40 - BENANG TAKDIR pt. 2

96 13 0
                                        

Deovander masuk ke dalam mobil

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Deovander masuk ke dalam mobil. Menarik sabuk pengaman, memutar kunci, dan menekan tombol start. Deolinda menyusul masuk ke dalam mobil, memasang sabuk pengaman sembari melirik kekasihnya sekilas, lalu menghadap ke depan-membiarkan keheningan menyapa mereka usai agenda yang hari ini mereka hadiri cukup menguras tenaga dan emosi.

Deovander menjalankan Lamborghini Veneno Roadster hitam doff keluar dari area Pengadilan Negeri Surabaya. Di barisan belakang, Ferrari LaFerrari kuning milik Mahesa-juga membawa Arsen-mengikutinya, disusul Audi RS7 merah yang dikendarai Fajar, Mercedes Benz AMG GT dibawa Aldo, dan Lexus LC 500 titanium yang dikemudikan Danu.

Keenam supercar itu memasuki jalan raya Surabaya, bergerak teratur melintas di bawah pepohonan rindang. Sesekali, mereka mendahului kendaraan secara bergantian. Aksi itu perhatian para pengendara motor-siapa sangka, mereka dapat menyaksikan konvoi mobil-mobil sport secara tak langsung di saat sinar matahari berada di tepat atas kepala mereka siang ini? Beberapa pengemudi mobil juga turut bedecak kagum manyaksikan rombongan eksklusif itu melintas.

Tiba di pertigaan, Alpheratz berpencar. Deovander sedikit memperlambat laju mobil, menyalakan sen, dan membelokkan kemudi ke kanan. Sementara, teman-temannya berbelok ke kiri. Begitu jalanan sepi, mereka saling menekan klakson-sebagai tanda perpisahan-dan kembali melajukan mobil sesuai tujuan.

Mahesa menuju kantor pusat Bhavanadaksa Group, mengantar Arsen. Fajar juga, karena ingin melihat Hana walau tetap tak dipedulikan dan hanya sebentar-selama Mahesa menyelesaikan tugasnya-barulah ia melanjutkan perjalanan ke Graha Fajar Construction. Aldo pergi ke Bumi Indah Group, kembali mengelola triliunan rupiah bersama para direksi dan karyawan. Danu? Tentu saja ke Adhitama Hospital, sebab ia sudah ada janji dengan Isla untuk makan siang. Deovander sendiri? Restoran Chinese food langganan Keluarga Ghibran.

Beberapa hari yang lalu, selain mengantar Deolinda ke mansion Keluarga Ghibran, Deovander juga menyampaikan niatnya untuk mengajak Deolinda dan Yena makan siang bersama sekaligus ingin membicarakan suatu hal penting pada hari ini. Tentu saja, ajakan tersebut disambut hangat oleh sang CEO Ghibran Corp dan model internasional itu. Bahkan, Yena sempat menggoda Deovander-jika lelaki itu akan melamar putrinya dan sebentar lagi Arsen resmi menjadi cucu Keluarga Ghibran. Dengan kata lain, merger perusahaan segera terealisasikan dan Arsenio Javriel Tenggara akan menjadi calon pewaris tunggal kerajaan bisnis Tenggara-Ghibran. Lagipula, baik secara mental maupun finansial, pasangan itu sudah sangat siap nan mampu. Sementara, Deolinda terkekeh malu sembari menepuk pelan bahu sang ibu-sedikit memberi peringatan untuk tak menggoda Deovander.

Namun, sang Komisaris Utama Bhavanadaksa Group hanya menarik sudut bibirnya tipis dengan sorot mata sendu. Sementara, Deolinda terkekeh malu sembari menepuk pelan bahu sang ibu-sedikit memberi peringatan agar tak menggoda Deovander.

"Mama baru keluar dari salon," ucap Deolinda membaca pesan Yena sembari membalasnya.

Mata Deovander melirik ke kanan sekilas, lalu kembali memandang ke depan. Tangannya mencengkram kemudi-berlogo banteng di tengah-lebih erat. Rahangnya mulai terlihat mengeras. Mendorong saliva ke tenggorokan pun rasanya sedikit sulit. Detak jantungnya berpacu dua kali lebih kencang. Siap tidak siap, lelaki itu akan menerima apapun keputusan Yena nanti-entah wanita itu berlapang dada atau meminta hubungan Deovander dan Deolinda berakhir detik itu juga.

Sweet Hero #1 [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang