Keesokan harinya.
Matahari terbit dengan perlahan, memberikan cahaya yang lembut dan hangat. Hari ini adalah hari senin dan hari ini jadwalnya Christy untuk sekolah dan Shani bekerja.
Keluarga Natio mulai bersiap untuk hari yang baru, dengan kegiatan seperti mandi, berpakaian, dan sarapan bersama dengan keluarga di ruang makan.
Keluarga Natio sedang melaksanakan kegiatan sarapan bersama keluarga di ruang makan, hanya ada suara sendok dan piring saja yang beradu.
౨ৎ˚_________ ࣪౨ৎ˚__________ ࣪౨ৎ˚
Kini di sekolah, Christy berjalan santai memasukki halaman sekolah sampai ia tiba di depan kelasnya.
Chika and the geng melihat Christy berjalan begitu santai seperti tidak ada beban sama sekali dari kejauhan. Sebenarnya hari ini Chika akan berbicara serius dengan Christy tentang kejadian sebelumnya namun ia masih sedikit ragu dengan rencananya itu karena mengingat saat dirinya ingin menghampiri Christy untuk meminta maaf namun hasilnya nihil karena Christy menghindar dari dirinya.
" Gue sebenarnya pengen banget nyamperin dia " Kata Chika.
" Lo serius? Lo yakin dengan keputusan lo itu? " Ucap Olla dengan rasa yang penuh keraguan.
" Gue bakalan lakuin nanti pas jam istirahat tiba, lihat aja. Bodoamat kalo nanti gue dicuekin yang penting dia dengerin penjelasan gue sepenuhnya. " Ucapnya.
" Terserah lo deh Chik. " Balas Olla yang sudah lelah.
Disisi lain ketika Chika and the geng sedang berdebat tentang Christy, di dalam kelas Christy terdapat Oniel yang sedang melontarkan jokes kepada Christy and the geng.
" Nih ya gue kasih tebak tebakan, bagian tubuh mana yang paling imut? " Ucapnya memberi tebak tebakan.
" Hidung " Jawab Adel.
" Salah "
" Tangan " Jawab Zee.
" Salah "
" Dengkul ni dengkul " Jawab Christy.
" Salah "
" Terus apa? " Kata Adel penasaran.
" Si cute " Balas Oniel dan mengangkat sikutnya.
" Kurang ajar " Ucap Adel.
" Nggak lagi lagi gue ikutan, jawabannya di luar nalar " Ucap Zee.
Saat sedang asyik mengobrol dan bercanda bersama tiba-tiba munculah dari arah pintu kelas yaitu guru matematika yang ternyata telah datang bernama Bu Hastin.
Bu Hastin melihat suasana kelas yang masih ramai ia memperhatikan sejenak dan mengeluarkan senyumnya yang ramah lingkungan, " Pagi anak anak " Kata bu Hastin.
Sontak suasana kelas pun menjadi hening! Mendengar suara lembut dari bu Hastin yang khas terdengar di saat awal awal memulai pembelajaran membuat mereka semuanya terdiam.
" Ramai sekali ya kelasnya, lanjutkan saja tidak apa apa tapi jangan ikut kelas saya. " Ucap bu Hastin lembut.
" Suara bu Hastin lembut banget kaya malaikat kalau pagi pagi gini " Bisik Christy kepada Zee.
" Malaikat pencabut nyawa " Balas Zee dengan suara yang terdengar samar.
Pelajaran pun di mulai, bu Hastin mulai menjelaskan dan menerangkan sebuah materi matematika dan murid-murid mendengarkan berusaha mencerna setiap kata dan kalimat yang di lontarkan oleh bu Hastin.
౨ৎ˚_________ ࣪౨ৎ˚__________ ࣪౨ৎ˚
KRING... KRING...
Suara bell sekolah menandakan bahwa sekarang adalah jam untuk murid-murid beristirahat sebentar selama 15 menit. Bu Hastin pun mengakhiri pelajaran matematika hari ini dengan murid-murid yang berada di kelas Christy.
