Perjalanan keduanya tidak berhenti disitu saja. keduanya menjelajahi dan menikmati kota Cairo yang membuat siapapun selalu kagum. Zen yang mengabadikan momen berduanya dengan kamera yang ia punya. Namun, satu potretan yang ia tangkap, menampilkan momen seseorang yang tidak asing bagi Zen. Zen masih memerhatikan hasil jepretannya dan yah dia tidak asing dengan wajah itu. Dia adalah Adnan.
Baru saja dia mengetahui orang itu,Nyatanya ia sudah keduluan mendekati Flo yang berjarak dari Zen. Zen yang sudah kebakaran jenggot pun menghampiri keduanya.
"Ehmm. asyik banget si ngobrolnya, ngobrolin apasih?" tanya Zen ke Flo dan Adnan.
"eh mas Zen. Ini kak Adnan yang pernah datang di acara wisuda aku waktu itu"
"assalamu alaikum Zen, apa kabar?"
"waalaikumussalam. baik Alhamdulillah"jawab Zen.
"kamu kuliah disini juga?"tanya Zen.
"Iya. Samaan kok sama Flo"Zen yang baru tahu fakta itu menatap Flo dengan tatapan bertanya-tanya. Sebab selama ini Flo tidak pernah bercerita bahwa Adnan pun kuliah disini.
"oh gitu" jawab Zen santai walaupun hatinya panas.
"maaf sebelumnya ada rahasia yang ingin saya sampaikan ke kalian dan mungkin akan membuat kalian marah juga. Olehnya itu saya meminta waktu kalian berdua untuk bisa membahas masalah ini dengan kepala dingin dan mencari tempat yang memungkinkan" tawar Adnan.
"sebenarnya manusia ini pengen bahas apasih?" tanya Zen dalam hati.
"gimana mas? Kamu mau nggak?"
"gimana yah? Yaudah kita bicarakan di café dekat sini aja"
"boleh"balsas Adnan dengan tersenyum.
Ketiganya pun mencari café terdekat dari mereka. Flo dan Zen pun masih bertanya-tanya terkait hal penting yang ingin dibahas oleh Adnan. Apakah smuanya ada hubungannya dengan Flo, Zen atau keduanya? Semua pertanyaan-pertanyaan itu muncul dalam pikiran mereka. 20 menit lamanya, ketiganya telah sampai di café.
Adnan yang terlihat khawatir menarik nafas yang begitu dalam dan menghembuskannya yang terdengar oleh kedua pasutri itu.
"sebelumnya saya meminta maaf kekalian berdua untuk semua hal yang terjadi. Saya benar-benar minta maaf dan merasa bersalah terhadap semua yang menimpa kalian khususnya Flo"
"tunggu dulu. Sebenarnya ini ada apa? Dari tadi lo tuh minta maaf mulu. Ada kasus apa lo dengan kita berdua?"tanya Zen.
"iya kak, ada apa semuanya?"tanya Flo.
"kalian ingat kan waktu Flo mengalami kecelakaan yang pelakunya itu tidak diketahui?"
"iya, ingat kak"
"sebenarnya pelakunya itu adalah tunangan aku"
"hah? Kok bias?" tanya Zen kaget.
"jadi sebelum aku bertunangan dengan dia, aku pernah cerita ke dia bahwa saya sedang menyukai wanita yang bernama Flo" Zen yang mendengar hal itu langsung terlonjak kaget.
"yah saya minta maaf karena saat itu saya belum tahu bahwa Flo telah memiliki suami. Dan sebelumnya juga saya sudah berniat untuk melamar Flo setelah wisuda. Namun, saat itu juga orangtua saya telah memilihkan saya calon dan tak lain adalah Raisa sahabat aku sendiri. Ternyata Raisa sudah lama memendam perasaaanya juga terhadap saya dan saya tidak sadar akan hal itu. Sehingga ketika saya tahu bahwa saya dijodohkan dengan Raisa, saya syok karena dia adalah sahabat dekat saya. Dan saat itu, aku pernah memperlihatkan Flo kepada Raisa disaat acara wisuda itu juga. Namun, Flo tak melihatnya. Karena waktu itu rasa saya ke Flo sudah sangat besar, akhirnya Raisa kemakan api cemburu dan berusaha untuk melukai Flo"makany
"jadi maksudnya yang melukai Flo waktu itu adalah Raisa?"tanya Zen tak menyangka.
"iya benar"
"saya tahu bahwa apa yang dilakukan Raisa sangatlah salah dan membahayakan nyawa oranglain. Tetapi, saya sendiri sebagai suami Raisa sekarang meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk semua hal yang terjadi. Jujur saja saya sangat ingin menyampaikan hal ini sejak lama namun, saya belum berani dan keadaan waktu itu juga tidak memungkinkan"
"lo tahu nggak akibat dari perbuatan istri lo, istri gue hamper mati tau nggak? Andai saja waktu itu gue tahu pelakunya, nggaka kan gue biarin bebas"
"makanya saya disini mewakili istri saya untuk meminta maaf yang sebesar besarnya berhubung istri saya tidak bisa bertemu langsung dengan kalian. Saya harap, kalian berdua membukakan pintu maaf untuk Raisa. Saya ingin Istri saya bisa tenang dialam sana karena telah mendapatkan maaf dari kalian berdua" jelas Adnan.
"Innalillahi wa innailahi rojiun. Jadi Raisa sudah meninggal kak?"tanya Flo terkejut.
"iya Flo. Dia meninggal karena kecelakaan waktu itu yang tidak bisa terelakkan lagi"
"yaa Allah kak. Semoga Raisa mendapat tempat yang paling indah disana. Saya memaafkan Raisa dan semoga hal ini bisa membuat dia lega dialam sana"
"MasyaAllah, makasih Flo. Ini sangat berharga buat Raisa. Dan untuk Zen saya harap kamu juga bisa memaafkan raisa"
"iya gue maafin dia" Adnan yang mendengarkan hal tersebut langsung memeluk Zen dan merasa lega terhadap semua hal yang ia sembunyikan sejak lama.
"semoga kita selalu menjadi orng yang pemaaf yah"ucap Flo.
Gimana nih untuk part ini? Silahkan komen yah dan jangan lupa ninggalin jejak untuk vote di pojok kiri. Bantu cerita ini untuk berkembang dengan share ke teman-teman kalian juga dan follow Instagramnya @awanputih_00 dan jangan lupa komennya biar author semangat nulisnya✨🌹
KAMU SEDANG MEMBACA
Flo dan Zen (END)
Genç KurguDisaat senang-senangnya menikmati masa-masa SMA yang akan berakhir beberapa bulan lagi, Flory zanetta zaveer harus menerima kenyataan bahwa dia akan dijodohkan dengan orang yang ia tidak kenal. Zen Arkana Mahendra, adalah orang yang akan dijodohkan...
