REGAZ [8] Terkurung.

1.2K 48 19
                                        

Maniknya membola, ketika memasuki kamarnya dan melihat buku yang awalnya ia letakkan di meja belajarnya kini telah lenyap.

"BUNDAAAA, BUKUU-BUKUU YANG ADA DI MEJA CATH MANAA BUNDAA?" dengan handuk yang masih terpasang di badannya, Cathlya langsung berlali ke dapur, tempat dimana bundanya berada.

"Astaga sayangg, kenapaa sih lari-larii. Pasang dulu sana bajunyaa." Ratih yang tengah menata dagangannya menggelengkan kepala melihat tingkah anak semata wayangnya tersebut.

"Buku-buku Cathlya manaa bundaa, tadi bunda kan yang bersihin kamar Cath." suara Cathlya bergetar, ia panik jikalau buku tersebut hilang. Karena, itu merupakan milik Regaz yang tempo hari pemuda itu berikan kepadanya.

"Lah, bunda ga ada ngeliat buku kamu."

"HUWAAA BUNDAAAA" Cathlya merengek, habis riwayatnyaa jika buku itu benar benar hilang.

"Cup cup cup, bunda tadi mindahin bukunya ke depan sayang. Itu buku siapa sih sayang, kok bukan nama kamu?"

"Yaampun bundaa, Cath pikir hilang bukunyaa." Cathlya mengelus dadanya lega, dan langsung berlari ke kamarr tanpa menjawab pertanyaan Ratih.

•••

Regaz terus memegangi pergelangan tangan Cathlya, membawa gadis itu berlari menghindari Buk Eka selaku guru BK—yang tengah bertugas memberi hukuman kepada siswa yang telat pagi ini.

"Lari lo bisa cepetan dikit gak sih?" Regaz menoleh ke belakang dengan kaki yang terus melangkah, dan tangan yang setia menggenggam pergelangan Cathlya.

Cathlya tak menjawab, ia hanya mengangguk dan berusaha sekuat tenaga menyeimbangkan dagangannya yang berada di plastik agar tak terhuyung berantakan lantaran tengah berlari.

"Disini aja, kayanya udah aman. Gue punya kuncinya." Regaz memberhentikan langkahnya di depan pintu tua yang berada di gedung belakang sekolahnya.

Pemuda itu merogoh saku celananya, mengambil rangkaian kunci yang ia kumpulkan dalam satu ikatan. Kemudian membuka pintu tersebut dengan mudah.

"Ck, ngapain lo berdiri disana. Cepet masuk, nanti ada yang ngeliat."

Cathlya tak menjawab perkataan Regaz, ia langsung masuk masih dengan nafas yang terengah-engah karna harus mengimbangi larian Regaz yang sangat cepat.

Regaz tersenyum melihat Cathlya yang tanpa bertanya sedikitpun untuk masuk ke gudang bersamanya. Regaz segera mengunci pintu gudang sebelum Cathlya berubah pikiran.

Regaz berjalan mendekati Cathlya yang masih berdiri mengatur nafasnya.

"Ka-kamu kena- huft kenapa narik aku sih huft." tanya Cathlya dengan nafas yang tersenggal senggal.

Regaz berdecih, "Gue ini lagi nolongin lo dari hukuman guru BK karna lo telat."

Regaz melangkah lebih maju, dan membawa dagu Cathlya agar menatap wajahnya. "Seharusnya lo berterimakasih ke gue."

Cathlya menyeka tangan Regaz dengan pelan, "iya makasih ya udah nolongin aku" Cathlya berusaha bicara setenang mungkin, menghalau rasa takutnya.

"Lo pikir dengan makasih aja cukup?"

Cathlya menghembuskan nafasnya, kemudian mengeluarkan satu kotak nasi kuning dagangannya dari plastik yang ia bawa.

Satu detik..

Lima belas detik..

Hingga tiga puluh detik berlalu

Pemuda tersebut tak kunjung mengambil pemberian Cathlya, membuat gadis itu keheranan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 19, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

REGAZTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang