[Revisi]
Hari ini hari terakhir ujian tengah semester, setelah seminggu penuh siswa-siswi berkutat dengan ujian mereka, sekarang mereka semua senang dengan berakhirnya hari-hari yang membuat mereka tertekan, tapi berbeda dengan Gio. Sudah dua minggu sejak kejadian yang lalu, dia masih belum bisa memperbaiki hubungannya dengan Shani.
Shani masih saja menghindar, membuatnya sedikit frustasi dengan semua ini, tapi untungnya itu tak mengganggu ujiannya. Dia memilih memberi sedikit ruang selama satu minggu ini, berharap situasi akan sedikit melunak dengan waktu. Meskipun belum berbicara langsung, dia sudah mengirim beberapa pesan dan berharap semuanya dibaca oleh Shani.
Gio yang sudah selesai dengan ujiannya, memilih menunggu Shani di depan kelasnya. Dia ingin menyelesaikan semuanya sekarang juga, sudah cukup menurutnya satu minggu untuk memberi ruang bagi Shani. Dia ingin egois sekarang, dan ingin semua selesai sekarang juga. Dia tau resiko dari keegoisannya ini, tapi tentu saja dia siap dengan apa yang akan terjadi kedepannya, baik ataupun buruk Gio siap menerima semua itu.
Gio sedari tadi menunggu sembari bersandar di tiang depan kelas Shani dengan earphone yang terpasang di telinganya, dengan mata yang fokus melihat ke arah lapangan sekolah, dimana banyak siswa-siswi berlalu lalang, tapi aktivitasnya itu terhenti ketika dia merasa seseorang menyentuh pundaknya, dia membalikkan badannya dan mendapati kakak sepupunya sedang menatap heran dirinya.
"Kenapa?"
"Kamu ngapain disini?" Bukan menjawab, Feni malah balik bertanya pada Gio. Gio hanya menjawab dengan mengedikkan bahunya, dia tau tanpa dirinya beritahu pun Feni sudah tahu apa tujuannya kesini. "Mending kamu pulang deh Gi, soalnya Shani ada urusan abis ini dan itu lebih penting dari kamu hahaha" Ucap Feni diikuti tawa renyahnya, setelah itu Feni berlalu meninggalkan Gio pergi ke arah kantin, karena teman-temannya yang lain sudah ada disana.
Gio tentu saja tak percaya dengan sepupunya itu, tapi sepertinya apa yang dikatakan Feni barusan benar adanya, tak lama dari kepergian Feni, Shani ikut keluar dari kelas dan langsung pergi ke arah ruangan guru tanpa memperdulikan Gio yang memanggilnya.
Gio sekali lagi gagal berbicara dengan Shani, tapi dia tak menyerah begitu saja. Dia menghubungi Feni dan memintanya untuk pulang duluan, karena dia ingin menunggu Shani selesai dengan urusannya, dia benar-benar ingin semua ini selesai hari ini juga.
**
Hampir setengah Jam Gio menunggu Shani di area parkiran, sekolah sudah sepi, hanya ada beberapa siswa yang masih berkeliaran di sekolah dan guru-guru yang masih ada urus di sekolah.
Tadinya, Gio tak sendirian disini. Karena sempat ada teman-temannya yang menemani dirinya, tapi karena merasa sudah terlalu lama menunggu dan jelas mereka bosan dengan hal itu, mereka memutuskan pergi dari sana. Mereka juga mengajak Gio, tapi ditolak mentah-mentah olehnya.
Gio yang merasa bosan memutuskan untuk masuk kedalam sekolah lagi, dia ingin mencari keberadaan Shani yang tak kunjung terlihat batang hidungnya. Dia berjalan ke arah ruang guru, dimana itu adalah tempat yang tadi Shani tuju. Saat dia tiba di depan ruang guru, dia melihat Shani sedang mengobrol dengan bundanya, entah apa yang sedang mereka bicarakan, yang jelas Gio melihat Shani sampai tertawa lepas saat mengobrol dengan bundanya, dia juga melihat Lily yang sangat santai di pangkuan Shani. Gio masuk ke ruangan guru, dan menghampiri meja bundanya.
"Bunda"
Melody dan Shani serentak menoleh ke arah suara yang sangat mereka kenal itu, "Loh kok kamu belum pulang bang?" Tanya Melody keheranan dengan kehadiran Gio di hadapannya. Gio tak menjawab, dia cuman menatap ke arah Shani sekilas setelah itu dia kembali menatap Melody. Melody hanya ber-oh ria, seakan tau apa yang di maksud putranya itu, "Yaudah bujuk Shaninya, bunda gak ikut-ikutan deh" Ujar Melody. Shani sedari tak berani menatap Gio, dia hanya menyimak apa yang dikatakan Melody.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jejak Rasa [TAMAT]
FanfictionBagaimana rasanya mencintai dalam diam? Mungkin satu-satunya yang bisa menjawab pertanyaan itu adalah Gio. Dia dengan segala pertimbangan di kepalanya memilih memendam rasa pada sang kakak kelas saat dia masih SMP. Rasa yang dia kira akan pudar saat...
![Jejak Rasa [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/374929891-64-k506246.jpg)