bab 28

432 21 2
                                        

Happy reading...

~

~

Abyan kini tengah berjalan di sebuah tempat yang indah, tempat yang di tumbuhi dengan bunga

Pandangan nya tak sengaja menangkap seorang gadis remaja yang mengenakan gaun putih yang tengah duduk membelakanginya

Abyan dengan cepat melangkah kan kaki nya ke arah gadis itu

Tubuh Abyan menegang saat melihat gadis yang ada di depan nya sekarang

"PRINCESS!!"

Abyan memeluk tubuh baby dengan erat, menyalurkan rasa rindu yang begitu dalam,hingga tak sadar air mata nya keluar membasahi pipinya.

Tapi berbeda dengan baby yang hanya diam dan tidak membalas pelukan Abyan.

"Maaf...maafkan Dady sayang..."ucap Abyan sambil mencium kening baby.

Secara tiba-tiba baby melepaskan pelukan Abyan dan beranjak pergi

"Baby....Baby"teriak Abyan dan berjalan cepat menuju baby

Perlahan baby membalikkan tubuhnya dan menghadap abyan.

Perlahan tubuh baby berubah penuh darah dan luka,persis saat baby tertabrak

Dan tubuh baby menghilang terbawa cahaya secara perlahan,Abyan yang melihat itu menjadi panik.

"PRINCESS!!"

"PRINCESS!!"teriak Abyan

Abyan terbangun dengan nafas memburu dan keringat yang bercucuran.

Abyan menoleh kesampingnya dan  memastikan bahwa ayu tidak terbangun dari tidurnya.

Abyan beranjak dari tempat tidurnya,
Dan menuju balkon apartemen nya.

abyan dan ayu memilih tinggal sementara di apartemen nya, untuk menjaga jarak dengan yang lain.

Abyan memandang langit malam yang begitu gelap, petir yang bersahutan dengan keras,dan juga udara yang sangat dingin, seakan memberi tau bahwa akan turun hujan

Abyan melirik jam yang ada di handphone nya,yang menunjukkan pukul 02.33 dan Abyan kembali masuk kedalam kamar nya.

                           ✨✨✨✨✨
09.00
Saat ini didalam ruangan baby  sudah ada ayu,Abyan dan kai  yang menjaganya, sedangkan yang lain sudah kembali ke aktifitas masing-masing.

Ayu mendekati ranjang putri nya,dan mengelus wajah pucat baby.Ayu  merasa bersalah mengingat perbuatan nya kepada putri nya,ia sangat marah kepada dirinya sendiri..
kenapa dia baru menyadari semua perbuatannya sekarang

Ini semua karena gadis licik itu yang menghasut dirinya agar membenci putri nya sendiri

"Maafkan momy, sayang"-ucap ayu lirih

"Ini semua salah momy,maaf....maaf sayang....momy menyesal..."-ucap ayu dengan air mata yang mulai berjatuhan

Abyan membawa istrinya kedalam pelukannya
"Shutt....jangan menyalakan diri sendiri sayang..."

"Ini semua salah ku....andai aku gaa bawa cia ke rumah kita, pasti baby bakal baik-baik aja kan mas?!"-ucap ayu sambil menangis dalam pelukan Abyan

"Aku takut baby kenapa-kenapa mas.."

"Semua akan baik-baik saja, sayang"
-ucap Abyan sembari memeluk ayu dengan erat

Kai menatap sendu ke arah kembaran nya..
"Wake up,baby.."

                     ✨✨✨✨✨✨

~

~

"Dimana gadis itu?"-ucap salah satu laki-laki yang ada di situ

"Dia sudah berada di ruang bawah tanah,tuan"-ucap pengawal itu

Para laki-laki itu hanya mengangguk dan berjalan menuju ruang bawah tanah.

Begitu memasuki ruangan,mereka melihat gadis itu sedang terikat disebut kursi dengan mata tertutup

"SIAPA DISANA!!LEPASIN GUAA"
-teriak gadis itu

"Jangan teriak sialan!, brisik!!"-ucap salah satu laki-laki

"Siapa Lo!!gua gakenal sama Lo!!"

"Yakin?"

Salah satu laki-laki itu menyuruh bodyguard nya untuk membuka penutup mata yang digunakan gadis itu.

*DEG*

Betapa kagetnya cia saat melihat para laki-laki yang di hadapan nya ini adalah para Abang nya baby

"Puas Lo?udah ngebuat baby kritis?"-ucap alfarezel

"Jawab bangsat!!!"-ucap jarel

"Maaf"-ucap cia lirih

"Maaf?..MAAF SETELAH LO BUAT ADEK GUA KRITIS?!!"-ucap nio

"M-maaf"-ucap cia sembari menangis

"Ga usah nangis,kita gabakal kasihan sama Lo!"-ucap Raegan

"Aku nyesal-

"Omong kosong!!"

Nio melirik bodyguardnya
"Lakukan"-perintah NIO

"Baik tuan"

Salah satu bodyguard mula mencambuk cia

Akhhh...

"Dengar cia,kami tidak akan membiarkan kamu mati begitu saja,
Menderita lah didunia ini..."

Sedangkan cia yang mendengar itu hanya bisa menangis dan merasakan sakit ditubuh nya yang terus dicambuk.

Para laki-laki itu pergi begitu saja membiarkan gadis itu berteriak kesakitan  dan suara cambukan yang begitu keras.

                    ✨✨✨✨✨
21.00
Andra melangkahkan kakinya memasuki ruangan seseorang.
Perlahan ia mulai mengelus rambut panjang gadis itu yang masih betah memejamkan matanya, setetes air mata mulai jatuh dari sudut matanya,
ia menatap sendu ke arah adiknya yang terbaring lemah dengan alat medis.

"Maafin Abang sayang..."

______________________________________
HAI HAI SEMUANYA

Makasihh yaa udah baca cerita aku
Dan maaf ya aku baru bisa up sekarang🤍
Maaf yaa bab yang ini agak pendek

Jangan lupa vote yaaa
Vote yang kalian beri di cerita aku,
Ngebuat aku semangat untuk up🤍

                    

POSESIFTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang