part2 (the main house)

239 20 4
                                    

THE SCULPTURE (part 2)

*srekkk... srekkk...srekkk*
"kita apakan dia?"
"hmm,kali ini kita jangan bunuh dia dulu. Kita simpan saja dulu"
"tidak! Kita harus membunuhnya!"
"kau dengar kata saya!" "tidak ya tidak!"
"eeee.....iya ketua,maafkan saya"
"taruh dia disana! Ikat!"
.....

Part 2 ( the main house)

"arghh.. argghh..arggh"
semenjak kejadian tadi kepalaku terasa pusing sekali,badanku remuk,mataku pegal dan sekarang saya tak tahu dimana...hanya ruangan gelap yang mengeluarkan bau yang tidak sedap untuk seukuran manusia.
hmm. Mungkin kalau untuk hewan inilah tempatnya.

Badanku tak bisa gerak,nampaknya mereka telah mengikatku. saya tak bisa berbuat apa apa disini. Cahaya rembulan yang sedikit masuk ke celah jendela cukup membuatku bisa melihat ruangan ini dan aku berspekulasi kalau ini adalah tempat isolasi. Ya, tempat dimana orang orang dengan penyakit berbahaya diasingkan untuk diberi obat.
" Namun,kenapa tempat ini ada disini?"pikirku

"brag!" suara pintu terbuka dengan keras
"hey,nyalakan lampunya!" bentaknya
"ahaha...lihat ini! Manusia bodoh! Tidak berdaya!" lanjutnya

aku melihat lagi seorang yang telah memukulku tadi,dengan wajah seram serta beringas ditambah sekarang ia memakai seperti celemek di badannya lengkap dengan peralatan dapur,seperti pisau daging dan benda tajam lainnya.
"kau apakan aku!saya tidak terlibat dengan semua ini!" tanyaku
"cring.....cring.....cring" ia mengadukan kedua pisaunya yang sepertinya ia mencoba menakutiku
"hai! Kau dengar!"tanyaku kembali
"cring...cring...cring"
"hey!! He.."
"diam kau bodoh!"seketika ia menodohkan pisau tepat dileherku,wajahnya kini bisa kulihat jelas dengan mata kepalaku sendiri.
"jika kau tidak mau mati,kau harus jawab pertanyaanku!"
"apa?!"
"siapa yang mengirimmu kesini?"
"kau tidak akan kenal"
"siapa!!!" bentaknya
"doktor william"
"hmmm sudah kuduga,dialah orangnya" "setan!!"

Seketika ia melepaskan todongan pisau di depan leherku,ia bergegas pergi meninggalkanku. Ia menutup pintu dengan tergesa gesa namun tidak dengan lampu diruangan ini,ia tetap matikan.

Sebenarnya ketika ia menodongkan pisau dekat denganku tadi saya berhasil mengambil salah satu peralatan membunuhnya di celemek yang ia pakai. Hmm,entah apa ini saya tidak bisa melihatnya saya kira ini sebuah pisau kecil. Saya pun mencoba melepaskan ikatan yang menjerat tanganku ini.

"ahh,susah sekali!"
dengan memakan waktu sekitar 7 menit akhirnya satu persatu jeratan ini terlepas dari tanganku.
ya,kini semua jeratan itu lepas,aku bisa berdiri sekarang dengan kepala yang masih terasa pening serta tubuh yang seperti dihantam batu au pun masih tetap berusaha untuk segera dari rumah yang gila ini.
dengan sengaja aku tak menyalakan lampu diruangan ini agar tidak ada yang curiga,perlahan demi perlahan dengan sangat hati hati akhirnya saya berada diujung pintu.
"ngeeek"

kini saya sudah berada diluar ruangan yang menahanku tadi,kini saya sepertinya berada di sebuah lorong lagi. Tapi berbeda dengan yang tadi,kini nampaknya saya berada disebuah lorong yang dimana lantai serta desainnya seperti rumah sakit! Sungguh,ini sangat membingungkan bagi seorang detektif seperti saya. Bagaimana tidak? Rumah yang tadinya sangat kotor dan sakit ini dalamya begini?! Siapa sangka?!
dengan cahaya lampu seadanya,saya melihat memang sepertinya ruangan ini telah rusak dan seperti tidak terurus. Dengan langkah hati hati saya menelusuri lorong ini. Langkah demi langkah saya jajaki.

saya melihat sekitar lorong ini ada berbagai ruangan yang entah apa itu saya tidak berani membukanya,ruangan itu dinamai dengan scp-957 , scp-682, scp-639 , scp-745 , scp-096 , scp-049 , scp-087. Ya itu 7 ruangan ,yang saya lewati tadi entah apa itu sungguh saya benar benar tidak inigin terlibat dengan semua ini.

tetapi ada 1 ruangan yang sepertinya beda dengan ruangan ruangan yang saya lewati tadi,kali ini ruangan ini diberi nama scp-173,dengan berat hati saya mencoba untuk memasuki ruangan tersebut.
dengan langkah awal saya mencoba mengintip ruangan tersebut,namun tak terlihat apapun

Saya mencoba membuka pintu ruangan tersebut,didalamnya nampak seseorang sedang duduk dikasurnya sembari melihat bulan dijendala dengan tatapan penuh harapan.
saya mencoba mendekatinya,dengan langkah perlahan saya sampai di balik badannya. Dengan bibir dan tubuhku yang kaku,saya mencoba menyapanya.

"hai,apa ayang kau lakukan disini"
seketika ia membalikkan badannya sembari berkata
"regalis! Regalis!"
"regalis?apa itu?apa yang kau bicarakan?"
seketika ia menunjuk arah pintu dan ternyata tidak kusangka sang penodong yang menyekapku tadi kini berada di ambang pintu. Masih dengan suara asah aduan pisaunya,kini semakin mempertegas kalau ia akan segera masuk ke ruangan ini.
"Aduh! Aku harus bagaimana"
"arkhane"sarannya
"apa itu? Saya tidak tahu bahasamu.
"arkhane!" sembari ia menunjuk kearah sebuah lemari.
tak kusangka ternyata ia bukan bagian kawanan dari sang penodong,dengan cepat saya langsung menuju ke lemari yang terletak di pojok ruangan tersebut.
"hey,tolong aku tak mau mati,seenggaknya bukan mati disini"pintaku

tak lama kemudian sang penodong itu masuk,dan mengecek semua ruangan ini.
"hey tadi saya dengar kau berbicara dengan seseorang"
"nehop"
"jangan bohong!"
entah apa yang di bicarakan makhluk beruangan scp-173 ini saya benar benar tak mengerti artinya,tapi saya yakin ia menyembunyikanku disini.

sang penodongpun seakan tidak percaya dengan kata si scp-173 ini ah sebut saja ia regalis,karena ia mengeluarkan kata itu pertama kali.
saya melihat di selah lemari,sepertinya sang penodong telah memerika semua ruangan ini dengan seksama kecuali satu. Ya,lemari ini.

dengan wajah yang sepertinya ia haus membunuh serta suara asahan pisaunya yang mengiris telingaku,ia berjalan kearahku.

"dep,dep,dep,dep"
suara langkah kakinya terdengar jelas seirama dengan suara degup jantungku,semakin ia dekat semakin keras suara degub jantungku.
nafasku terengah sembari saya menahan dengan sangat saksama.

kini tepat!ya sang penodong kini tepat di depan lemari,saya bisa melihat jelas melalui selah lemari.

....

(part 3) (escape) coming soon..

The SculptureTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang