"perihal masa putih abu-abu yang tak akan pernah terlupakan"
•••••
Zunaira Linka Alivia.
"Gue? Suka sama salah satu dari mereka? No way!!"
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
Zatarfa Cadfael Adijaya.
"Gue bakal dapetin apapun yang gue mau, termasu...
Pukul 06.30 WIB para siswa Drita E-Combit Hight Shool satu persatu mulai berdatangan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terlihat sebuah bis yang telah di design khusus milik sekolah itu pun telah berada dihalaman dan siap untuk berangkat kapan saja.
Bis yang biasanya menampung tidak lebih dari sepuluh orang itu memang hanya digunakan untuk para siswa dan siswi yang mengikuti olimpiade School Of The Year setiap tahunnya. Atau juga terkadang digunakan untuk siswa yang akan mengikuti lomba atau olimpiade serta kejuaraan lainnya yang memang berlokasi di luar kota.
Didalamnya sudah ada mentor serta para guru yang akan ikut mendampingi Arfa dan tim.
Setelah semuanya hadir, bis itu pun segera meluncur dengan rodanya menuju Bogor.
Di kursi depan ada Pak Agus selaku kepala sekolah dan Pak Andy sebagai wakil kepala sekolah duduk disampingnya.
Di barisan kedua ada Arfa yang tengah mendengarkan musik melalui earphone, dan Pak Ardi selaku mentor duduk di sampingnya sambil memainkan ponsel di genggamannya.
Lalu di baris ketiga ada Revan dan Aira yang tengah sama-sama membaca buku.
Dan di baris terakhir ada Bara dan juga Dyo yang tengah asik menonton layar di hadapannya sambil memakan cemilan.
Waktu berlalu cukup lama, namun keheningan berhasil singgah di tengah-tengah mereka. Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut para insan di dalam kubus besi itu.
Hingga tiba-tiba Bara menggeram cukup keras dan berhasil memecahkan keheningan serta membuat atensi semua orang tertuju padanya.
"Gue bosen nih, maen yuk!" ucap Bara nampak seperti anak usia lima tahun.
"Main apaan bego?! Udah tidur aja kalau lo bosen!" Seru Dyo. Pria itu nampak memicing menatap ke arah Bara.
"Hmm... Gimana kalau main ToD?" tanya Aira sembari berdiri dan menghadap ke belakang.
"Boleh tuh!" seru Bara.
Mereka pun bergegas menuju bagian belakang bis. Karena selain takut mengganggu yang lainnya, di sana juga ada sebuah meja yang dapat mereka gunakan untuk memutar botol nantinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.