Uhuk udah beberapa abad saya nggak update book ini, ada yang kangen nggak nih sama Guyonan tok! ? Ok karna saya lagi baik hati jadi hari ini saya bakal update semua book yang pernah saya buat, tungguin aja pokoknya
" Hallo ges "
" Tumben menyang mrene? "
( Tumben kesini?)
" Halah kakean sambat kon, mengko nak ndak mrene nyangkem "
( Halah kebanyakan ngeluh kamu, nanti kalo nggak kesini ngebacot )
" Alah alah uwes cah leh padu, mending nggolek gorengan wes "
( alah alah udah guys berantemnya, mending kita cari gorengan)
" Jangkrik! Aggi tekan kene wes nggeluyur maneh, ra Melu aku "
( Baru aja sampe sini udah mau keluyuran lagi, nggak ikut aku)
" Tenan ra melu kon? Mengko ndak iso ndelok tuan putri mu loh "
( Beneran nggak ikut kamu? Nanti nggak bisa liat tuan putri mu loh)
" Oalah menyang kono, yoweslah melu aku wes kangen pol karo dek Enji "
( Oalah kesitu, yaudah lah ikut aku, udah kangen pol sama dek Enji )
" Jenenge Joe blok! "
" Bodoamat! Panggilan sayang kui "
" Panggilan sayang gundul mu "
" Dih iri bilang cok "
Panjang kan? Ya itu kejadian kalau guyonan tok lagi nongkrong di basecamp Boston geng, mereka bertiga yang akhir akhir ini jarang kumpul di basecamp harus mendengarkan bacotan dari salah satu temannya. Sebut saja Eja si paling ibuk kalo di geng mereka
Tristan yang udah muak karena mendengar bacotan Eja dan Harvey langsung mengajak semuanya untuk pergi kesalah satu warung kopi elit atau anggota Boston bilangnya angkringan elit yang ternyata punya keluarga Joe, nah hal itu ngebuat Jarvis langsung gas aja. Ehek ketemu calon istri sama mertua weh
Langsung aja mereka semua pergi ke warung itu, waktu yang mereka tempuh sekitar 30 menit dari basecamp. Dan terlihatlah bangunan mirip cafe tapi lebih ke warung kopi pinggiran biasa, cuma bedanya pake bangunan bukan tenda biru
Mereka memarkirkan kendaraan nya di depan bagian pojok kanan warung kopi, Tristan yang jadi ketua tentu saja masuk duluan dan diikuti rencang rencangnya
( Rencang² : teman²)
Sembari menunggu Eja memesan kopi, para Boston mulai berbacot ria dan bermain game. Nggak ada yang ngerokok karena peraturan warung kopi disama nggak boleh ada yang ngerokok, sebenarnya para Boston ini nggak suka ngerokok malah tiap hari ngemilin permen split rasa lemon. Itu loh bungkus permennya ijo tapi permennya putih.
Kalo kata Harvey mah : " tawuran boleh, ngerokok jangan "
Aneh? Ya emang anaknya begitu
Selang beberapa menit menunggu, akhirnya kopi yang mereka pesan dateng tapi ada 2 gelas beda yang isinya teh tarik, itu punya Jarvis dan Anggit btw. Jarvis nggak minum kopi dulu karena asam lambungnya kumat, dan Anggit emang nggak suka kopi dari dulu setiap kesini dia mesen teh tarik legend kalo kata dia mah
KAMU SEDANG MEMBACA
Guyonan Mencari Cinta
Short StoryHanya cerita tentang 3 cowok asal surabaya yang sedang mencari cinta sejatinya YONGJAE! DONGMARK! JAEMJEN! JAWA SURABAYA X SOLO BXB! NGGAK SUKA SILAHKAN MINGGAT!!
