Beberapa bulan berlalu, dan kini usia kandungan Cassandra sudah menginjak lima bulan. Waktu terasa begitu cepat berlalu, seiring dengan momen-momen kecil yang membawa kebahagiaan tersendiri. Bulan lalu, mereka berdua pergi ke dokter untuk pemeriksaan rutin. Cassandra masih ingat bagaimana senyum lebar menghiasi wajah Leo saat dokter memberitahukan bahwa bayi mereka dalam kondisi sangat sehat. Sebuah tambahan yang menggembirakan, jenis kelamin bayi mereka adalah laki-laki. Namun, bagi Cassandra dan Leo, informasi itu tak pernah menjadi prioritas. Apa pun jenis kelaminnya, yang paling penting bagi mereka adalah bayi itu sehat dan berkembang dengan baik, tanpa kekurangan apapun.
Leo, dengan penuh perhatian selalu memastikan bahwa Cassandra merasa nyaman di setiap detik kehamilannya. Ia selalu ada di sampingnya, mendampingi dengan sabar dan penuh kasih. Cassandra merasakan dukungan Leo seperti selimut hangat yang melindunginya dari rasa bosan yang sering kali muncul saat harus menghabiskan waktu di rumah. Mereka menemukan cara untuk menjadikan hari-hari mereka penuh warna, menjadikan rumah bukan sekadar tempat tinggal.
Dalam beberapa bulan terakhir, mereka telah mencoba berbagai aktivitas baru yang membuat mereka semakin dekat. Cassandra mulai belajar memasak hidangan-hidangan baru bersama Leo, meskipun dapur kadang berantakan akibat percobaan mereka yang tak selalu sukses. Tawa mereka seringkali memenuhi ruangan ketika hasil masakan yang seharusnya tampak menggugah selera malah berubah menjadi bentuk yang tak terduga.
Leo juga mengajari Cassandra berkebun di halaman kecil belakang rumah mereka. Setiap pagi, mereka merawat tanaman tomat dan paprika yang mulai menunjukkan tunas-tunas segar. Ada keasyikan tersendiri saat Cassandra melihat tangannya yang kotor oleh tanah, seolah ada kehidupan baru yang tak hanya tumbuh di rahimnya, tetapi juga di sekitar mereka.
Terkadang, saat sore menjelang dan matahari merangkak turun, mereka bermain puzzle di ruang tamu, bersaing untuk melihat siapa yang lebih cepat menyusun potongan-potongan menjadi gambar utuh. Momen-momen itu, sederhana namun penuh kehangatan.
Cassandra tak pernah membayangkan bahwa masa kehamilan yang sering kali diwarnai dengan berbagai tantangan bisa menjadi penuh dengan tawa dan kebahagiaan. Semua itu berkat Leo yang selalu menemukan cara untuk membuatnya merasa dicintai, dihargai, dan—yang terpenting—tak pernah sendirian.
Beberapa kali, Cassandra juga kerap menghubungi keluarganya dan Anastasia melalui ponsel Leo. Percakapan itu selalu diwarnai oleh tawa ringan dan cerita-cerita sederhana yang membuat Cassandra merasa lebih dekat dengan mereka meski jarak memisahkan. Mendengar suara ibunya yang penuh perhatian atau gurauan Anastasia yang jenaka, selalu menghadirkan perasaan hangat di hatinya.
Setiap satu minggu sekali, Leo akan pergi ke kota untuk membeli berbagai kebutuhan rumah. Perjalanan itu cukup panjang, dan Leo selalu berusaha berangkat pagi-pagi sekali agar bisa kembali sebelum malam tiba. Meskipun Cassandra sering meminta ikut, Leo selalu menolak dengan alasan yang sama—ia tak ingin Cassandra kelelahan. Jarak rumah mereka dengan kota memang cukup jauh, dan Leo merasa lebih tenang jika Cassandra beristirahat di rumah sambil menunggunya kembali.
Awalnya, Cassandra merasa sedikit kesal setiap kali permintaannya ditolak. Ada saat-saat di mana ia merindukan hiruk-pikuk kota, suara klakson mobil, atau sekadar melihat-lihat toko dari balik jendela. Namun, ia juga tahu Leo hanya ingin yang terbaik untuknya. Perhatian Leo membuat Cassandra tersenyum setiap kali ia menatap punggung suaminya yang berjalan keluar rumah, membawa tas belanja kosong yang nanti akan dipenuhi dengan segala macam keperluan.
Di rumah, Cassandra menghabiskan waktunya dengan beristirahat atau melakukan kegiatan ringan. Ia akan membaca buku di ruang tamu yang hangat, sambil sesekali memandang keluar jendela, membayangkan Leo yang akan segera pulang. Ada perasaan tenang yang menyelimutinya, meski diselingi rindu. Tahu bahwa Leo akan pulang dengan wajah lelah namun penuh senyum selalu membuat hatinya hangat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prigioniera (END)
ChickLitKarena berani menolong sahabatnya yang kabur dari cengkeraman mafia, Cassandra Clark harus menanggung akibatnya. Gadis pemberani ini kini terjebak di bawah kekuasaan Leonardo Bianchi, tangan kanan mafia yang kejam. CERITA INI TERSEDIA SELURUH CHAPTE...
