4. I want to remember you.

125 13 4
                                        

3rd person POV:

"Ceritanya sedikit panjang.. Jujur ya! Kalau di ingat bahkan aku malu.."

Kata Name sambil mengusap lehernya yang jelas tidak gatal.

"Dulu.. tiga bulan yang lalu-"

Sebelum ia sempat mengatakan cerita dimana pertemuan pertama kali mereka terjemu, Amane-san atau yang sering Name panggil Ibunda meneriaki nama-nya.

"A-Astaga naga! Ah aku tidak tau kesalahan apalagi yang aku perbuat tapi akan ku ceritakan lain kali ya!"

Cakapnya dengan senyuman hangat nan gembira gadis itu. Dengan perasaan antusias dia mengenggam kedua tangan Tokito dengan lembut, memastikan dia nyaman dan tidak risih di tangannya.

"Kamu istirahat dulu ya sampai pulih! Baru aku akan ceritakan hal itu san banyak cerita lainnya. Pokoknya sehat dulu!"

Candanya sambil terkikik kecil dan terburu-buru berlarian keluar.

Muichiro dengan polosnya menganggup. Gadis itu aneh, aneh sekali menurutnya. Dia terlalu bahagia, mungkin dunia yang penuh iblis ini tidak pantas untuk jiwa secerah itu.

–Flashback ends.

Names POV.

Terlalu banyak hal yang belum sempat kita lakukan bersama. Apakah aku dan Tokito akan mati sebelum aku bisa mengungkapkan cintaku?

Gyomei-san dan Shinazugawa sudah meninggalkan ku dari tadi.

"Memang mungkin takdir mu disini, Namu Amida Butsu. Adiku. Biarkan bulan kembali menyinarimu di bawah malam gelap ini."

Ucap Gyomei kala itu. Dia tau aku ingin mati bersamanya, sebelumnya. Tapi apadaya. Tenagaku habis untuk menghabiskan iblis busuk itu.

Jika saja aku bisa hidup sekali lagi.. sekali lagi saja. Aku akan hancurkan iblis itu sampai jadi berkeping keping. Aku akan antar dia menuju gerbang neraka yang terdalam. Sumpah serapah akan aku lontarkan ke si bajingan itu. Persetan, memang iblis, memang dasar mahluk terkutuk, MATI KAU DASAR!!-

"Hentikan."

3rd person POV

"Jangan buat jiwa mu menjadi penuh amarah seperti ini. Dasar bodoh."

Itu suara Tokito. Suara orang yang paling ia sayangi lebih dari apapun. Manusia paling berharga yang telah menyelamatkan nyawa dan jiwanya. Separuh jiwanya.

Name menengok ke sumber suara, tepatnya kedepan. Ruangannya terang, tidak, ini tempat berbeda dibanding infinity castle.

Air mata berjatuh perlahan dari pipi lembutnya saat melihat sosok nya.

"Cari aku, lindungi aku, sadari aku akan cintamu selama ini. Biarkan aku mendengar semua laramu. Ingatkan aku akan dirimu Name."

"Aku ingin mengingat mu."

Time Paradox, begin!

Waktu terulang kembali. Tepatnya 3 tahun sebelum kejadian tersebut, di saat mereka berlatih bersama. Ya, ini terjadi secara tiba tiba dengan sangat cepat kan?

(Name: Kejadiannya begitu cepat 😢)

Wahyu dan karunia tuhan telah memberinya kesempatan, semesta sedang berbalik hanya untuknya, apa yang terjadi? Apakah dunia ini nyata? Atau sebuah alam ketidak relaan nya terhadap kematian Tokito?

*DUGG!!*

Name jatuh dengan kepala yang pertama kali untuk terbentur tanah. Ia kehilangan kesadarannya, bagai melihat bintang bintang mengelilinginya.

Saat ia tersadar, Ibunda dan adik tirinya sudah ada di depannya. Amane, sang ibunda mengekap kedua pipi name secara lembut untuk menyadarkannya.

Saat name tersadar, matanya dengan perlahan terbuka. Pikirannya buram. Iris nya basah akan air mata. Saat dia terbangun, adik adiknya dengan khawatir menanyakan keadaannya.

