---
Malam itu, keluarga Adijaya berkumpul di ruang tamu, mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. Shani duduk di sofa dengan wajah serius, sementara Feni menggenggam tangan Gita, mencoba menenangkannya. Gian duduk di lantai dengan tubuh tegap, siap mendengar langkah berikutnya.
“Kita tidak bisa anggap enteng ini,” ujar Shani tegas. “Pesan itu jelas-jelas ancaman, dan aku khawatir ini hanya permulaan.”
“Kalau begitu, kita harus melapor ke polisi,” saran Gracia sambil melirik Feni. “Mungkin mereka bisa menyelidiki siapa pengirim paket itu.”
Feni mengangguk, tapi raut wajahnya menunjukkan keraguan. “Masalahnya, kita tidak tahu seberapa jauh orang ini akan melangkah. Kalau mereka mengincar Gita atau Gian, kita harus pastikan keamanan mereka terlebih dulu.”
“Aku nggak apa-apa, Kak,” ujar Gita tiba-tiba, meskipun suaranya terdengar gemetar. “Aku bisa jaga diri.”
Shani tersenyum tipis, lalu mengelus kepala adiknya. “Dedek, ini bukan soal bisa atau tidak. Ini tentang menjaga keselamatanmu. Kamu dan Gian yang paling rentan.”
Gian menatap Shani dengan penuh tekad. “Kalau ada apa-apa, aku akan melindungi Gita.”
Shani mengangguk, menghargai keberanian adiknya. Namun, di dalam hatinya, ia tahu bahwa ancaman ini lebih besar dari yang terlihat.
---
Keesokan harinya, Shani memutuskan untuk memperketat keamanan rumah. Ia memanggil seorang ahli keamanan untuk memasang kamera pengawas di setiap sudut rumah. Selain itu, ia juga meminta semua kakaknya untuk tidak bepergian sendiri.
Namun, saat Gracia dalam perjalanan menuju rumah sakit, ia merasa ada yang mengikutinya. Mobil hitam tanpa plat nomor tampak melaju pelan di belakangnya. Ia mencoba mempercepat laju mobilnya, tapi mobil itu tetap membuntutinya.
Gracia meraih ponselnya dan menghubungi Shani. “Ci Shani, aku merasa ada yang mengikutiku. Mobil hitam, tanpa plat.”
“Di mana posisimu sekarang,gre?” tanya Shani cepat.
“Dekat jalan utama menuju rumah sakit,” jawab Gracia, suaranya sedikit panik.
“Jangan berhenti. Pergi ke tempat yang ramai. Aku akan menghubungi polisi.”
Gracia mengangguk, meskipun ketegangan di dadanya semakin memuncak. Ia membelokkan mobilnya ke arah pusat perbelanjaan yang ramai, berharap bisa menghindari ancaman tersebut.
Namun, saat ia melirik ke kaca spion, mobil hitam itu tidak lagi terlihat. Gracia menarik napas lega, tetapi firasat buruknya tidak kunjung hilang.
---
Di sekolah, Gian dan Gita menghadapi hari yang tidak biasa. Beberapa siswa tampak memandang mereka dengan tatapan aneh, seolah-olah mereka tahu sesuatu yang tidak diketahui Gian dan Gita.
Saat jam istirahat, seorang siswa baru bernama Kevin mendekati Gian. “Hei, Gian. Aku dengar keluargamu dalam masalah.”
Gian menatap Kevin tajam. “Kamu dengar dari mana vin?”
Kevin mengangkat bahu, senyumnya penuh arti. “Aku punya sumber. Cuma mau bilang, hati-hati aja.”
Ucapan itu membuat Gian merasa waspada. Ia segera menarik Gita keluar dari kantin, menuju tempat yang lebih sepi. “Git, jangan cerita apa-apa ke siapa pun soal yang terjadi di rumah.”
“Aku ngerti, Kak,” jawab Gita pelan, meskipun wajahnya menunjukkan ketakutan.
---
Sore harinya, saat semua anggota keluarga kembali ke rumah, Shani menerima sebuah email anonim. Pesannya singkat:
“Waktumu tinggal sedikit. Pilih siapa yang ingin kamu selamatkan.”
Wajah Shani memucat. Pesan itu menunjukkan bahwa ancaman ini lebih besar dari yang ia duga. Ia menatap adik-adiknya dengan penuh kekhawatiran.
“Ini belum selesai,” gumam Shani pelan, namun cukup keras untuk didengar Gracia yang berdiri di belakangnya.
“Apa maksudnya?” tanya Gracia.
Shani menunjukkan email itu padanya. Gracia membaca pesan itu, lalu berkata dengan suara bergetar, “Kita harus menemukan siapa yang ada di balik semua ini, sebelum terlambat.”
---
Malam itu, di luar rumah, seorang pria bertopeng berdiri di kegelapan, mengamati keluarga Adijaya dari jauh. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan singkat:
“Langkah berikutnya sudah dimulai.”
Part baru dari saya setelah sekian lama heheheh (maaf baru up)
Maaf bila ada salah kata typo/maklum
Dan jangan lupa vote and komen 😅
Sekian dari saya😜
KAMU SEDANG MEMBACA
MUSUH DALAM SELIMUT
Teen FictionAda suatu cewek yang dimanja oleh empat saudaranya dan seseorang yang mengincarnya
