[[ FOLLOW DULU YO SEBELUM BACA ]]
Cerita ini mengisahkan sosok pemuda yang pada saat menjelang Ramadhan, ia mengajak Ayah nya liburan bersama sang Kakak. Tetapi ia terjatuh ke jurang karena di kejar-kejar oleh dua orang penjahat.
Pemuda itu di temuk...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Waktu kini menunjukkan pukul 05.00 WIB.
Disebuah kamar, terdapat satu orang yang tengah terbaring di kasur dan satu orang lagi duduk di tepi kasur itu. Dengan telaten, ia mengobati luka-luka lebam yang berada di wajah sahabatnya itu. Yang tak lama, pintu kamar terbuka dan tampaklah seorang pemuda yang tengah membawa nampan. Di atas nya sudah ada semangkuk bubur putih dan segelas air putih.
"Gus Azzam belum sadar juga?" Tanyanya menghampiri.
"Belum, Dam. Gus Azzam pasti sangat lelah. Aku kasihan, banyak banget luka di wajah nya. Bahkan di perutnya juga banyak luka" Jawab Agam merasa kasihan melihat kondisi sahabatnya yang sekarang ini. Ia jadi kepikiran, bagaimana jika ia tak datang tepat waktu? Apa yang akan terjadi pada sahabatnya? Tidak, ia tak ingin membayangkannya.
"Tapi udah kamu obatin, kan?" Tanya Adam lagi.
"Alhamdulillah, udah" Jawab Agam.
"Em, kalo gitu, biarin Gus tidur aja. Terserah Gus mau bangun jam berapa" Ujar Adam.
Agam berpikir sejenak, "Jangan, Dam. Gus Azzam belum shalat Shubuh. Mumpung ini masih jam lima lebih dikit, ayo kita bangunin pelan-pelan"
Adam pun mengangguk, lalu menaruh nampan yang ia bawa itu di atas meja kecil yang berada di samping ranjang.
Adam dan Agam pun dengan perlahan membangunkan sahabatnya itu.