pulang

299 33 5
                                    

****

Tatapan terarah kejalanan ramai
tetapi dengan pandangan yang kosong keheningan menyelimuti mereka berdua
tepat dimobil ini hanya dirinya dengan pria berkepala empat yang tengah fokus menyetir

" Jangan pergi lagi ya bang ayah bingung..
setiap hari yang ayah pikirin cuma kamu.
takut anak ayah kenapa kenapa"

Saka mendengar itu memusatkan  pandangan menatap noland sang ayah dengan pandangan rumit
ingin tidak percaya tapi dilihat betapa kacaunya sang ayah membuat dirinya tidak bisa berkutik

Terdapat bulu tipis didagu kantong mata yang membesar dan sedikit uban dirambutnya yang hitam.
padahal ia sangat tau ayahnya ini tipe yang terobses dengan penampilan
ia akan selalu menujukan kesemua orang keawetan mudanya.

Ntah mengapa perasaanya membuncah ingin menangis rasanya

"kenapa baru sekarang nyarinya? "
ucap saka memalingkan wajah

" maafin ayah.. tapi abang harus tau. ayah sayang... banget sama abang lebih dari apapun"

"anak ayah paling penurut paling pinter selalu patuh apapun yang disuruh ayah maupun mama kamu.
Sampai kamu keluar dari rumah kaya gini pasti kesalahan kita udah keterlaluan banget ya.
maaf ya abang"

Saka sesak ia tak suka ayahnya mengucapkan ini karna entah mengapa membuat hatinya sakit ia jadi terheran apakah kelakuannya kabur dari rumah ini terlihat kekanakan atau memalukan.

Entah dari kapan ia sudah menangis sesegukan noland yang melihat itu menepikan mobil berkendara pelan dengan tangan mengusap bahu menguatkan

" Jangan nangis.. ini salah ayah"
"Sssttt diamm jangan nangis.. ini salah ayah"

Saka yang mendengar ayahnya pun tambah menangis tersedu sedu sampai terbatuk
ia tak bisa mengucapkan satu katapun

"a ayah.. "
" ab abang hic mau.. minta maaf~"

"udah nak jangan nangis sampe batuk gini.. sakit nanti tenggorakan kamu"
"masih dijalan ayah gabisa meluk kamu. abang yang tenang ya"

Seperti penenang lama kelamaan saka mulai tenang walau sedikit ada sesenggukan setidak nya tak separag tadi

***

"Mas.. mas alam ada yang cari kamu"

"siapa buk"

"nggak tau sepertinya dia orang kaya
setelannya seperti boss mobilnya juga bagus katanya dia nyariin kamu.
kamu gaada utang atau masalah kan sama dia"

Alam yang dituduh pun tidak terima
" hah engga lah buk ada ada aja bentar aku cek dulu lah
ibu tetep masak aja paling ga penting."

"dasar kamu yaudah ibu lanjut lagi kalau ada apa apa langsung panggil ibu aja"

Alam menghamipiri orang berpenampilan rapi itu walau terlihat sedikit ada rasa letih diwajahnya yang tegas tak mengurangi kadar ketampanannya

"ada yang bisa saya bantu"
ucap Alam Sopan

"Begini... langsung kepoint nya saja
saya mau menjemput anak saya Saka
sekalian berterimakasih telah menjaganya selama ia tinggal disini

Seketika alam tahu siapa orang ini dan tujuannya kesini

Asalnya alam melihat ayah dari saka itu sedikit ada rasa tak suka kalau dipikir pikir kenapa baru sekarang dia mencari anaknya

Tapi setelah diceritakan semua oleh noland ia berusaha untuk mengerti lagian ia tak ingin hubungan anak dan ayah itu semakin renggang akhirnya ia mentujui untuk membujuk saka pulang

***

Awalnya saka menolak dengan keras bahkan ia sudah berkaca kaca karna dipikirannya yang dipahami adalah Alam mengusirnya karna tak mau menampungnya lagi
tapi setelah diberi pengertian akhirnya ia mau mengerti dan akan kembali

" Tapi nanti kalau aku kangen aku boleh kesini lagi kan"

"Tentu boleh pintu rumah ini akan selalu terbuka buat kamu jangan sungkan"

Setelah saka naik kemobil noland sekali lagi beterimakasih sebanyak banyak nya bahkan memberi cek untuk mengganti apapun kebutuhan yang dipakai oleh saka selama disini tetapi ditolak.

"Saya gak nerima ini om. saya hanya mengingin kan saka hidup dengan baik dan bahagia"
"jangan ngecewain saya om"

Noland tersenyum dan mengangguk
"pasti"
setelah ia berucap seperti itu ia berlari pelan ke mobil dan segera melesat menjauh.

****

Tak terasa mobil yang ditumpanginya berjalan melewati kawasan komplek Perumahan elit tinggal beberapa meter lagi ia akan menemui kediamannya

"Sudah sampai ayo turun bang"

Entah mengapa ia bimbang untuk bernjak keluar dari mobil
ia takut apa kata mama dan kembarannya  nanti apakah senang atau malah sebaliknya

"Gak usah takut mama sama adik kamu sudah menunggu di dalam"

"Dari mana saja mas?"

"lihat saya membawa siapa"

"Saka? "
"Sakaaaaa"

Ucap Mama dan Aska antara bingung dan senang
bingung karna Noland berhasil membujuk sang anak dan senang karna telah kembali

Amara dan aska tanpa aba aba memeluk Saka dengan erat
Diikuti oleh noland

"mama minta maaf ya kak kalau mama keterlaluan"

"Aku juga minta maaf bang"













vote:)






















Twins boyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang