Bab 19 | Malam

706 53 3
                                        

Malam ini sepertinya akan menjadi malam yang panjang bagi Zayyan. Sekarang ini dirinya terbangun ditengah malam.

Sekitarnya gelap,tidak dapat melihat sama sekali. Ia lalu duduk,matanya menyipit berharap dapat melihat sesuatu.

Sangat jarang sekali laki-laki itu terbangun dimalam hari. Mungkin karena kebetulan atau mungkin juga hari ini ia banyak tidur hingga membuatnya terjaga sekarang.

Ingatannya sedikit kabur, samar-samar kembali. Seingatnya tadi ia baru saja menghabiskan sarapan paginya dan malah bangun di tengah malam sekarang.

Terdiam dalam keheningan, sepertinya Zayyan masih linglung belum tersadar sepenuhnya.

Suasana kamar gelap,sunyi,tenang. Sedikit menyeramkan kelihatannya.

Meskipun matanya sudah terbiasa dengan kondisi minim cahaya karena gorden kamar selalu tertutup,masih terasa sulit menyesuaikan kegelapan saat ini.

Zayyan sendirian disana. Sam dijam segini pastilah berada di ruangannya, beristirahat.

Memang tugasnya selalu menjaga dan berada disampingnya. Namun,Sam tetaplah manusia normal,bukan mesin ataupun robot yang tidak memiliki kelelahan fisik.

Zayyan ingin memeriksa,jam berapa saat ini. Tapi tentu saja tidak bisa,tanpa pencahayaan ia tidak dapat melihat dengan jelas.

Tidak ada yang bisa ia lakukan,haruskah ia tidur lagi saja hingga menunggu matahari bergulir menampakkan diri?

Oh,tidak.

Ini adalah sebuah kesempatan. Tuan muda Zayyan yang bijaksana dan cerdas pastinya akan memanfaatkan kesempatan berharga ini dengan baik.

Eh, tapi-tapi. Bagaimana kalau ia sampai ketahuan?

Lebih baik tidak melakukan hal yang beresiko. Ia akan bertahan sampai kembali bebas dulu.

Seperti biasanya.

Tapi,jika ia tidak ketahuan pasti tidak akan terjadi apa-apa juga kan?

"Uhh,cukup Zay. Jangan berpikir yang lebih-lebih" Gerutu Zayyan dalam hati.

Tiba-tiba suara khas knop pintu terdengar berputar.

Zayyan terjengat, cepat-cepat kembali berbaring. Menutup mata rapat-rapat, berpura-pura tidur. Nafasnya berhembus berirama sudah seperti layaknya orang terlelap.

Semoga aktingnya tidak terlihat mencurigakan.

Cahaya lampu dari luar menerobos masuk. Dua siluet bayangan berlalu lewat diringi suara langkah kaki pelan nyaris tidak terdengar.

"Apakah Zayyan masih terlelap?" Berbisik.

"Kita lihat dulu"

Dalam kondisi mata tertutup dirinya bisa merasakan ada seseorang tengah menatapnya seolah terlihat jelas menembus kelopak matanya.

"Zayyan kita masih tidur" suara beratnya berucap pelan.

Wanita yang berada disampingnya mengangguk pelan sebagai jawaban.

Damar dan Yuliana menatap putranya sendu.

"Lihatlah,damai sekali wajahnya" Yuliana berkata, tersenyum tipis.

"Hm,ya kamu benar"

Zayyan masih melanjutkan akting tidurnya. Seringkali papanya dapat mengetahui kalau ia berpura-pura,tapi yang satu ini sepertinya berhasil.

Mungkin karena kurangnya pencahayaan sehingga tidak terlalu keliatan jelas.

Damar ingin mencoba mengelus kepala Zayyan. Mengulurkan tangan dari atas ranjang yang terhalang pagar pembatas.

ZAYYAN [HIATUS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang