54 (END)

632 39 9
                                        

Hari itu bener-bener jadi momen paling bahagia buat Zuohang. Setelah ngalamin segudang drama dan masalah, akhirnya dia bisa nyantai dan nikmatin hidup bareng Zhixin, Zhangji, Yuhan, sama Junhao. Sekarang, hubungan dia sama Zhixin dan Zhangji nggak lagi sembunyi-sembunyi. Meskipun banyak yang nggak paham sama cinta mereka, dukungan keluarga Zhang bikin semuanya terasa lebih ringan.

Di taman yang adem, mereka nongkrong bareng sore itu, ketawa-ketiwi sambil ngobrolin rencana masa depan. Zhixin asik mainin rambut Zuohang, sementara Zhangji nggak ngelepas genggaman tangannya. Yuhan sama Junhao sibuk ngeledek satu sama lain, bikin suasana makin seru dan santai.

Tapi, kebahagiaan itu tiba-tiba berubah jadi petaka.

.

.

.

Pas Zuohang lagi jalan bareng mereka di pinggir taman, matanya tiba-tiba nangkep seorang bocah kecil lagi main bola di tengah jalan. Bocah itu kelihatan happy banget, nggak sadar kalau ada truk gede melaju kencang ke arahnya.

"WOI! Anak itu di tengah jalan!" teriak Zuohang, tapi suaranya nggak cukup buat ngehentikan bahaya.

Tanpa mikir panjang, Zuohang langsung lepas genggaman tangan Zhixin dan lari ke arah bocah itu. Jeritan Zhixin, Zhangji, sama Yuhan kedengeran di belakang, tapi Zuohang udah sampai duluan. Dia dorong bocah itu biar selamat, pakai seluruh tenaganya.

Sayangnya, Zuohang nggak sempat ngehindar. Truk gede itu nabrak dia dengan keras. Tubuhnya terpental ke jalan dengan suara yang bikin semua orang di sekitar langsung diem.

"ZUOHANG!!!" teriak Zhixin sama Zhangji barengan.

Mereka langsung lari ke arahnya sambil nangis. Zuohang tergeletak di jalan, mukanya masih kelihatan tenang meskipun badannya penuh luka. Zhixin genggam tangannya erat, sementara Zhangji peluk dia erat banget, nyoba buat nahan air mata.

Yuhan buru-buru telepon ambulans, sementara Junhao cuma bisa berdiri kaku, mukanya penuh ketakutan dan sedih.

"Zhixin... Zhangji..." bisik Zuohang pelan banget. "Aku seneng bisa bareng kalian... Jangan nangis ya..."

"Jangan ngomong kayak gitu!" Zhixin nangis kejer, air matanya netes di muka Zuohang.

Zhangji pegang pipinya dengan lembut. "Kamu nggak boleh ninggalin kami. Kita nggak bakal lepasin kamu!"

Tapi, pelan-pelan mata Zuohang mulai merem, napasnya makin lemah. Pas ambulans sampai, nyawa Zuohang udah nggak bisa diselamatin. Dunia kerasa runtuh buat keluarga Zhang pas dokter bilang kalau Zuohang udah pergi.

.

.

.

Pas Zuohang buka matanya lagi, dia kaget nemuin dirinya di ruangan serba putih, bau antiseptik nyebar ke mana-mana, dan suara mesin medis kedengeran di sekeliling. Badannya kerasa berat, tapi pelan-pelan dia sadar sesuatu.

Dia nggak lagi di dunia keluarga Zhang. Sekarang dia balik ke tubuh aslinya—Zuoshan, seorang cowok muda yang koma selama enam bulan.

Zuoshan ngelihatin sekeliling, ngeliat kakaknya nangis haru karena akhirnya dia bangun. Tapi, di balik kebahagiaan mereka, ada rasa kosong di hati Zuoshan. Ingatan tentang Zhixin, Zhangji, Yuhan, sama Junhao masih jelas banget di pikirannya, kayak semuanya baru aja kejadian.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Zuoshan pelan, suaranya serak abis.

Dokter ngejelasin kalau dia koma gara-gara jatuh dari tangga, dan banyak yang nggak yakin dia bakal bangun. Tapi, Zuoshan tahu lebih dari itu. Dia tahu kalau dia pernah hidup di dunia lain, cinta, dan dicintai sama orang-orang yang sekarang nggak bisa dia temuin lagi.

.

.

.

Hari-hari berlalu, Zuoshan nyoba buat balik adaptasi ke hidupnya yang lama. Tapi setiap malam, dia selalu mandangin langit, berharap kalau di suatu tempat, Zhixin sama Zhangji masih bisa ngerasain cintanya.

Meski nggak ada yang tahu dunia itu beneran nyata apa nggak, buat Zuoshan, kenangan tentang keluarga Zhang adalah bukti kalau dia pernah cinta dan dicintai dengan tulus.

Cerita ini selesai dengan Zuoshan yang akhirnya nerima takdirnya, tapi hatinya tetap terhubung ke dunia yang udah dia tinggalin. Sebuah dunia di mana cinta sejati pernah ngerubah hidupnya selamanya.

.

.

.

.

.

.

.

.

END

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Halo semuanya. Setelah hampir beberapa bulan buku ini terbit, akhirnya cerita ini telah sampai pada penghujung. Bagaimana dengan endingnya? Apakah kalian puas? Pokoknya terima kasih kepada para pembaca yang selalu menantikan cerita ini. Dengan ini min resmi menyatakan bahwa buku TRANSMIGRASI ZUOHANG telah selesai. Terima kasih semuanya. Jangan lupa vote dan comment meskipun buku ini sudah selesai. Sampai jumpa lagi di cerita baru dan di cerita Zhang's Family.

Transmigrasi Zuohang (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang