Haloo,masih ada yang nungguin "Zayyan" balik lagi nggak nih?
Maaf ya kalo ceritanya belum lanjut dan masih hiatus. Tapi tenang aja ko,bulan ini atau nggak bulan mei bakal up lagi.
Sama mau curhat dikit ya hehe, sekalian menumpahkan isi hati biar plongg..
Guys!kemarin aku ketolak snbp aaa,kit hati bangett!!
Sekarang lagi bingung mikirin utbk atau yang jalur tes,mana dapat tgl 24 April lagi.
Tapi nggak apa",pasti bisa!!
Tolong minta doanya ya teman-teman bisa lolos di pilihan pertama 😭🙏🏻🙏🏻
Buat kalian yang sedang berjuang juga semangat!!
wkwk,maap ya agak ga nyambung sama isi cerita.
Terimakasih buat pembaca yang masih setia menunggu cerita ini. Lup banyak" buat kalian...
Sebagai bonus kangen, silahkan menikmati sedikit cerita pendek dibawah.
Siang itu di sebuah mansion kediaman keluarga Adelard. Angin tampak bertiup sedikit lebih kencang dari hari biasanya, membuat dedaunan jatuh di sekitar taman mansion.
Seorang laki-laki tampak berdiri menatap keluar dari balik jendela besar didepannya,matanya tanpa berkedip memperhatikan setiap daun-daun yang jatuh sedari tadi.
Pundaknya terlihat kokoh dengan postur tubuh sempurna. Meskipun usianya masih belasan tahun, ukuran tubuhnya sudah menyamai orang dewasa.
Ia telah melakukan kegiatan tersebut selama 5 menit, berdiri tegak dalam diam. Tidak ada tanda-tanda akan berpindah dari tempatnya,beberapa menit pun berlalu.
kriet..
Suara pintu terbuka pelan,namun laki-laki itu tetap dalam posisinya,tidak ada niatan untuk melihat sumber suara.
"Kak!" Cicitnya.
Kenal dengan suara tersebut, kepalanya langsung melengos dengan senyum yang tanpa sadar mengembang di bibir.
Di depan pintu kamarnya seorang wanita cantik tengah menggendong tubuh kecil anak laki-laki yang tadi memanggilnya.
"Hai Zay" Sapanya.
"Kenapa kamu kesini?" Lanjutnya bicara, mendekati mama dan adiknya.
"Kenapa?apa tidak boleh?" Jawabnya melempar pertanyaan. wajah ciutnya sebal mendengar perkataan Valent.
"Tidak, bukan begitu. Kakak senang jika kamu kesini" Berusaha menghibur,lucu sekali melihat adiknya tampak prengat-prengut.
"Mama mengajaknya kesini untuk berjalan-jalan. Mungkin adikmu bosan dikamarnya" Yuliana menjelaskan.
"Ya bosanlah" Zayyan berkata dalam hati. Sepanjang hari ia berada di sana tanpa melakukan apapun. Tapi akhir-akhir ini sebenarnya ia tertarik dengan benda bernama cat lukis.
"Jadi begitu" Valent manggut-manggut mengerti.
Dari balik pintu muncul lagi seseorang, badannya besar,tingga tegap,2 kali ukuran tubuh Valent. Jika kebetulan dan tidak sengaja bertabrakan dengan bahunya, dapat dipastikan akan terpental, kemudian perlu dilarikan ke tukang pijat.
Pria itu masuk setelah sayup-sayup mendengar suara percakapan dari luar kamar yang pintunya hanya tertutup setengah.
"Sudah pulang sayang?" Wanita itu bertanya, mengetahui suaminya sudah kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZAYYAN [HIATUS]
General FictionZayyan, seorang remaja yang selalu dikekang oleh keluarganya Selama 16 tahun dirinya tidak pernah merasakan yang namanya kebebasan. Dikekang,diatur, sudah biasa Zayyan rasakan. walau demikian, keluarganya sangat menyayangi Zayyan,putra bungsu keluar...
![ZAYYAN [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/345744100-64-k796193.jpg)