Terima kasih 1k pembaca nya :D
*-*
Ella langsung melempar botol minuman yang dirinya pegang pada Zee.
"ANJING!, DIA ISTRI GUA, SIALAN! BASTARD!"
Saat itu juga Zee benar-benar dipukuli oleh Ella, amarah gadis itu benar-benar meledak, hati nya entah mengapa terasa nyeri.
Flora dengan segera berusaha untuk menghentikan Ella.
"Ella, stop, kita pulang!" Flora menarik bahu Ella agar menatap nya.
Nafas Gadis itu memburu, kedua matanya memerah, tangan nya terkepal dengan erat, ia menatap Flora lekat.
Flora membawa Ella keluar dari ruangan nya dan membawa gadis itu pulang.
Kini Flora yang menyetir, sepanjang perjalanan tidak ada percakapan apapun.
Setibanya di halaman, Ella keluar dari dalam mobil, ia menutup pintu mobil dengan bantingan, membuat Flora tersentak, kedua tangan nya sedikit gemetar.
Ia ikut turun dari dalam mobil dan menyusul masuk ke dalam rumah.
Ella terduduk di sofa, menyembunyikan wajah nya di kedua telapak tangan, bahu nya bergetar,
Flora membatu, Mengapa reaksi nya begitu serius?
Ia yakin bahwa Ella tidak memiliki rasa apapun, gadis itu hanya senang menggoda dirinya saja.
"Ella, ten-"
"kakak ada hubungan apa sama Kak Zee?" wajah gadis itu memerah, suara nya serak menahan tangis.
"gua sama Zee gak ada hubungan apa-apa, i-itu murni cuman kecelakaan aja"
Ella terdiam, ia bangun dari duduk nya melangkah mendekat pada Flora dan memeluk gadis itu erat-erat.
Flora membalas pelukan itu.
"maaf" ungkap nya.
Pelukan itu terlepas dan Ella mengecup bibir Flora cepat kemudian menatap nya.
"Love you Kak"
Flora mengerjapkan matanya.
"h-hah? lo boong 'kan?"
Kali ini Ella mencium Flora, keraguan itu hilang.
Ella mendorong pelan Flora, gadis itu terduduk di sofa, Ella masih mencium Flora, mengukung nya dan perlahan Flora terlentang disana.
Erangan kecil terdengar.
Ella melepas panggutan nya, ia mulai mengendus telinga Flora dan perlahan mengigitnya, perbuatan seduktif itu membuat Flora dengan segera mendorong bahu Ella.
"jangan sekarang" suara gadis itu terdengar rendah.
Dengan perasaan cukup canggung, Ella merubah posisi nya, ia duduk
"Ella suka kakak, kakak cuman punya Ella, Love you kak, ini serius kak, no hoax" ucap nya langsung.
Flora terkekeh lalu menggenggam tangan Ella.
"love you too Ella dan maafin gua"
Ella mengangguk, memaafkan Flora, Ia benar-benar jatuh hati dengan Flora, tidak masalah asalkan Flora tetap bersama nya.
Dirinya benar-benar mendapatkan jawaban nya.
"Kakak udah makan?" Flora menggeleng.
"kita makan bakso depan komplek yuk" raut wajah nya berubah ceria, seperti biasa.
"bakso? gak mau mie ayam aja?"
Mata Ella berbinar dan langsung menarik tangan Flora untuk segera ikut.
"gas kak, kita borong mie ayam nya"
*-*
Selesai menikmati mie ayam kini mereka berjalan pulang dan sedikit mampir ke taman dekat rumah mereka.
Suasana senja serta angin sepoi-sepoi membuat taman itu terasa nyaman, terlebih banyak nya tempat duduk yang tersedia.
"kak, aku beli pentol dulu ya, kakak tunggu sini"
Ella kemudian dengan cepat berjalan menuju tukang Pentol yang tak jauh dari tempat duduk mereka.
Flora menunggu, ia memperhatikan gerak-gerik Ella, ia memainkan jarinya, merasa gundah dengan hal terjadi.
Ia menghela nafas dan dirinya harus mengambil keputusan.
Ella berjalan kembali dengan riang dengan dua bungkus pentol di tangan nya lalu duduk disamping Flora, ia memberikan satu bungkus pada Flora.
"kak, tadi pas di kampus aku dapet undangan dari kak Christy, undangan pesta ultah nya, katanya kita harus dateng barengan"
Flora mencubit hidung Ella.
"iyalah barengan, biar satu kampus tau bocah alay ini punya gua"
"aaa, Ella baper" Ella tersenyum-senyum, menggoyangkan tubuhnya kekanan-kekiri.
Flora memutar mata nya malas, sifat alay nya itu sudah identik.
"besok mau cari baju?" tanya Flora.
"boleh, jam 11 aku udah beres, kalau kakak?"
"jam 12, tunggu gua dikantin aja, deket tukang bakso"
Ella mengangguk dan kembali memakan pentol nya.
Hari semakin sore dan kini mereka tidak sengaja bertemu dengan Raisha.
"sama siapa kesini? tumben banget, biasanya jam segini lu paling males keluar kamar"
"di-"
"haloo, temen nya Raisha ya? kenalin aku Lulu, pacarnya Raisha, salam kenal ya"
Lulu muncul dengan kantung plastik di tangan nya, ia langsung menggandeng Raisha.
Pernyataan itu tentu saja membuat Ella terkejut.
"pacar? lo terima juga akhirnya?" Ia bertanya sembari tersenyum.
Raisha menggaruk tekuk nya, ia mengangguk kecil.
Lulu masih dengan senyum lebar nya lalu gadis itu melihat pada Flora yang masih sibuk memakan pentol nya.
"Halo Flo"
"hai juga" jawab Flora tak kalah ramah.
"kalian juga lagi ngedate ya?" tanya Lulu.
Flora mengangguk sembari tersenyum.
"btw, selamat ya, semoga langgeng" ucap nya.
Sedikit perbincangan pada saat itu cukup menyenangkan.
*-*
"kak, please, I'm begging you, jangan batalin pertunangan kita"
Zee menghela nafas kasar, ia melepaskan tangan yang terus menggenggam nya perlahan.
"Marsha, kita masih bisa batalin pertunangan ini, masih ada waktu sebelum pengumuman resmi nya, pertunangan ini ada hanya karena bisnis"
Gadis itu menggeleng, air mata nya terus mengalir.
"engga, aku gak mau batalin pertunangan ini, I adore you!"
Gadis itu luruh, ia menangis, menumpahkan semua perasaan nya di hadapan Zee.
Zee berjalan mendekat pada Marsha, ia mengusap air mata itu, membantu Gadis itu berdiri, Zee memeluk nya, mengusap punggung Marsha, berusaha untuk menenangkan nya.
"Aku menghargai adanya perasaan kamu untuk aku, but I'm really sorry, aku gak bisa terima perasaan kamu, I'm sorry, Marsha"
*-*
Wadaw guys wadaw
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
Lover (END)
Fiksi PenggemarFlora si ketua BEM, Ella si wakil BEM, Kejadian di ruangan Flora membuat mereka terjalin selamanya.