Kuina: "Onee-sama! A-Apakah kamu tak apa? Kamu terus menangis dan merintih sepanjang pingsan mu. A-Ayah sangat khawatir sampai-"

Amane secara perlahan meng-signalkan saudaranya untun diam sekejap. Name masih setengah sadar, menanyakan ini itu bukanlah prioritas sama ini.

Saat name sepenuhnya membuka mata, Ibundanya tepat berada di depan mukanya, menatapnya dengan mata penuh kekhawatiran. Tanpa sadar, Name tiba tiba menangis secara perlahan, dan menjadi histeris seiring berjalannya waktu. Dengan cepat ia dibantu untuk duduk. Dan secara sigap dia memeluk Ibunda dan adik adiknya. Mengagetkan mereka.

Kuina: "Name.. Ada apa? Apa kamu mimpi buruk?.."

Ucap salah satu saudarinya.

Name's Point Of View.

Itu semua lebih parah dari mimpi buruk, aku merasa sedang berada di neraka. Kata kata Tokito.. Apa yang terjadi? Ibunda dan saudariku belum wafat.. Kapan ini, tepatnya?

Aku dengan erat menangis histeris di pelukan Ibuku dan saudariku, ibuku berusaha menenangkan ku. Begitu jyga saudariku.

Tidak, bahkan aku rasa ini lah mimpi ku, aku merasa saat ini aku sedang mimpi.
Apakah aku di surga..? Ah, aku kewalahan untuk berfikir.

Ibunda membaringkan ku secara perlahan. Kondisiku sedang tidak cocok untuk di pertanyakan keadaannya. Saudari ku di persilahkan untuk meninggalkan kamar ku duluan selagi Ibunda mengurus ku dengan penuh kasihnya.

Amane: "Kau tadi pingsan sehabis latihan, Name. Tokito sudah memperingatkan mu untuk tidak memanjat genteng rumah. Dan kamu benar benar jatuh!!"

Ucapnya dengan suara sedikit lantang, bukan dengan amarah, tetapi kekhawatiran yang tulus.

"Kau tau kan resikonya?! Itu sangat bahaya untuk mu sayang.. Lihatlah sekarang kau menjadi bayi menangis karena jatuh. Apa sekarang kamu sudah kapok?!"

Lanjut Ibunda. Aku tidak peduli, ah.. aku ingat. Semua ini terjadi sebelum pelantikan ku dan Tokito menjadi Hashira, tapi aku malah cedera karena terlalu banyak bermain. Aku hanya bisa bersyukur di dalam hati. Aku kangen omelan ibuku. Aku kangen momen ini. Jadi aku hanya bisa tersenyum lemah dan menganggup.

"Maaf ibu.. Aku sungguh minta maaf.."

Ucapku dengan menjatuhkan air mata halus, mengenggam tangan ibuku dengan lembut. Ia pasrah, ibuku tidak tega memarahiku lagi. Itusih kalau katanya dulu.. Sekarang aku malah kangen sama omelannya. Dan setelah itu, ibu menjelaskan bahwa Tokito membawaku kesini, menggendong ku dengan khawatir. Dan sedikit kesal. Ibuku menyuruh aku untuk istirahat sejenak, tapi aku keras kepala untuk melihat Tokito sekarang juga. Aku harus memastikan akan apa yang terjadi kepadaku setidaknya saat ini.

TBC.

Hi guys ap kabs. Ga expext bakalan rame jadi karna gwa kasian sama reader reader ku yang imut ini, gua lanjutin deh!!! Yahaga hayu tunggu lagi ya 27272817 bulan lagi buat next chapter.

SIK GEBOY

Kalau votes nya hit 30 votes, aku bakalan ilustrasiin bentukan si name ini :3 (AKU PROFESSIONAL ARTIST GUYS SUMPAH)

next chap ak janji bakalan aku banyakin muinya, soalnya disini dikit, banyaknya si name yapping. biar kalian makin penasaran nungguin next chap, xixixxixixixi.

See you next time fellow readers! Thankyou for the loyalty on this book.

955 Words.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 08, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Second Chance || Muichiro Tokito X Reader ||Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang