15. DIAJAK NGAJAR

61 9 0
                                        

Pencet tombol bintang dulu, boleh? Makasi!
.
.

بسم الله الرحمن الرحيم...

Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, dan hari berganti Ahad

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, dan hari berganti Ahad. Kini sudah satu Ahad lamanya Azzam, Adam, dan Agam menjalani kehidupannya seperti biasa di Pesantren setelah misi pertama mereka berhasil.

Kini, Adam dan Agam sedang mengikuti pembelajaran di kelas nya. Sedangkan Azzam, ia menemani Kakak nya yang tengah membereskan buku-buku. Terlihat, Azzam tengah melamun, entah apa yang dipikirkannya.

Tak lama, Azzam merasa yakin ingin bertanya kepada Kakak nya.

"Emm, Kak" Panggil nya memperhatikan Gus Ridho yang sedang mengemas buku-buku nya.

"Hmm?" Jawab Gus Ridho tak mengalihkan pandangannya.

"Azzam mau tanya" Ucap Azzam.

"Tanya apa, Dek? Tanya aja" Jawab Gus Ridho.

"Emm Azzam... Azzam beneran Azzam, kan?" Tanya Azzam.

Gus Ridho pun menghentikan aktivitas nya, sedikit ngelag.

Ia mengerutkan alis mata nya, "Maksudnya?" Lalu ia kembali menata buku nya.

"Maksudnya.. Azzam beneran anak nya Abah dan Umi, kan? Azzam beneran Adik nya Kak Ridho, kan?" Tanya Azzam. Sebenarnya, ia merasa aneh pada dirinya sendiri. Merasa.. ada yang kurang di setiap hari-hari nya.

Dan ya, pertanyaan itu berhasil membuat Gus Ridho menghentikan aktivitasnya, lalu menatap Adik nya.

"Kenapa Azzam tiba-tiba tanya kayak gitu? Apa... Azzam udah mulai curiga? Atau mungkin... ingatannya udah pulih?" Gumam Gus Ridho dalam hati.

"Kak? Kak Ridho?" Ujar Azzam yang malah melihat Kakak nya melamun bukan menjawab pertanyaannya.

"A-ah? I-iya, dong, Dek. Kamu itu Adek nya Kak Ridho dan anak nya Abah dan Umi. Kalo bukan anak nya Abah dan Umi, kamu anak nya siapa? Anak tetangga? Anak Ustadz nyasar? Atau anak gelandangan?" Jawab Gus Ridho.

Pernyataan itu, membuat Azzam terkekeh, "Astaghfirullah, Kak.."

"Ya Allah, maafkan hamba karena sudah berbohong.."

"Belum saat nya kamu tau yang sebenarnya, Zam. Suatu saat, pasti kamu akan mengetahui kebenarannya,"

"Dan saya harap, jika hari itu tiba, kamu tidak membenci kami yang telah membohongimu. Saya harap kamu masih sudi untuk menjadi Adik saya dan menganggap saya sebagai Kakak mu, dan masih sudi untuk menjadi anak Abah dan Umi serta selalu menjadi bagian dari keluarga kami."

"Jujur saja, saya merasa takut dan senang jika hari itu tiba. Saya takut kehilangan kamu, saya akui. Saya sadar saya gada hak atas kamu. Saat kamu hadir, akhirnya saya bisa merasakan bagaimana rasanya mempunyai seorang Adik, saya menjadi tidak kesepian lagi dan merasakan hidup saya menjadi sedikit berwarna. Umi dan Abah, juga sudah sangat menyayangi mu, Zam."

WHO REALLY ME? (Slow Up)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang