14. AZZAM OR ALI?

60 4 1
                                        

Pencet tombol bintang dulu boleh?

بسم الله الرحمن الرحيم..

Waktu kini menunjukkan pukul 05

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Waktu kini menunjukkan pukul 05.00 WIB.

Disebuah kamar, terdapat satu orang yang tengah terbaring di kasur dan satu orang lagi duduk di tepi kasur itu. Dengan telaten, ia mengobati luka-luka lebam yang berada di wajah sahabatnya itu. Yang tak lama, pintu kamar terbuka dan tampaklah seorang pemuda yang tengah membawa nampan. Di atas nya sudah ada semangkuk bubur putih dan segelas air putih.

"Gus Azzam belum sadar juga?" Tanyanya menghampiri.

"Belum, Dam. Gus Azzam pasti sangat lelah. Aku kasihan, banyak banget luka di wajah nya. Bahkan di perutnya juga banyak luka" Jawab Agam merasa kasihan melihat kondisi sahabatnya yang sekarang ini. Ia jadi kepikiran, bagaimana jika ia tak datang tepat waktu? Apa yang akan terjadi pada sahabatnya? Tidak, ia tak ingin membayangkannya.

"Tapi udah kamu obatin, kan?" Tanya  Adam lagi.

"Alhamdulillah, udah" Jawab Agam.

"Em, kalo gitu, biarin Gus tidur aja. Terserah Gus mau bangun jam berapa" Ujar Adam.

Agam berpikir sejenak, "Jangan, Dam. Gus Azzam belum shalat Shubuh. Mumpung ini masih jam lima lebih dikit, ayo kita bangunin pelan-pelan"

Adam pun mengangguk, lalu menaruh nampan yang ia bawa itu di atas meja kecil yang berada di samping ranjang.

Adam dan Agam pun dengan perlahan membangunkan sahabatnya itu.

"Gus.. Gus Azzam..? Bangun, Gus.." Ujar Agam seraya menggoyangkan lengan Azzam pelan.

"Gus.. Gus ayo bangun, Gus.." Adam mengikuti.

"Gus.."

Tak lama, sepasang mata yang terpejam itu pun perlahan bergerak membuka. Tangan kanannya refleks memegang kepala nya tatkala ia merasakan pusing.

"Shh!"

"Gus! Alhamdulillah Gus akhirnya sadar.." Ucap Agam senang.

Azzam pun berusaha untuk bangun dengan bantuan Adam dan Agam.

"Gus. Gus jangan banyak gerak dulu. Tubuh Gus banyak lukanya" Perintah Agam.

Azzam kini masih berusaha untuk mengoptimalkan kesadarannya.

"Saya gak apa-apa" Jawab Azzam lemas.

"Tubuh sama muka Gus babak belur gitu, masih bilang nggak apa-apa, Gus? Jangan selalu merasa kuat, Gus!" Ujar Adam tidak suka.

"Saya gak apa-apa, Dam." Kalimat itu muncul lagi, membuat Adam dan Agam menghela napas pasrah.

"Terserah Gus, deh! Mending sekarang Gus wudhu, shalat Shubuh, terus makan" Ucap Adam.

WHO REALLY ME? (Slow Up)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang