BAB 15

3K 326 21
                                        

Pemilik mobil yang tak sengaja menabrak Christy karena lalai menyetir di kala kondisi mengantuk ia turun dari mobil.

" Waduh, maaf pak saya ga sengaja.. Bisa bawa ke mobil saya aja untuk di bawa ke Rumah Sakit " Ucap sang pemilik mobil dengan kondisi muka yang sangat panik.

" Shan, kamu bawa dede ke rumah sakit ya biar nanti papa sama mama nyusul pake mobil pribadi " Ujar Keynal.

" Iya pa... Dede ayo bertahan sayang " Ucap Shani menatap sendu ke arah Christy yang sudah tak sadarkan diri.

Shani menggendong Christy, lalu pemilik mobil itu membuka kan pintu mobil di belakang untuk mempermudah Shani masuk ke dalam mobil yang sembari menggendong Christy.

Ceklek.

Pemilik mobil pun segera menancap gas lalu menyetir dengan kecepatan penuh. Ia sesekali melirik Shani dari spion dalam yang sedang menatap Christy sendu karena di bagian kepalanya ada darah yang mengalir.

" Dede, maafin cici... Cici ga nyangka kamu adalah anak Cici nak. Cici benar benar ga ingat dengan apa yang terjadi sama cici di masa lalu. Maaf.. " Ucap Shani sembari menatap Christy penuh kesedihan.

" Kasihan banget mba nya "  Ucap sang pemilik mobil dalam hati.

౨ৎ˚_________ ࣪౨ৎ˚__________ ࣪౨ৎ˚

RS KASIH BUNDA
___________________

Sesampainya di Rumah Sakit, dengan cepat pemilik mobil itu membuka kan pintu mobil belakang untuk Shani dan dengan cepat Shani keluar sembari menggendong tubuh mungil Christy.

Ceklek.

Shani berlari dengan cepat memanggil suster untuk segera menangani anaknya diikuti dengan pemilik mobil di belakangnya.

" SUSTER DOKTER TOLONG ANAK SAYA " Teriaknya.

3 suster pun datang sembari mendorong bangsal untuk pasien gawat darurat ke UGD dan ditambah 1 dokter di belakangnya.

Shani pun menaruh tubuh mungil Christy di atas bangsal itu. Ke 3 suster itu dengan cepat mendorong bangsal itu untuk ke ruangan UGD. Shani dan pemilik mobil itu menyusul dari belakang dokter.

Setelah sampai di ruangan UGD, semuanya pun masuk kecuali Shani dan pemilik mobil. Suster  ingin menutup pintu UGD sebelum menutup suster menyampaikan pesan kepada Shani dan pemilik mobil, " Maaf ya pak, bu kalian dilarang masuk ke UGD, terimakasih "  Lalu suster pun menutup pintu UGD.

Disitulah rasa khawatir Shani semakin meningkat. Rasa takut, cemas, sedih, khawatir bercampur menjadi satu saat ini... Ia benar benar tak bisa berbuat apa apa selain menunggu, menangis dan berdoa meminta pertolongan kepada sang Pencipta dan juga dokter & suster.

Pemilik mobil yang melihat Shani mondar mandir sembari menangis serta menggenggam kedua tangannya sendiri merasa tak tega dan juga merasa bersalah.

" Mbak... Saya minta maaf ya, saya sudah menabrak anak mba "

Shani yang mendengar perkataan sang pemilik mobil yang mencoba berani mengeluarkan suara itu mendadak berhenti lalu menatap pemilik mobil.

" Kamu lalai tau ngga! Kalau ngantuk itu gausah sok bawa mobil, bikin celaka orang saja. Mana anak saya lagi yang kamu tabrak! " Omel Shani dicampur rasa emosi.

" Maaf mba, saya salah.. Saya akan bertanggung jawab mba, semua biaya rumah sakit dan perawatan anak mba akan saya tanggung "

" Saya ga butuh untuk kamu bayarin semua biaya rumah sakit dan perawatan anak saya, saya mampu membayar semuanya. Yang saya butuhkan sekarang adalah nyawa anak saya selamat, kalau sampe anak saya kenapa napa saya ga akan segan segan masukin kamu ke penjara seumur hidup.  "

TAKDIRKU | ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang