Extra Part : Kabar Bahagia

1.2K 81 6
                                        


8 Tahun Berlalu

Hari yang cerah di hari weekend, seorang pria masih terlelap dalam tidurnya, dia tampak sangat nyaman tidur sambil memeluk anaknya. Tampaknya dia kelelahan karena selama dua hari yang lalu ia harus melakukan perjalanan bisnis keluar kota yang mengharuskan dirinya meninggalkan anak dan istrinya dirumah.

Pria itu sangat ingin menghabiskan weekend ini dengan bersantai di rumah, tapi sayang tidurnya terusik karena samar-samar terdengar panggilan dari sang istri. Dia mencoba mengabaikan panggilan itu, tapi tetap saja tak bisa, karena sang istri menghampirinya ke kamar

"Mas, bangun! Ini udah jam 8 loh!" Ucap sang istri bernama Shani dengan suara lembutnya, tapi sayangnya sang pria atau sang suami bernama Gio sama sekali tak mau membuka matanya, dia masih setia memejamkan matanya dan menulikan telinganya, "Mas, hari ini kita mau ke makan mamih loh. Ayo cepat, nanti kesiangan! Kalau kesiangan, kasian Alsan pasti kepanasan" Lanjut Shani, tapi sekarang dengan nada bicara yang sedikit kesal karena Gio masih belum membuka matanya.

Gio yang sebenarnya sudah bangun sedari tadi itu sedikit was-was takut Shani akan mengeluarkan jurus andalannya, padahal hubungan mereka sudah 10 tahun, tapi Gio masih tetap takut kalau Shani sudah mengeluarkan jurus andalannya itu.

Shani yang merasa diabaikan itu, sekarang memilih mengalihkan fokus pada sang anak. "Aslan, bangun yuk nak!" Ucap Shani sambil mengelus kepala anaknya dan berharap sang anak terusik dengan elusannya itu, tapi sekali lagi Shani dibuat kesal, saat sang anak malah merengek dan sekarang menyembunyikan wajahnya dalam pelukkan sang papa.

"Gak mau mama" Rengek Aslan saat berhasil menghindar dari sang mama. Bocah empat tahun itu sekarang mencari posisi ternyaman dalam pelukan Gio, dan kembali tidur.

Shani yang melihat itu hanya bisa menghela nafasnya, "Mas bangun ah! kita mau pergi loh ini" Ucap Shani, dia sudah kehabisan kesabarannya untuk menghadapi sang suami.

"Iya aku udah bangun kok ini!" Ujarnya masih dengan mata terpejam dan masih tetap di posisi yang sama, dimana Aslan masih ada dalam pelukannya.

"Mas!" Panggilan nyaring itu bergema di kamar, tapi Gio malah menggeliat pelan, masih setia dengan posisi tidurnya dan malah semakin menunjukkan betapa nyamannya tertidur.

Melihat kelakuan sang suami, Shani menghelakan nafasnya. Ini sudah kesekian kalinya dia menyuruh Gio untuk bangun, tapi tetap saja hasilnya nihil. "Gio! Kamu tahu kan kalau jalan ke makam mamih itu pasti macet kalau weekend? Aku gak mau ya kalau nanti kita malah terjebak macet!"

Terdengar suara Shani semakin meninggi lagi, tapi tidak ada respon dari Gio. Yang dia dapatkan malah pemandangan sang suami dan sang putra semakin mengeratkan pelukannya dan terlihat Aslan membenamkan wajahnya pada dada Gio untuk menyembunyikan tawanya. Hal itu membuat Shani pusing tujuh keliling, kelakuan suami dan anaknya ini tidak ada bedanya, selalu saja senang membuatnya marah dan menjahilinya.

"Kalau sampai mama harus naik suara lagi, jangan harap kalian santai hari ini!" Ancam Shani, "Aslan Pratama Laksana, jangan buat mamah marah ya!" Lanjut Shani sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Ampunnn..." Secara tiba-tiba Aslan melepaskan diri dari pelukan Gio, dia langsung berdiri di atas tempat tidur dan langsung nyengir begitu mendapat tatapan tajam dari Shani. "Aslan mandi sendiri!!" Teriak Aslan sambil loncat dari tempat tidur orang tuanya dan berlari ke luar untuk menuju ke kamarnya sendiri.

Shani tahu tidak mungkin Aslan bisa mandi sendiri, tapi sebelum mengurus Alsan dia masih harus membangunkan sang suami. "Dasar bapak dan anak sama saja, ini lagi bapaknya masih gak mau bangun juga hah?" Tanya Shani, sengaja dengan nada penuh penekanan.

Jejak Rasa [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang