BAB 12

3K 371 58
                                        

Plak.

Satu tamparan mendarat tepat di pipi Christy.

" Jangan bohong de! Siapa yang ngajarin kamu mencuri dan berbohong seperti ini? Jujur sama cici sekarang! " Ucap Shani dengan nada tinggi.

" Cici... aku minta maaf, aku sudah jujur bahwa bukan aku yang mengambil, aku juga tidak tau kalau tadi di meja ini ada handphone " Ucap Christy menunduk ke bawah menahan air matanya agar tidak menetes.

Suasana semakin memanas, Muthe tersenyum licik dan senang karena rencananya berjalan mulus tanpa jejak.

Flashback.
___________

Saat Karin sedang menuju ke arah toilet, Muthe tak sengaja melihat sebuah handphone Karin yang berada di atas meja makan, ia pun memiliki pikiran busuk untuk rencana nya itu.

" Ah ini yang aku mau " Bathin Muthe.

Muthe tersenyum licik melihat handphone yang berada di meja itu, pikiran jahat melintas di otaknya.

Ia mendekat ke arah meja Karin dan melihat situasi dan memastikan bahwa rencananya berjalan dengan mulus.

Yap, Muthe mengambil handphone yang berada diatas meja Karin. Lalu ia menaruh handphone itu di saku miliknya.

Ia berjalan menghampiri Christy yang akan menghantarkan makanan dan minuman yang sudah di pesan oleh Karin ke mejanya.

" Eh, Christy " Panggil Muthe tak santai.

" Ada apa? " Tanya Christy sembari membawa nampan berisi makanan dan minuman diatasnya.

" Nanti kalo lo udah selesai nganterin makanan ke meja itu, lo pel ya area situ soalnya tadi ada tumpahan air, gue mau ke kamar mandi dulu " Ucap Muthe berbohong untuk mengakali Christy, padahal Muthe memang sengaja menumpahkan air di dekat meja Karin.

" Oh, oke, aman kok " Ujar Christy dan tersenyum lalu pergi.

Muthe tersenyum sumringah dan mengatakan " Dasar bodoh " Gumamnya pelan.

Melihat Christy yang mulai mengepel lantai dekat meja Karin, Muthe melihat tas milik Christy yang terletak di kursi yang berada di dalam dapur.

Muthe mengeluarkan handphone Karin dari sakunya lalu ia memasukkan handphone itu di dalam tas milik Christy.

__________

" Ini buktinya apa dek?? Handphone nya ada di dalam tas kamu.. Kalau bukan kamu yang mengambil siapa lagi?? " Ujar Shani menyentak.

" Hiks.. bukan aku yang ngambil cii " Ucap Christy.

" Bohong, dasar pencuri! " Hina Muthe.

" Saya ga mau tau, anak ini harus di pecat! Atau saya bakal tuntut cafe ini! " Ucap Karin tegas.

Disitu keadaan Shani benar-benar terdesak dan sekarang apa yang harus ia lakukan? Tak ada cara lain, mau tak mau ia harus melakukan itu sekarang juga.

Shani menghembuskan nafasnya berat hati, " Huft.. Christy... Maaf kamu saya pecat " Ucapnya tanpa di sadari Shani menyebut dirinya dengan sebutan 'saya' bukan 'cici'.

Air mata Christy lolos begitu saja, ia benar-benar kecewa kepada semuanya yang telah terjadi pada hari itu, Christy pun menerima kenyataan itu meskipun bukan dirinya yang melakukannya.

" Aku terima semua ini walaupun bukan aku yang melakukannya, semoga ada hal baik untuk kalian semua " Ucap Christy.

" Dan saya juga minta maaf untuk kak Karin atas ketidak nyamanannya juga " Ucap Christy lirih.

TAKDIRKU | ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang