AUTHORR UPP!!
MAAFF YA SEMUANYA AUTHOR TIBA TIBA NGILANG SATU BULAN.
SOALNYA WATTPAD GUE ERORR GA BISAA DIBUKA SAMSEK.
TERUS BARU TADI SIANG BISA BALIK LAGI KEK GINI,FYUHH UNTUNG YAK.
TANDAII TYPO NYAA OKEE!!
MAKASII BUAT KALIAN YANG UDAHH SABARR BANGETT NUNGGU GUE UPP🫂
VOTEE NYAA JAN KETINGGALAN CUYYY..
HAPPY READINGGGGGGG!!!
•••••
"Kamu sudah siap?"
Theryn mendongak menatap pria jangkung tampan itu sekilas.
"Hm" Ia berjalan sejajar dengan jean,dimana pria itu tampak leluasa memeluk pinggangnya tanpa canggung sedikitpun.
Theryn sedikit risih, bagaimana tidak tangan pria ini tak hanya merangkulnya justru mencuri curi kesempatan dengan mengelus kemudian merambat kemanapun.
"Anda bisa gak sih?jangan kurang ajar!" kesal theryn.
Jean hanya menampilkan raut bingung membuat wanita itu geram dengan kepolosan brengsek pria ini.
"Apa salah saya bukannya sepasang kekasih memang seperti ini?"
"Ish!tapi tangan bapak yang ngerambat kemana kemana!"
Jena mengedikkan bahunya tak peduli. ia tetap merangkul wanita disebelahnya walau misuh misuh sedari tadi.
Mereka masuk ke restaurant yang baru baru ini sedang booming di negaranya.
Restaurant mewah bernuansa eropa dan mewah dengan interior putih dicampur beige.
Ia melihat sekeliling tak ada pelanggan sedikitpun karena resto ini telah di booking.
Gila! hanya untuk makan malam saja sampai di booking?maklum holang kaya mah.
Jean menarik kursi lalu mempersilahkannya duduk. Kemudian pria itu duduk tepat disampingnya.
Mereka tengah menunggu keluarga Jean yang belum kunjung datang.
Theryn keringat dingin,ia sangat takut mengingat keluarga Harrison bukan orang sembarangan.
Jean melihat kegelisahan wanita disampingnya dengan cekat ia mendekat lalu mengelus lembut punggung tangan wanita nya.
Cantik!.Sekilas ia sedikit terpana, namun dengan cepat ia tepis hal itu jauh jauh.
"Santai,tidak usah panik keluarga saya tidak se-menyeramkan itu kok"
Theryn mendelik,"Itu kan menurutmu"
Jean terkekeh lalu memanggil pelayan untuk memesan minuman untuk mereka berdua sembari menunggu keluarganya datang.
****
30 menit sudah dirinya menunggu disini bersama Jean dengan keadaan canggung.
Tidak ada salah satu topik pun yang bisa mengusir kecanggungan ini.
Sedari tadi mereka hanya diam dan memperhatikan sekitar yang juga sangat sepi karena hanya ada mereka berdua di lantai ini.
Theryn tampak menghela nafas,ia sangat tidak suka kecanggungan ini dengan ragu ia memberanikan bertanya.
"Em,kapan keluarga anda akan datang ke sini?"
"Entahlah"
TUH KAN,gimana mau jadi topik kalau yang di tanyain aja jawabnya gini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Theryn & five big boys(Hiatus)
Fantasy⚠️⚠️((Wajib bacaaa))⚠️⚠️ follow duluu yaa + vote nyaa Jan lupaa Dunia yang membingungkan,dimana pria dan pria dianggap sebagai pasangan serasi,lain halnya dengan wanita yang selalu diinjak-injak harga dirinya,namun tetap dilahirkan untuk alat pengha...
