Tak terduga

903 49 4
                                        

Authorr up nichhh,maaff ya PHP/lama dan lain lainn...

HAPPYY READINGG SEMUANYAAA!!!!

VOTE + KOMEN TIAP PARAGRAF NYA YAAA!!

SPAM KOMEN TIAP PARAGRAF BIAR GUE RAJINN UPP!!!

*Jan cuek cuek amay yah cuma disuruh komen + vote doang kokk☹️

🌱🌱🌱

"Lama tidak bertemu sweetie"

Theryn duduk gelisah,jantungnya berdetak tak karuan,pasokan udara seperti melangka hingga detak jantungnya terhenti sekejap.

Suara yang tak terbayangkan sebelumnya akan bertemu secepat ini,otaknya memutar pertemuan hingga percintaan keduanya bagai kaset rusak.

Ia mendongak menatap paras bak dewa yang telah mengambil kesuciannya dan sialnya dirinya justru merindukan lelaki ini.

Lelaki didepannya justru tampak tenang dan datar.

Berbeda sekali dengan theryn yang sudah keringat dingin sedari tadi.

Theryn memejamkan matanya mengontrol sedikit emosi yang tertahan,ia harus bersikap profesional.

Ia kembali menatap sang klien dengan serius,"Kita langsungkan saja rapat hari ini,sebelumnya saya minta maaf karena tidak sopan terhadap anda tadi dan sa--"

"Tak perlu terlalu formal terhadap saya,nona.Lagipula anda telah melakukan banyak kesalahan pada saya dan saudara saya"

Theryn melipat bibirnya,"Maksud tuan? kesalahan apa yang saya lakukan pada saudara anda?"

Jean berdecih sembari tersenyum miring,"Memukul saudara saya dengan botol bir hingga kepalanya pecah dan anda langsung pergi tanpa rasa bersalah sedikit pun"

"Sepertinya tata Krama wanita lebih rendah dibanding laki-laki seperti kami"

Theryn naik pitam,apa apaan tiba tiba lelaki ini merendahkan kaum wanita dan menjunjung tinggi pria gay yang sex dimana pun tanpa tau tempat,sialan sekali.

"Apa maksudmu?Kalian bahkan lebih rendah dibanding kami,saling memakan satu sama lain padahal sesama gender,menjijikkan!"

Jean mengerutkan keningnya, suasana menjadi suram,sepertinya dirinya tak terima namun itu kenyataan.

"Kaum kalian saja langka dan kebanyakan yang tersisa hanya wanita jalang,sepertimu" bantah Jean,ia paling tak suka jika ada orang lain mengatai perilaku nya.

"Sialan!Kau yang telah mengambil kesucianku brengsek!!dengan mudahnya kau berkata jika aku ini jalang?!Dimana otakmu!!!"

Malas berdebat,Jean lebih memilih diam,berekspresi datar seraya menatap wanita didepannya.

Theryn bisa merasakan tatapan itu sangat tajam dan menusuk jadi ia lebih memilih untuk menunduk saja.

"Anda tidak perlu menjelaskan secara detail mengenai perusahaan,saya sudah membaca keseluruhan seperti apa perusahanmu" ucap Jean.

Tangan kekarnya mengambil berkas bewarna biru muda di atas meja.

Membaca nya sebentar lalu mengambil pulpen yang tergeletak di meja juga.

Membuka tutup pulpen tersebut dengan tarikan giginya kemudian mencoret kolom bagian bawah sebagai tanda tangan persetujuan kerja sama.

Ia menutup pulpen dan map tersebut lalu melemparnya ke meja.

Tampak pria itu mengontrol nafasnya,hal itu pun tak luput dari penglihatan theryn sedari tadi.

"Sepertinya ini akan menjadi kompensasi untukmu tapi aku benar-benar membutuhkan ini"

Theryn & five big boys(Hiatus)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang