yoraffa di kediamannya dengan keadaaan yang sangat jauh berbeda dengan yang ia lihat saat ini. Aura mahal dan kokoh namun tetap terlihat hangat dari keempat anggota keluarga itu benar-benar menunjukkan bahwa mereka lah yang paling tangguh dan tak terkalahkan walau sempat berada di titik terendah. Pemilik sekaligus pendiri The Yoraffa Group itu kini terlihat jauh lebih sehat dari sebelumnya.

Dan yang terakhir tepat pukul 10.00 Revan datang bersama orang tua juga beberapa bodyguard dibelakangnya. Tak ada yang tau pasti tentang keluarga Dirgantara. Baik Hans, Alma, maupun Revan tak ada yang memiliki aura yang gelap. Ketiganya sama sama terlihat sangat lembut dan hangat. Satu-satunya Keluarga kelas atas yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan Jawa yang lumayan kental. Berasal dari kota Jogja membuat ketiga anggota keluarga itu tidak bisa meninggalkan tradisi yang telah ditetapkan dari para leluhurnya walau tak lagi dikota itu.

Dari se-penglihatan Aira, Tiffany dan Alma sepertinya memiliki sifat yang tak jauh berbeda. Aira bisa memastikannya saat melihat cara mereka berdua menyapa dan mengobrol.

Ada banyak sekali tamu yang hadir hingga suasana disana hampir menyerupai pesta mahal yang tak pernah Aira bayangkan sebelumnya. Ucapan turut berdukacita serta lantunan doa terus terucapkan oleh seluruh yang hadir. Aira juga melihat Sandra dan kedua orang tuanya disana. Sedang mencoba mendekati bibi Lucy, sebenarnya Aira ingin sekali menyapa seperti yang lainnya, hanya saja ia harus mengubur dalam dalam niatnya karena kakinya yang tak bisa berjalan sebab lecet. Oleh sebab itu ia hanya bisa duduk sendirian di kursi pojok paling belakang dengan segelas minuman yang entah apa namanya yang ada di genggamannya.

"Hai, kenapa disini?"tanya seorang pria menghampirinya.

Aira tak tau harus menjawab apa, karena sungguh ia tak pernah berbicara dengan Arka sebelumnya.

"Kita belum kenalan ya?" tanya Arka masih berusaha menghangatkan suasana. "Aku Arka, kakaknya Arfa." ucapnya dengan mengulurkan tangan bermaksud untuk bersalaman.

"Aira kak, temen sekolahnya Arfa." Balas Aira menjabat tangannya tak lupa mengembangkan senyumnya pada kakak dari rekan satu timnya itu.

"Aku tau semua tentang kamu dari Bibi Lucy, Revan, Bara, Dyo, dan Nicho. Maaf jika terkesan seperti penguntit dan tidak sopan. Tapi itulah kami, saling berbagi informasi tentang yang lainnya menggunakan orang-orang terdekat dan kepercayaannya."

ZATARFA (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang