Part 40 (End)

498 5 0
                                        

Setelah penuturan yang dikatakan oleh Adnan, Flo merasa lega dengan semua kebenaran yang selama ini ia cari. Pelaku yang telah membuat dirinya celaka saat itu, pelaku yang membuat Zen begitu marah. Walaupun begitu sakit menerima fakta yang terjadi, namun semua mempunyai pelajaran yang sangat berharga.

Perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan entah setuju atau tidak, semuanya akan berjalan sesuai apa yang akan terjadi. Seperti perasaan adnan ke Flo dan perasaan Raisa ke Adnan. Dan perasaan Zen ke Flo yang semuanya terjadi begitu saja.

"Mas, kamu harus ikhlas yah. Kasihan Raisa, dia sudah tenang dialam sana. Kita maafin dia, Tuhan saja maha pemaaf masa kita yang hanya butiran debu ini tidak memaafkan sesama makhluknya?" Ucap Flo sambil menggenggam tangan suaminya begitu erat.

"Iya, mas maafin. Terimakasih yah Flo sudah sedia menjadi air dikala mas menjadi api. Tuhan tak pernah salah memilihkan pasangan. Aku bersyukur bisa menjadi pendamping hidup kamu, semua kekuranganku bisa kamu tutupi dengan baik begitupun aku ke kamu sayang. Sehat-sehat yah kamu" tutur Zen dengan nada yang begitu hangat sambil memeluk istrinya.

"Iya mas. Kita sama-sama ya belajar menjadi lebih baik"

"Iya sayang" keduanya meluapkan semuanya dalam pelukan hangat dan membuat mereka saling bersyukur satu sama lain.

"Mas, udah yah pelukannya soalnya banyak yang lihat. Aku juga ikut nangis lagi kan malu dilihat orang banyak"

"Nggakpapa kamu tetap cantik kok"

"Kamu mah bisa aja gombalnya"

"Ini fakta sayang"

"Udah deh, kita pulang aja yuk. Aku udah lelah banget ini. Kita lanjut besok yah jalan-jalannya"

"Boleh, tapi kita singgah beli makanan dulu yah di toko dekat kamu tinggal soalnya tadi aku lihat stok makanan di kulkas kamu nggak ada"

"Hehehe iya mas, aku emang belum belanja sih"

"Yaudah, yuk sayang"

"Lets goo"

Keduanya berjalan menuju toko yang berada dekat di apartemen Flo. Mereka sangat excited memilih bahan-bahan dapur. Mulai dari sayur, buah, bumbu, hingga beberapa minuman dan cemilan.Flo yang pada dasarnya suka nyemil, harus menyiapkan stock cemilan. Terlebih lagi ketika ia mengerjakan tugas, cemilan harus terus membersamainya.

"Mas ini sudah cukup"

"Segini aja?"

"Emang maunya sebanyak apa mas?"

"Kuras dompetku sayang, semuanya hanya untukmu. Aku kerja cuman buat kamu"

"Sadar mas, nggak boleh takabbur. Kita beli yang dibutuhin aja"

"Beruntungnya aku punya istri yang baik, cantik, pintar dan selalu bersyukur"

"Kamu mah gombal mulu. Kapan bayarnya nih?"

"Yaudah kita langsung ke kasir aja"

"Yuk mas" belanjan kali sangatlah seru. Flo baru pertama kali belanja di negara orang bersama orang yang ia cintai dengan cinta yang setiap harinya bertumbuh.

"Nanti aku masakin masakan kesukaan kamu yah mas"

"Asikkkk, akhirnya ngidam aku terpenuhi"

"Emang kamu ngidam?"

"Iya, ngidam masakan kamu. Udah lama loh kamu nggak masakin aku. Sejak kamu pindah ke sini, aku cuman makan masakan mama. Kan aku rindu masakan kamu"

"Iyadeh iya, dasar gombal" Flo kemudian berjalan meninggalkan Zen yang kemudian menyusul Flo dengan langakh yang begitu cepat. Keduanya berjalan bersamaan menuju menuju taksi. Tak terasa pemandangan yang begitu indah teralihkan oleh wajah yang tak kalah indah, wajah Flo yang menjadi rindu untuk Zen.

"Terimakasih Tuhan, engkau telah mempertemukan hamba dengan wanita yang sangat MasyaAllah ini" ucap Zen dalam hati sambil memandangi wajah Flo yang tertidur pulas di bahunya.

Gimana nih untuk part terakhirnya? Silahkan komen yah dan jangan lupa ninggalin jejak untuk vote di pojok kiri. Bantu cerita ini untuk berkembang dengan share ke teman-teman kalian juga dan follow Instagramnya @awanputih_00 dan jangan lupa komennya biar author semangat nulisnya✨🌹

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 20, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Flo dan Zen (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang