*KET : 5' = 5 menit/300 detik
*-*
Flora merasa tidak sanggup jika gadis itu akan tersakiti lebih lagi terlebih jika Ella mengetahui apa yang terjadi antara dirinya dan Zee.
Ella benar-benar terdiam, ia hanya memandang Flora, tatapan nya mulai berkaca-kaca.
Flora membuang wajah nya.
Air mata yang ditahan akhirnya luruh, Ella dengan cepat menghapus nya dan mengambil tangan Flora untuk ia genggam.
"Kak..." suara Ella bergetar.
"makasih, udah ceritain masa lalu kakak sama kak Zee, Ella hargain itu, Ella gak masalah sama hubungan kakak di masa lalu, Ella juga pemenang nya disini"
Ella menepuk dada nya dengan bangga, ia tersenyum lalu memandang sesaat tangan mereka yang tertaut.
"Kak Zee gak akan bisa ngapa-ngapain sama hubungan kita, kalau kakak masih ungkit kejadian kakak sama kak Zee diruangan kakak, Ella udah bilang waktu itu, Ella paham, gak semua orang gitu aja lepas dari masa lalu"
"Ella bakal tetep disini, sama kakak, bareng-bareng, Ella bantu kakak move on dari kak Zee, kita buka lembaran baru" Ella mengatakan nya dengan cepat.
"..."
"Kak, please, bilang sesuatu..." Ia berbisik dengan suara yang bergetar.
Flora yang hanya diam membuat Ella merasa khawatir, gadis itu menangis, hanya saja dengan cepat ia menahan kembali.
Flora menarik tangan nya perlahan dari genggaman Ella, lalu gadis itu menatap Ella sesaat.
"Gua selingkuh sama Zee, gua balikan sama dia..., gua sama dia udah ngelakuin hal kotor..."
Ella menggeleng, dirinya langsung mencium Flora, memberitahu, bahwa dirinya menolak keras ucapan Flora.
Flora dengan cepat mendorong bahu Ella.
Lalu menampar gadis itu.
"Ingetin tamparan ini, ingetin orang yang nyakitin lo sekarang ini, lo harus inget! Pikir pake logika, orang mana yang mau ditampar terus-terusan?!"
Ella menghapus air matanya lalu mengambil tangan Flora, berusaha untuk kembali mengambil tamparan.
"Tampar terus kak, Ella gapapa! Ella cuman mau sama kakak terus, Ella cinta banget sama kakak, plis kak, jangan tinggalin Ella..."
Setelah nya, Ella benar-bebar menumpahkan semua air matanya.
"Maaf, kita gak bisa Ella"
*-*
"Ella, bangun Ella, bangun, acara nya masih lanjut, ini udah 5 menit"
Ella membuka matanya dengan cepat dan bangun hingga menjadi posisi terduduk.
Ia kemudian melihat sekitar nya dan menemukan Flora tengah memandang nya dengan bingung.
Ella dengan cepat menangis dan memeluk Flora.
"Kakak gak akan cerain aku 'kan? Ella gak mau kak, Ella gak mau kita cerai, Ella sayang banget sama kakak"
Flora mengernyitkan dahinya lalu melepas pelukan itu.
"Lo abis mimpi kah?" Flora bertanya sembari merapikan rambut Ella.
Ella terdiam kemudian dirinya menghela nafas panjang dengan lega, dirinya benar-benar merasa lega.
"Mimpi aku kerasa panjang banget kak"
"Boleh ceritain?"
Ella mengangguk, Flora membawa mereka untuk duduk dan Ella mulai menceritakan semua nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lover (END)
FanfictionFlora si ketua BEM, Ella si wakil BEM, Kejadian di ruangan Flora membuat mereka terjalin selamanya.
