Beberapa jam sebelumnya,setelah sarapan.
Yuliana mengambil sebuah botol berwarna putih dengan garis biru di tengahnya. Menuangkan dua kapsul di telapak tangannya.
"Waktunya minum vitamin mu sayang"
"Em, ya" Sahut Zayyan,biasanya dia malas jika waktunya menelan pil dengan rasa aneh itu. Tapi,karena ditemani oleh Damar dan Varrel suasana hatinya menjadi bagus.
"Makan buah dulu ya tapi" Tawar Yuliana.
Zayyan berpikir,matanya bergulir keatas. Sedang tidak mood.
"Tidak mau" Tolaknya.
Wanita itu menghela nafas ringan.
"Kenapa Zay?buah bagus untuk kesehatan" ucap Varrel.
"Zayyan tahu,tapi sedang tidak ingin" jelasnya.
Yuliana tampak berpikir sejenak,ada sesuatu baru yang ingin ia coba.
"Baiklah, sebagai gantinya mama akan beri vitamin tambahan" Yuliana kembali mengambil botol lain dengan botol yang berbeda.
"Tidak mau juga ma"
"Buah tidak mau,vitamin tidak mau,lalu apa yang kamu mau?" Damar berkata.
"Mau papa saja" Zayyan nyengir.
"Pintar sekali kamu menggoda" Damar tersenyum.
"ini diminum" Yuliana ikut naik keatas ranjang, memberikan 'vitamin' yang tadi diambilnya.
"Banyak sekali ma" Zayyan berkata,ia sebenarnya tidak tahu berapa jumlahnya karena digenggam oleh mamanya. Namun, melihat dari besarnya kepalan tangan mamanya mungkin ada sekitar enam.
"Katanya tidak mau buah,ini mama beri vitamin tambahan"
Varrel disebelah sudah menyiapkan segelas air putih ditangannya.
Yuliana mengambil setengah jumlah kapsul ditangan kanannya, setengah nya lagi diminumkan ke Zayyan, tangannya masih mengepal.
Membuka mulut.
"Hup!"
Zayyan kesusahan menelannya. Yuliana sebenarnya meminumkan semuanya sekaligus, hingga membuat Zayyan kewalahan. Telapak tangannya membekap mulut anaknya.
Setelah tertelan semuanya,Zayyan cepat-cepat meminum air dengan rakus. Menetralisir rasa pahit yang tidak tertahankan,rasanya pahit sekali hingga membuatnya seperti ingin muntah.
Rasa vitaminnya berbeda,tidak seperti biasanya.
"Pelan-pelan minumnya" Damar mengingatkan, sedikit menarik gelas yang masih berada dimulut Zayyan.
"Mama bohong" ucap Zayyan,masih merasakan pahit di lidahnya.
"Mama tidak bohong,memangnya mama tadi bilang sesuatu?" Berpura-pura berpikir, menyembunyikan senyum.
"Kalau mama beri sedikit-sedikit, pasti kamu tidak mau meminumnya lagi" ungkapnya.
"Anak pintar"
"Kamu menelan semuanya" Puji Damar,mengpuk-puk kepala Zayyan.
Tepat setelah Damar berbicara,Zayyan langsung tepar seperti orang pingsan. Varrel segera menangkup tubuh adiknya.
"Sepertinya yang 'ini' langsung bekerja dengan baik" Ucap Yuliana tersenyum,membantu membaringkan Zayyan, merapikan posisinya.
"Kamu memberi yang baru?" Tanya Damar, mengangkat selimut hingga batas dada.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZAYYAN [HIATUS]
General FictionZayyan, seorang remaja yang selalu dikekang oleh keluarganya Selama 16 tahun dirinya tidak pernah merasakan yang namanya kebebasan. Dikekang,diatur, sudah biasa Zayyan rasakan. walau demikian, keluarganya sangat menyayangi Zayyan,putra bungsu keluar...
![ZAYYAN [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/345744100-64-k796193.jpg)