[[ FOLLOW DULU YO SEBELUM BACA ]]
Cerita ini mengisahkan sosok pemuda yang pada saat menjelang Ramadhan, ia mengajak Ayah nya liburan bersama sang Kakak. Tetapi ia terjatuh ke jurang karena di kejar-kejar oleh dua orang penjahat.
Pemuda itu di temuk...
Sudah Follow dan Vote belum? Follow dan Vote dulu yo, hehe!
بسم الله الرحمن الرحيم..
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kak.. Kak bangun, Kak.."
"Kakak ayo bangun.."
Azzam dengan perlahan membuka pejaman matanya. Ia mengerjab-erjabkan matanya karna penglihatannya yang masih memburam. Tak lama, ia merasakan sakit dibagian pundaknya.
"Shh!" Ringisnya seraya memegangi pundaknya dengan tangan kiri nya.
Azzam kini memejamkan matanya dengan sekuat mungkin kala denyutan luar biasa terasa dibagian kepalanya.
"Argh! Astaghfirullah! Kenapa sakit banget..?" Kedua tangannya kini meremas dengan kuat kepalanya itu. Ia belum menyadari akan posisi nya sekarang. Sehingga, ia tersadar kala ia mendengar suara anak gadis yang menanyakan tentang dirinya.
"Kak..? Kakak gak papa?" Tanya anak itu, Nisa namanya.
Azzam pun tersadar, lalu ia mengalihkan pandangannya kepada gadis yang menanyakannya tadi. Dan setelah itu, ia mengamati seluruh isi kamar yang ia tempati sekarang. Ternyata, ia kini tengah berada di sebuah gudang lusuh, dan di dalamnya ada anak-anak yang di culik oleh manusia harimau itu. Beberapa dari mereka, kini tengah tertidur pulas
"Kak?" Panggil Nisa lagi.
"Ah iya. Kakak gak papa kok" Jawab Azzam.
"Jadi.. kalian semua ada di sini?"
"Iya, Kak. Kak tolong kita, kita mau pulang, gak mau di sini, takut.." Ujar gadis satunya yang bernama Nira.
"Kalian tenang aja. Kakak pasti akan bantu kalian buat keluar dari gudang ini. Sekarang masih malam, mending kalian berdua tidur aja kaya temen kalian yang lain"
"Ohya, kalian tetap disini aja, ya? Kakak keluar bentar mau susun rencana buat ngeluarin kalian."
Nisa dan Nira pun akhirnya mengangguk, dan membaringkan tubuh mungilnya lalu tertidur di sana.
Azzam kini terdiam sejenak. Sebelum akhirnya, ia menarik napas lalu menghembuskannya kasar.
"Bismillah..!!"
Azzam pun mencari jalan untuk keluar. Kebetulan sekali, di sana ada sebuah jendela yang terbuat dari kayu. Azzam pun mencari alat yang dapat membantu untuk membuka jendela itu. Lalu Azzam pun berusaha untuk membukanya.
Dan alhasil, ia dapat membukanya. Dengan cepat, ia keluar dari gudang lusuh itu dan pergi menuju perkampungan.